Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
4 Cara Membuat Perusahaanmu Yang Dulu Menjadi Rekan Bisnis
March 13, 2014
0
Turn Your Employer Into an Ally

Memilih untuk keluar dari pekerjaanmu dan menjalankan bisnismu sendiri adalah sebuah resiko, tapi prosesnya akan lebih mudah bila kamu memilih untuk memulai bisnis di industri dimana kamu sudah memiliki pengetahuan, koneksi dan kredibilitas. Karena itu perusahaan yang kamu tinggalkan bisa menjadi aset ataupun rintangan bagi usaha barumu, tergantung dari bagaimana kamu menjaga hubungan baik dengan mereka.

Di tahun 2009, Ian McAfee meninggalkan pekerjaannya di perusahaan forex ternama untuk memulai usaha di industri yang sama. Dengan modal kurang dari 15 ribu dollar, Ian dan kedua partnernya memulai pekerjaan Shift Forex, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa konsultan untuk perusahaan forex. Di tahun pertama bisnisnya, Shift Forex mendapatkan pendapatan lebih dari 200 ribu dolar. Ian menyatakan bahwa sebagian besar porsi kesuksesannya itu dikarenakan hubungan baiknya dengan perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya dan dia tidak sendiri.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat perusahaanmu yang dulu menjadi aset untuk meraih kesuksesan:

1. Tunjukan respect. Kamu ingin perusahaanmu tahu bahwa saat kamu bekerja kepada mereka, kamu melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Dengan kata lain, tidak bercerita kepada klien, supplier atau kolegamu tentang usaha barumu sampai kamu sudah resmi keluar dari sana. Jika manajemen perusahaanmu mendengar tentang usaha barumu dari customer mereka, kemungkinan besar hubungan kalian akan berakhir dengan buruk. Sebelum keluar, kamu sebaiknya membatasi aktivitasmu pada market research, membuat strategi bisnis dan mengumpulkan modal.

2. Menceritakan rencanamu saat keluar. Saat pemilik dan manager perusahaan tempatmu bekerja mendengar bahwa kamu akan pergi untuk memulai bisnis di industri yang sama, mereka akan merasa khawatir kamu akan mengambil customer mereka dan menyediakan jasa yang serupa. Jelaskanlah rencanamu pada bosmu, senior executive atau pemilik perusahaan sehingga mereka tidak merasa terancam dengan usaha barumu. Mereka tentu akan tetap merasa bahwa kamu akan berkompetisi dengan mereka, namun dengan kejujuranmu kamu sudah menunjukkan integritasmu pada mereka. Selain itu bila mereka menolak dengan keras rencanamu dan percaya bahwa mereka memiliki hak hukum untuk mencegah bisnismu, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk berkompromi dan bernegoisasi dengan mereka.

3. Menawarkan diri untuk membantu dalam masa transisi. Kamu mungkin mempunyai peran penting dalam perusahaanmu sebelumnya dan perlu waktu untuk mencari penggantimu. Sebelum kepergianmu, kamu bisa menawarkan diri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertentu untuk jangka waktu yang sudah ditentukan sebagai konsultan yang dibayar. Walaupun mungkin mereka akan menolak tawaranmu, tapi itu akan memberikan kesan bahwa kamu peduli pada perusahaanmu dan ingin tetap menjalin hubungan yang baik di masa depan.

4. Meminta bantuan mereka. Keuntungan utama bila kamu meninggalkan perusahaanmu dengan baik-baik adalah kamu bisa meminta perusahaanmu untuk membantu bisnis barumu. Mereka bisa memberikan referensi, klien atau kesempatan menguntungkan lainnya. Ide bisnis pertama Ian McAfee adalah membantu reseller untuk perusahaan tempat dia bekerja sekaligus kompetitornya dengan nasihat untuk bidang marketing dan sales. Dia juga meminta koleganya yang dulu untuk memperkenalkannya pada reseller yang ingin meningkatkan usaha marketing dan sales mereka. Karena kepergiannya yang baik, perusahaan tempatnya bekerja menjadi nyaman untuk mempercayainya walaupun usaha baru Ian beekerja dengan kompetitor mereka.


Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *