Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Cara Sukses Berbisnis Waralaba (Part 1)
31/01/2014
1

Setelah memiliki penghasilan yang memadai, rasa puas tidak pula kunjung datang. Perasaan tersebut manusiawi dan terjadi pada hampir semua orang. Umumnya, bila sudah mapan setiap orang akan berpikir lebih ke depan, yaitu berbisnis atau berinvestasi. Investasi dapat melipatgandakan penghasilan dalam waktu yang relatif cepat dan usaha yang jauh lebih ringan serta memberikan penghasilan pasif. Tentu kalau sudah ‘khatam’ ilmunya. Kalau belum mengerti tentang seluk beluk investasi, hasilnya malah rugi atau justru ditipu. Ingat kasus PT QSAR? Ini adalah bukti betapa mudahnya menipu orang dengan iming-iming investasi.

Pilihan untuk berinvestasi di Indonesia beragam bila dilakukan melalui penanaman saham. Selain itu, banyak orang memilih berinvestasi melalui pembelian properti seperti rumah, apartemen, tanah, dan lain-lain. Alternatif lain yang cukup menantang adalah dengan berbisnis waralaba atau franchise. Ini adalah model investasi yang cukup aman dan logis.

Tentunya, terjun ke dunia bisnis waralaba tidak semudah membeli ruko. Tidak semua waralaba sukses dengan cara mudah. Tengok saja beberapa waralaba yang merajai pasar dunia seperti McDonald’s, Wendy’s, Starbucks, J Co, dan sebagainya. Manajemen di dalamnya mengedepankan trik tertentu untuk menonjolkan bisnis supaya konsumen sulit berpaling.

Keputusan memulai sebuah bisnis waralaba harus dilandasi riset yang cukup dan bukan keputusan spontan dan emosional. Be realistic. Kadang berbisis waralaba tampak mudah, tapi sesungguhnya franchise tidaklah jalan yang selalu mulus menuju kaya raya mendadak.

Beberapa poin yang harus digalakkan dalam menjalankan bisnis tersebut, seperti dilansir majalah Forbes) adalah perancangan model bisnis yang tepat, skala bisnis, lingkup produk, lokasi, dan tingkat kejenuhan pasar.

 Pertama, model bisnis yang tepat. Perancangan bisnis model yang tepat mengacu kepada trik untuk memperluas target konsumen di tengah kompetisi franchise sejenis. McDonalds sang pionir waralaba mengedepankan kecepatan dalam melayani pelanggan, menjaga kenyamanan serta meberikan harga terjangkau untuk konsumen sehingga menang dari restoran tradisional. KFC memberikan penawaran menu yang serupa namun dengan atribut berbeda. Waralaba asal Louisville, Kenthucky Amerika Serikat ini fokus pada produk ayam daripada burger sehingga menunjang branding secara signifikan, disertai unsur nama ‘chicken’ pada mereknya. Kedua waralaba ini juga melayani konsumen sesuai daerah asalnya. Sudah tahukah Anda bahwa nasi disajikan oleh McDonald’s hanya di Indonesia, Thailand dan Jepang?

Kedua adalah skala bisnis. Skala bisnis memengaruhi biaya produksi per item produk. Semakin besar skala produksi suaru bisnis, maka akan semakin rendah biaya produksi rata-rata per produk. Menilik sukses McDonald’s,  waralaba kelas dunia ini telah memiliki gerai sedikitnya sejumlah 33,510 unit di seluruh dunia, sementara contoh lain Wendys dengan jumlah gerai mencapai 9,792 unit. Perbandingan skala bisnis antara waralaba yang sejenis produknya memberikan gambaran margin operasional dari dua perusahaan. Dalam kasus ini, McDonald’s memiliki margin yang relatif lebih luas sebesar 30,12 persen sedangkan Wendy’s sebesar 7,38 persen.

Ketiga adalah lingkup produk alias skup bisnis. Waralaba erat kaitannya dengan penghasilan yag diperoleh suatu bisnis waralaba. McDonald’s menambahkan produk seperti McCafe di berbagai wilayah, lebih variatif dibanding pesaingnya sehingga meningkatkan potensi uang kembali. Selain itu ada pula faktor lokasi. Sudah barang tentu bahwa penentuan lokasi bisnis adalah sangat penting. Lokasi strategis menunjang kemudahan akses konsumen. Pemilihan lokasi terbaik untuk sebuah gerai waralaba memerlukan analisa yang hati-hati berdasarkan probabilitas jumlah konsumen yang datang dan peluang pemasangan berbagai perangkat promosi yang mudah menarik perhatian. Selain itu, lokasi sebaiknya juga dipilih dengan mempertimbangkan keberadaan pesaing waralaba yang memiliki kesamaan produk.


  1. diana said on 11/12/2015

    artikelnya sangat bagus dan cukup membantu sekali bagi yang ingin memulai bisnis waralaba

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *