Latar belakang Komunitas Pengusaha Muda Sukses Indonesia

Dalam merespon perkembangan ekonomi global yang mengarah pada masyarakat tanpa batas (borderless), kami memahami akan timbulnya persoalan-persoalan baru yang berkaitan dengan kesejahteraan manusia (welfare) seperti angka pengangguran yang meningkat, sumber daya alam yang menipis, sempitnya peluang mencari pekerjaan, terbatasnya akses terhadap pendidikan berkualitas serta munculnya peraturan-peraturan baru yang menguntungkan negara maju dan merugikan negara berkembang.

Di samping itu, pengaruh ekonomi regional di Amerika Serikat dan Eropa turut berdampak pada ekonomi makro dalam negeri, sebut saja seperti kebijakan tappering off Bank Sentral AS The Fed, pelarangan impor sawit mentah dari Indonesia oleh Uni Eropa, fluktuasi harga minyak dunia yang dikendalikan oleh kartel-kartel global, serta ketergantungan terhadap suku cadang dari negara-negara maju yang berakibat secara langsung dan tidak langsung terhadap sektor-sektor vital di Indonesia.

Di luar itu, suku bunga yang ditetapkan oleh negara-negara maju cukup mempengaruhi kondisi perekonomian makro Indonesia. Sebagai contoh, ketika suku bunga The Fed naik, maka modal asing yang ada di dalam negeri cenderung akan ‘lari’ ke AS karena menjanjikan nilai investasi yang menggiurkan. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah melalui Bank Indonesia pun menelurkan kebijakan menaikkan suku bunga BI melebihi The Fed. Dampaknya modal asing tidak keluar dari Indonesia, namun yang bisa mengajukan kredit ke bank adalah para konglomerat besar yang tidak terlalu kesulitan membayar bunga pinjaman. Sedangkan pengusaha kecil hanya bisa gigit jari karena tak mampu mengajukan pinjaman kepada bank berbunga tinggi.

Di tengah persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut, terselip pula kabar gembira yang bisa menjaga keoptimisan kita sebagai bangsa.  Sebuah angka statistik menunjukkan bahwa sektor riil, yang diwakili oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) ternyata memiliki kontribusi lebih besar terhadap PDB nasional dibanding pengusaha besar, yakni sebesar 57% berbanding 43%. Selain kokoh menghadapi krisis, pelaku UKM adalah penyumbang pajak yang taat serta minim resiko kredit macet (non-performed loan) sehingga tidak heran jika pemerintah mulai melirik sektor ini sebagai bagian dari penopang ekonomi dalam negeri. Ditambah dengan adanya peraturan pemerintah yang mengharuskan industri perbankan mengalokasikan dana minimal 20 persen untuk kredit usaha kecil menengah, maka potensi dan peluang ini harusnya bisa dimanfaatkan secara optimal oleh calon wirausaha muda di Indonesia.

Pengusaha Muda Sukses Indonesia

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka pada bulan Juni 2013 lahirlah komunitas pengusaha muda sukses Indonesia JDA Community. Meski usianya belum satu tahun, namun komunitas yang didirikan oleh Jeffrey A. Ansen ini sudah sarat dengan berbagai macam kegiatan riil dan solutif. Konsep dari kegiatannya adalah action oriented dan bukan discussion oriented. Maksudnya adalah bahwa JDA Community fokus pada aksi-aksi nyata menuju individu yang berwirausaha (entrepreneur being) bukan sekedar berwacana tentang bisnis yang cocok dan menguntungkan. Tujuannya adalah bagaimana menginspirasi anak muda Indonesia agar tergerak untuk segera berbisnis, dengan mengarahkan langkah-langkah yang bisa diukur (step by step) serta tentu saja mendampingi mereka dalam proses menuju wirausaha mandiri.

Sebagai komunitas yang baru lahir, JDA Community pun menyadari bahwa kewirausahaan adalah masalah krusial yang mendesak untuk segera dituntaskan dengan kegiatan nyata. Masyarakat tidak bisa sekedar dimotivasi dan diberi kisah-kisah sukses mereka yang telah berhasil di dunia bisnis. Kultur masyarakat Indonesia yang lebih berorientasi mencari pekerjaan dan meniti karir dengan gaji besar sudah mendarah-daging dan sulit dihilangkan dalam waktu sekejap. Dibutuhkan generasi baru yang ‘bersih’ dari warisan pemikiran lama job seeker untuk dipandu menuju pola pikir baru business owner. Dan JDA Community lahir untuk menjawab tantangan tersebut.

Langkah awal pendirian komunitas ini adalah dengan membuat website jdacommunity.com sebagai wadah inspirasi, ide, dan eksekusi bagi (calon) wirausahawan sehingga mereka bisa menemukan hal-hal baru berkaitan dengan cara konkrit menghasilkan uang (make money). Di dalamnya terdapat berbagai macam informasi dan forum interaktif yang membuka peluang bekerjasama atau mencari produk yang dibutuhkan. Apalagi banyak profil-profil yang bisa dijadikan role model bagi calon wirausaha atau Calon Pengusaha Muda Sukses dalam membangun usahanya.