Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Belajar Melihat Prospek Pasar dari CEO BonChon, Michelle Surjaputra
01/03/2014
3
Michelle Surjaputra, CEO BonChon

Kejelian dalam melihat prospek pasar sangatlah penting dalam memulai sebuah bisnis. Michelle Surjaputra, CEO franchise restoran Korea BonChon di Indonesia adalah salah satu pengusaha muda yang berhasil menganalisa prospek dan trend pasar dalam membangun usahanya. Michelle yang kala itu baru menyelesaikan kuliahnya di Amerika pulang ke Jakarta untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit dan dia pun jadi sering bolak-balik ke mall yang kebetulan dekat dengan rumah sakit tempat neneknya dirawat.

Dari kebiasaan mengunjungi mall tersebut, muncul ide di benak Michelle untuk memulai bisnis kuliner. Saat itu dia menyadari kalau hampir di semua tempat makan yang dia kunjungi pasti menyajikan ayam goreng namun dia heran kenapa makanan kegemarannya di Amerika yaitu BonChon tidak ada di Indonesia. Dari situlah muncul ide untuk membawa BonChon masuk ke Indonesia. Michelle kemudian mengajukan ide kepada orang tuanya, dengan dukungan dari ayahnya dia mulai mengerjakan business plannya sendiri dan berjuang keras sampai akhirnya gerai pertama BonChon hadir di Indonesia pada tahun 2012.

Faktanya masyarakat Indonesia sangat menggemari ayam goreng karena itulah restoran franchise yang menu utamanya ayam goreng pasti laris manis. Selain itu budaya Korea juga sedang menginvasi Indonesia melalui K-Pop, drama Korea, kosmetik, ponsel, fashion dan banyak lainnya. Tidak bisa disangkal semua hal yang berbau Korea sangatlah digemari masyarakat Indonesia saat ini dan dengan mudahnya menarik perhatian besar terutama dari kalangan anak muda.

BonChon adalah restoran ayam goreng yang berasal dari Korea Selatan, franchise ini juga sudah melebarkan sayapnya di New York, Amerika Serikat dan menjadi terkenal di sana. Michelle Surjaputra dengan jelinya berhasil melihat bahwa masyarakat indonesia pasti akan memiliki minat besar terhadap franchise yang dia bawa. Perpaduan ayam goreng dan budaya Korea terbukti berhasil membawanya menjadi pemilik belasan outlet di seluruh Indonesia. Michelle juga menerapkan strategi marketing yang membidik anak muda sebagai target marketnya, hal ini bisa dilihat dari akun Social Media BonChon yang aktif melakukan promosi dan event untuk customer sekaligus partnershipnya dengan Blitzmegaplex.

Para calon wirausaha muda bisa belajar banyak dari Michelle, bahwa sebelum memulai sebuah usaha kamu harus mempelajari trend pasar dan menemukan faktor yang bisa membuat usahamu menarik perhatian masyarakat. Setelah itu terapkan strategi marketing yang cocok untuk target market usahamu. Branding position juga sangatlah penting untuk membuat usahamu menonjol dari saingan yang memiliki usaha serupa. Dalam kasus Michelle, dia menonjolkan budaya Korea yang membuat menu ayam gorengnya beda dari restoran ayam goreng lain yang menjamur di Indonesia.

Lebih hebatnya lagi Michelle Surjaputra memulai usaha franchisenya di usia 22 tahun, untuk menutupi usianya dia harus berdandan tebal dan memakai busana profesional untuk terlihat lebih tua. Sekali lagi keberhasilan Michelle membuktikan bahwa usia muda bukanlah faktor penghalang bagi seseorang untuk sukses. Kejelian dalam melihat prospek pasar di Indonesia adalah kunci keberhasilan Michelle yang patut menjadi panutan bagi para wirausaha muda di Indonesia.


  1. Baru tau gw CEO Bonchon Indonesia itu cewek umur 22 tahun. Salut! Usia emang bukan penghalang orang untuk sukses, apa lagi di usia muda. Modal yang jadi penghalang 😛

    • Iya pas awal Michelle Surjaputra buka BonChon itu dia baru 22 tahun, skrg sih umurnya udah 25 tahun. Selama ada niat dan kerja keras pasti ada jalan 🙂

  2. wuaahh hebattt.. ga nyangka..

    http://www.thaiteaimport.blogspot.com

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *