Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Bisnis Sejak Usia Muda, Nikmati Kebebasan Pensiun Dini

Puncak dari semua keinginan menjadi seorang karyawan adalah sebuah kebebasan finansial untuk masa tuanya. Menjadi karyawan dengan gaji yang tinggi dan posisi yang penting akan memberikan kenyamanan dan ketenangan dalam berinvestasi untuk masa tuanya. Selain impian untuk meraih gaji yang tinggi itu, tidak sedikit pula karyawan yang menginginkan memiliki bisnisnya sendiri.

Bekerja sebagai karyawan memang memilki dua sisi yang berlawanan. Sisi positif dan negatif menjadi karyawan akan menjadi pertimbangan khusus untuk menentukan langkah penting selanjutnya. Memiliki gaji yang cukup tinggi, jaminan kesehatan dari perusahaanya dan penghasilan yang terjamin rutin di setiap bulannya, menjadi sisi positif yang menggiurkan bagi seorang karyawan untuk terus berusaha keras dalam bekerja. Disisi lain, kekurangan menjadi karyawan akan menjadi bayangan yang selalu menghantui seperti gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja, waktu berharga yang habis di kantor dan kejenuhan akan rutinitas kerja yang selalu dilakukan selama di tempat kerja. Sisi negatif menjadi seorang karyawan akan semakin mengerikan dengan adanya resiko untuk dipecat bila tidak bekerja maksimal sesuai dengan tugasnya.

Memang menjadi karyawan atau pengusaha adalah sebuah pilihan. Kebanyakan dari mereka yang bijak akan mengambil kedua langkah ini untuk menuju kesuksesan. Pertama menjadi karyawan untuk menjaminkan kebutuhan hidup dan kemudian merintis sebuah bisnis sampingan. Prinsipnya adalah setiap keputusan yang diambil selalu ada harga yang harus dibayar. Valentino Dinsi dalam bukunya : “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian”, memberikan dua resep bagi karyawan yang sedang mengusahakan untuk memulai bisnis.

Persiapkan Manajemen Bisnis

Pertama, yang harus disiapkan adalah perspektif. Pekerjaan sebagai karyawan ini bukanlah sebuah hambatan dalam menggapai bisnis impian, malah sebuah jembatan yang menghubungkan kearahnya. Jadi tetaplah bekerja dengan serius sambil dengan memikirkan manajemen bisnis kedepannya. Selanjutnya adalah mengelola keuangan yang saat ini didapat. Optimalkan kestabilan finansial sebagai langkah awal merintis sebuah bisnis. Kemudian belajar untuk menetapkan bisnis dan serius memulai serta mengembangkannya. Karyawan-karyawan yang berada di tempat kerja adalah sebuah target pemasaran yang berharga dan menjanjikan. Jika diperlukan, maka jangan ragu untuk belajar dalam hal promosi atau marketing bisnis baik secara online atau offline.

Cuti Persiapan Bisnis

Setelah merancang semua persiapan dan memulainya dalam skala mikro, maka diperlukan sebuah keputusan yang memang berat yaitu untuk cuti dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini dimaksudkan untuk lebih fokus dalam mengembangkan bisnis impian yang telah dipersiapkan. Dalam rentang cuti ini, usahakan fokus total pada bisnis. Jika bisnisnya ternyata gagal, maka kembali bekerja seperti biasa sambil menyiapkan mental dan mengevaluasi kesalahan. Dan jika bisnisnya sukses berkembang, maka dapat dipertimbangkan mengambil langkah untuk keluar dari pekerjaan sebagai karyawan.

“Seorang entrepreneur bukan seorang gambler (penjudi) atau risk avoider (orang yang selalu menghindari risiko). Melainkan seorang risk taker dan risk calculator yakni orang yang berani mengambil dan menghitung risiko,” Kata Valentino.


Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *