Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Strategi Mengembangkan Bisnis Startup
May 4, 2014
2

Jika kamu baru saja memulai membangun sebuah bisnis Startup, kamu perlu strategi untuk mengembangkannya supaya bisnismu tidak menjadi stagnan. Banyak metode yang bisa dijalankan untuk mengembangkan bisnismu menjadi sebuah bisnis berskala besar yang menghasilkan banyak keuntungan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu jalankan untuk mengembangkan bisnismu, tidak perduli jenis bisnis apa yang kamu jalankan.

1. Tingkatkan kolaborasi bisnis. Kolaborasi bisnis berarti melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk memperlancar bisnis kita. Tidak ada pelaku bisnis yang mampu melakukan semuanya sendirian. Contohnya jika kita berbisnis jula beli secara online, tentu saja kita membutuhkan bantuan pihak lain untuk pengepakan barang, jasa pengiriman barang sekaligus jasa bank untuk mentransfer uang. Kunci utama dalam berkolaborasi adalah memilih partner yang dapat diandalkan dan dipercaya.

2. Selalu Berinovasi. Inovasi berarti menemukan cara, metode atau produk baru yang lebih baik yang dapat meningkatkan omzet sekaligus memberi nilai tambah bagi bisnismu. Hampir semua aspek dalam bisnis memerlukan inovasi. Mulai dari manajemen, pengembangan produk hingga ke pengelolaan keuangan.

3. Junjung profesionalisme. Profesionalisme mencakup cara bertingkah laku, berpenampilan maupun dalam mengelola usaha. Profesional dalam bertingkah laku meliputi sikap kita dalam berbisnis, cara menghadapi konsumen dengan kepribadian yang berbeda, cara menangani masalah sekaligus menyelesaikannya dan cara mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Profesional dalam mengelola usaha antara lain menerapkan teknik pencatatan keuangan yang rapi, pemisahan harta pribadi dan aset usaha sekaligus melayani order dengan tepat waktu.

4. Merancang program, target, dan agenda. Merancang program, target dan agenda harus jelas dan terencana. Tanpa ketiga hal tersebut, dapat dipastikan bisnis kita tidak pernah bisa melesat tinggi.

5. Memaksimalkan teknologi sebagai sarana promosi. Sarana promosi ini dapat dilakukan melalui fitur BBM, Facebook dan Kaskus. Kaskus merupakan jaringan kommunitas tersebar di Indonesia yang juga cukup prospektif untuk mendorong penjualan. Teknologi lain yang sangat menunjang bisnis adalah fasilitas situs web gratisan seperti blog.

6. Manfaatkan jaringan teman. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin luas peluang untuk mengembangkan bisnis kita. Sumber jaringan teman kita antara lain tempat kerja, organisasi yang kita ikuti atau kampus tempat kita menimba ilmu. Jangan menjadikan  mereka target pasar semata, namun dekatilah dengan tujuan untuk lebih mengenali secara personal. Jika mereka nyaman berada di dekat kita, jalan untuk mengenalkan bisnis akan lebih mudah.

7. Ikutilah berbagai kompetisi bisnis. Dengan mengikuti kompetisi bisnis akan banyak keuntungan yang diperoleh antara lain mendapat tambahan modal usaha, memperluas jaringan bisnis, mendapatkan banyak ilmu baru, meningkatkan percaya diri dan memperkenalkan bisnis kamu kepada masyrakat luas.

Jurus Menggaet Pengunjung Saat Low Season
March 29, 2014
0

Bagi pelaku industri hospitality, high season seperti lebaran, natal, liburan anak sekolah merupakan masa-masa omset meningkat tajam. Okupansi hotel sudah bisa dipastikan penuh dan harus dibooking jauh-jauh hari. Mal-mal dan pusat perbelanjaan menggelar beragam event menarik tematik dan diskon besar-besaran buat pengunjung setianya. Tempat hiburan pun tidak kalah penuh dan harus antri dari pagi supaya bisa masuk ke dalam. Biasanya pada masa-masa seperti itu harga tiket pesawat dan hotel juga naik.

Namun bagaimana jika high season berlalu dan berganti dengan low season? Mendadak jumlah pengunjung menurun, pendapatan merosot, dan harga pun kembali ‘normal’. Bagi pelaku bisnis, hal seperti ini sering terjadi setiap tahun dan jika tidak memiliki strategi jitu dalam menghadapi low season, bisa dipastikan bahwa usaha tersebut akan mandeg atau malah merugi. Baik high season maupun low season keduanya membutuhkan strategi yang berbeda dalam penanganan.

Taman Impian Jaya Ancol misalnya. Ketika memasuki masa low season, pusat taman kreasi yang berdiri 46 tahun lalu itu mendekati sekolah-sekolah untuk mempromosikan konsep edutainment (education and entertainment) yang berbasis kompetensi untuk para pelajar. Bentuk kegiatannya berupa event yang fokus pada kedua unsur tersebut, seperti “Flora Fest”. Lalu ada pelajaran Biologi ketika masuk ke Ocean Dream Samudera. Mereka akan belajar tentang biota laut dan menyaksikan sendiri kehidupan di dalamnya, bukan sekedar dari buku pelajaran di sekolah.  Selain itu ada juga pelajaran fisika ketika mereka berekreasi ke Dunia Fantasi, misalnya bagaimana sebuah wahana seperti Halilintar bergerak mengikuti hukum fisika. Aktivasi brand ini merupakan strategi untuk mempertahankan jumlah pengunjung. Hasilnya? Saat low season pengunjung Ancol hanya mengalami sedikit penurunan.

Pusat perbelanjaan pun demikian juga. Meski secara umum event besar setiap tahun adalah Lebaran, Natal dan Imlek, namun kreatifitas pengelolanya dalam menciptakan event ‘sampingan’ bisa diacungkan jempol. Mal Kelapa Gading adalah salah satu contohnya. Di luar ketiga event tersebut, pengelola shopping center yang menyatu dengan Hotel Harris dan apartemen The Summit ini menciptakan event besar lainnya yang dinamakan Jakarta Fashion & Food Festival. Digelar setiap bulan Mei sejak tahun 2004, kegiatan ini sukses mendatangkan ribuan pengunjung setiap hari selama 7-10 hari kegiatan. Pagelaran fashion show, music performance, wisata kuliner Kampong Tempo Doeloe, beauty class, parade Karnaval bertajuk Gading Carnival dan lainnya  menjadi daya tarik masyarakat Selatan Jakarta untuk ke mal yang berada di Jakarta Utara ini. Apalagi acara ini pun diliput oleh Metro TV. Belum termasuk event-event lain seperti KemerdekaanRI, Spring Season, dan tentu saja Tahun Baru.

La Piazza, pusat hiburan yang berada di samping Mal Kelapa Gading, juga punya strategi jitu dalam menarik pengunjung dalam low season. Selain menggelar musik performance setiap minggu, tempat hang out bergaya arsitektur Paris ini juga mengadakan event seperti Nonton Bola Bareng atau artist performance yang setiap bulannya bisa berbeda-beda.

Jadi low season bukanlah masalah selama masih ada cara untuk menarik pengunjung. Ini kesempatan buat Anda yang berbisnis event organizer untuk menawarkan konsep bagi calon klien seperti mal dan pusat hiburan. Anda bisa menciptakan kegiatan yang menarik dan atraktif tanpa harus terikat dengan momentum tertentu. Sebab di Indonesia ini sebenarnya banyak hari-hari ‘besar’ yang selalu dimanfaatkan untuk meraup profit. Sebagai contoh adalah Pesta Halloween, yang hanya dikenal di masyarakat Eropa dan Amerika. Namun dengan jeli, Cengkareng Golf Club, salah satu golf course yang berada di daerah bandara Soekarno-Hatta, malah menyelenggarakan turnamen golf bertema Halloween. Para pemain golf yang rata-rata adalah kelas premium dan hampir pasti mereka sudah sering ke Eropa, tentu akan memanfaatkan kegiatan tematik seperti ini. Dan ini adalah peluang yang menggiurkan.

Apa Kamu Sudah Siap Untuk Keluar Dari Pekerjaanmu?
March 15, 2014
0
Are you ready to quit your job?

Sebelum kamu memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu, apa kamu sudah yakin dengan kemampuanmu? Apa keadaan keuanganmu sudah cukup stabil untuk menyokong bisnismu sekarang? Apa kamu sudah siap dengan semua resiko yang harus dihadapi setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu?

Kita semua tahu keluar dari pekerjaan dan menjalankan bisnis dengan konsep yang belum diuji beserta keuntungan yang belum stabil adalah sebuah resiko besar. Namun banyak wirausaha yang tetap nekat menjalankannya karena komitmen mereka pada bisnis yang sudah dibangun. Dan bagi mereka yang ingin mendapatkan investor, meninggalkan pekerjaan adalah sesuatu yang wajib dilakukan sebagai jaminan pada investor-investor itu bahwa kamu akan fokus sepenuhnya pada bisnismu.

Bila kamu masih belum yakin untuk tetap bekerja sambil menjalankan usahamu atau meninggalkan pekerjaanmu sepenuhnya. Berikut adalah empat langkah yang bisa kamu lakukan sebelum mengambil keputusan. Sekaligus faktor yang bisa menjadi indikator apakah kamu sudah mampu berkomitmen seratus persen pada bisnis yang kamu jalankan atau kamu harus kembali lagi ke garis awal.

1. Kumpulkan pernyataan keuangan. Kamu setidaknya harus membuat 3 dokumen pernyataan keuangan untuk bisnismu: pernyataan untung dan rugi, neraca keuangan dan pernyataan cash flow. Dokumen pertama akan menunjukkan apa kamu menghasilkan uang atau sebaliknya, sedangkan neraca keuangan akan memberimu info seberapa banyak uang yang kamu punya dan dokumen yang terakhir akan membuatmu tahu dari mana saja sumber uangmu.

2. Membuat prakira kinerja bisnis. Dengan dokumen pernyataan keuangan yang sudah terkumpul, buatlah prakira yang realistis tentang kinerja bisnismu tiap bulannya. Kamu perlu tahu berapa banyak uang yang akan kamu hasilkan dan keluarkan. Saat membangun bisnis, kamu perlu memasukkan faktor pertumbuhan sales beserta pengeluaran tambahannya. Hindari prakira yang terlalu optimis dan berusahalah serealistis mungkin. Karena pada umumnya para wirausaha amatir cenderung untuk terlalu optimis dengan kinerja dan penghasilan mereka.

3. Hitung pengeluaran pribadimu. Saat kamu berhenti dari pekerjaanmu, kamu tentu ingin membuat bisnismu terus berjalan namun jangan lupa menghitung pengeluaran pribadimu juga. Buat daftar pengeluaran bisnismu seperti gaji, biaya travel dan pengeluaran lainnya bagi dirimu dan pegawai yang bekerja untukmu. Lupakan dulu pengeluaran yang bisa dipikirkan di masa depan seperti asuransi kesehatan atau peralatan baru, karena hal tersebut tidak relevan dengan tujuanmu yang sekarang yaitu keluar dari pekerjanmu.

4. Meminta second opinion. Sebelum kamu melangkah ke level selanjutnya, sebagai wirausaha kamu harus meminta pendapat pada orang lain. Mungkin kamu bisa bertanya pada rekan kerja atau teman yang kamu percayai sekaligus kompeten di bidang yang kamu geluti. Meminta pendapat mereka sangatlah penting supaya mereka bisa memberi saran yang objektif tentang rencana dan proyeksi keuanganmu, untuk meyakinkan bahwa kamu tidak terlalu optimis dan berlebihan dalam melihat prospek masa depan bisnismu.

Perbedaan antara Bisnis dan Brand
March 6, 2014
0
Brand or Business

Membangun sebuah bisnis bukan berarti sudah membuat sebuah brand. Karena ada perbedaan signifikan antara keduanya. Sebenarnya apa yang membedakan bisnis dari brand? Apakah jumlah outletnya? Pendapatannya? Atau sesuatu yang bisa diukur dari mention hashtag dan jumlah retweet? Dan apa yang harus seorang pengusaha lakukan sebelum dia bisa berkata, “Kami bukanlah hanya sebuah bisnis, kami adalah sebuah brand”?

Di Wikipedia, brand didefinisikan sebagai nama, istilah, design, simbol atau faktor lainnya yang menjadi ciri khas sebuah produk dan membedakannya dari produk serupa lainnya. Jadi pada dasarnya setiap pengusaha perlu membuat produk yang unik sebelum bisa menciptakan sebuah brand.

Sedangkan untuk sebagian brand manager, definisi dari sebuah brand adalah “apa yang dipikirkan orang saat mereka mendengar nama brand tersebut.” Dengan kata lain, brandmu adalah reputasimu. Banyak juga yang memiliki persepsi bahwa brand adalah bisnis besar yang menghasilkan produk berkualitas tinggi seperti Starbucks, Coca-Cola, Target dan Apple. Dengan penekanan bahwa brand-brand tersebut bisa menjadi seperti sekarang berkat konsistensi mereka dalam menghasilkan produk dengan kualitas terbaik di pasar selama beberapa dekade terakhir.

Kualitas, diferensiasi dan reputasi adalah fondasi penting dalam membangun sebuah brand, tapi ketiga faktor itu tetaplah hanya karakteristik fungsional. Contohnya restoran lokal dekat rumah saya yang memiliki beberapa cabang di Jakarta, walaupun restoran itu lumayan terkenal dengan kualitas masakan yang memuaskan, tetap saja mereka belum bisa dibilang sebuah brand. Setidaknya belum sampai pada level Coca-Cola, McDonald’s atau Starbucks.

Kini kembali ke pertanyaan awal, apa yang sebenarnya membedakan bisnis dengan brand?

Sebuah bisnis akan menjadi brand bila bisnis tersebut berhasil melampaui kategori awal mereka dan memiliki filosofi kuat yang membawanya menjadi brand yang mendunia. Orang pun akan langsung mengingat nama brand tersebut bila memikirkan sebuah kebutuhan, jenis barang atau jasa. Misalnya Lego, brand mainan anak-anak dengan filosofi “kreativitas dan imajinasi masa kecil”. Sekarang Lego sudah melampaui kategori awalnya sebagai mainan dan menjadi salah satu brand yang paling ikonis di dunia. Dengan kepopuleran brandnya, Lego juga berhasil merambah ke industri lain seperti sepatu, video game, robot, taman hiburan dan bahkan filmnya sendiri.

Contoh lain adalah Coca-Cola, yang sebenarnya hanya air berkarbonasi dengan campuran gula atau sirup jagung. Brand ini sudah memiliki sinonim dengan tagline-nya “moment kebahagiaan yang tak terduga”. Filosofi yang sederhana namun kuat ini memberikan jalan bagi Coke untuk melampaui fungsi dasarnya sebagai minuman bersoda dan menjadi simbol gaya hidup dimana orang bisa merasa terhubung pada level yang jauh lebih dalam.

Jadi bila lain kali kamu bertanya-tanya apakah kamu sekarang sedang memiliki bisnis atau brand, tanyakan pada dirimu, “Sebenarnya apa yang sedang kujual?” Jika jawabannya adalah sesuatu yang lebih besar dari kategori bisnismu sekarang, kamu mungkin sudah ada di jalan yang tepat untuk membangun sebuah brand yang sukses.

Kreatif Dalam Berbisnis
January 28, 2014
0

Tidak peduli apa jenis bisnis yang sedang digeluti, kreatifitas selalu menjadi faktor penting yang harus dimiliki. Bahkan kreatifitas bisa jadi salah satu kunci kesuksesan dalam berbisnis. Kretifitas merupakan suatu sifat yang selalu menginginkan dan mengupayakan adanya hal-hal baru. Kadang kreatif sering disamakan dengan kata inovatif. Padahal kreatif dan inovatif merupakan dua hal yang berbeda. Inovatif cenderung memiliki arti yang lebih luas dan besar. kreatifitas merupakan langkah pertama untuk menuju sebuah perilaku inovatif.

Kreatifitas bukan hanya digunakan untuk beberapa jenis bisnis seperti kerajinan atau seni. Kreatif dapat diterapkan dalam segala jenis bisnis seperti bisnis kuliner, bisnis properti dll. Kreatif sangat penting dalam berbisnis. Mulai dari menciptakan produk yang baru, sistem produksi yang baru sampai metode pemasaran yang efektif dan unik dalam menjual produk dapat menjadi kelebihan bisnis Anda sehingga dapat bersaing dengan bisnis-bisnis sejenis. Bahkan, kreatif ini merupakan salah satu alasan suatu usaha dapat tetap hidup dan berlangsung terus menerus. Dalam tingkat ini, perbedaan kreativitas yang digunakan dalam bisnisnya menentukan bisnisnya bertahan atau maju atau bahkan berhenti. Kebanyakan bisnis yang berhenti itu disebabkan oleh kurang kreatif dalam berbisnis.

Untuk itu, ada beberapa jenis usaha yang dapat ditempuh untuk memunculkan kreativitas dalam diri agar menjadi pebisnis handal.

Kenali pola umum dalam hal berbeda

Kebanyakan kehidupan orang selalu menjadi sebuah rutinitas dengan kegiatan yang sama sehingga membentuk suatu kebiasaan. Orang-orang yang kreatif biasanya memiliki pemikiran yang berbeda dan akhirnya mendapatkan hasil yang berbeda seperti menggabungkan hal-hal yang umum menjadi hal baru.

Menantang perubahan

Berani mengubah suatu kebiasaan dengan hal yang baru dapat berdampak pada kreatifitas Anda. Semua kegiatan yang rutin dan terjadi secara berulang kali akan menghambat kreativitas dan imajinasi seseorang. Sehingga terkadang perlu melakukan hal baru dengan pendekatan yang berbeda.

Berpikir tentang hal yang tak terpikirkan

Langkah ini merupakan tahap yang sangat sulit karena tidak hanya melakukan hal baru, kita juga perlu mengacaukan imajinasi yang umum untuk menggali batasan terdalam dan terluar demi mendapatkan hasil yang tidak biasa. Terkadang bagi orang yang sudah memiliki kreatifitas tinggi dapat menemukan hal ini dengan sangat mudah tanpa perlu berkonsentrasi penuh memikirkannya.

Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah kunci utama dari semua langkah. Semua motivasi dan pelajaran akan menjadi sangat berharga bagi hidup saat kita bisa menerapkan pada kehidupan nyata. Kebanyakan orang yang berfikir kreatif selalu bingung untuk merealisasikan pemikirannya. Solusi untuk kondisi semacam ini adalah melakukan hal tersebut dengan perlahan dan berurutan. Semua perubahan yang telah dipikirkan tidak bisa semuanya langsung diterapkan. Pelajari langkah-langkahnya dan mulai berubah untuk melaksanakannya.

5 Alasan Mengapa Bisnis Anda Bangkrut
January 25, 2014
0

Memiliki sebuah bisnis sendiri adalah impian bagi setiap orang yang menginginkan kesuksesan secara mandiri. Bisnis yang dikelola sendiri memungkinkan dapat memperoleh keuntungan tak terbatas. Keuntungan tak terbatas ini maksudnya adalah tidak ada seorang pun yang akan mengetahui seberapa besar keuntungan dari bisnisnya di masa depan, tak terkecuali bagi pemilik usaha itu. Bisa jadi di masa depan, bisnis yang dijalankan itu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemungkinan ini selalu ada dan menjadi harapan dan tujuan banyak pengusaha yang saat ini sedang menjalankan bisnisnya.

Kemungkinan baik selalu dibarengi dengan kemungkinan buruk. Jika ada kemungkinan di masa depan usahanya akan berkembang pesat, maka disitu juga terdapat kemungkinan usahanya akan bangkrut. kemungkinan akan bangkrutnya usaha yang telah dijalankan ini memang selalu menjadi mimpi buruk yang kadang-kadang menghambat kinerja pribadi. Sebagai seorang pengusaha mempertimbangkan kedua kemungkinan ini akan menjadi sangat penting. Salah satu cara untuk sedikit mengetahuinya adalah dengan mengetahui beberapa alasan kenapa sebuah usaha kecil tidak dapat berlanjut atau bangkrut.

Beberapa pengusaha muda yang baru terjun ke dunia wirausaha memiliki peluang bangkrut yang lebih besar. Alasannya jelas karena mereka belum memiliki pengalaman dalam mengelola sebuah usaha. Begitu juga para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) sering gulung tikar dari bisnisnya. Ada lima kesalahan mendasar yang sering dilakukan pengusaha muda atau UKM seperti yang dikutip dari CNBC.

Individualis tinggi

Kebanyakan pengusaha bisnis kecil memiliki keinginan untuk melakukan semuanya sendiri. Setelah mengeluarkan sebuah produk, maka seluruh tugas dilakukan oleh dirinya sendiri. Pada awalnya, semua permintaan dapat dilayani, tapi saat permintaan sudah mulai banyak pengusaha cenderung bekerja lebih keras daripada biasanya. Padahal dengan mencari sebuah karyawan untuk membantunya akan lebih efisien dan efektif

Kurangnya Pemasaran

Pengusaha muda cenderung malu-malu dan lebih bersikap pasif. Padahal untuk menjual sebuah produk, banyak orang yang harus tahu tentang produk tersebut. oleh karena itu, perlu membangun sebuah jaringan untuk pelanggan yang mendukung kehadiran produk Anda.

Tidak Mengerti Cara Menyusun Laporan Keuangan

Bisnis kecil sekalipun sangat perlu untuk menyusun sebuah laporan yang menjelaskan kondisi finansial perusahaannya. Dengan melihat laporan ini, semua keputusan yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan dapat diambil.

Meremehkan Keuntungan Kecil

Pengusaha cenderung meremehkan sisa produk, produk rusak atau membuang-buang energi. Padahal semua itu adalah sebuah keuntungan yang dapat diperoleh saat pengusaha dapat memaksimalkannya dengan baik.

Modal minim

Anggapan bahwa untuk memulai usaha, yang lebih penting adalah niat dan usaha keras, terkadang sering disalah artikan dengan langsung terjun ke dunia bisnis dengan modal seadanya. Padahal niat tersebut juga termasuk kondisi keuangan yang stabil sehingga perlu dipersiapkan cadangan dana yang cukup banyak terutama di tahun pertama bisnis berjalan.

Geliat Kebangkitan Entrepreneur Muda Daerah
January 6, 2014
0

Kewirausahaan merupakan salah satu jalan mengurangi pengangguran dan mencapai kemandirian pribadi. Banyak manfaat yang diperoleh dari berwirausaha. Seorang wirausahawan memberikan lapangan kerja bagi orang banyak sambil belajar untuk menjadi sosok pemimpin melalui pengalaman kehidupan nyata, tidak hanya di belakang meja. Mental wirausahawan identik dengan keberanian, ketekunan, kecerdasan dan kerja keras.

Kabar baiknya, kini wirausaha tengah menjamur di kalangan masyarakat seluruh Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar, melainkan juga daerah lainnya. Buktinya, kini banyak sekali kompetisi bisnis baik individu maupun kelompok untuk melakukan sebuah wirausaha khusus kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Biasanya, penyelenggaranya adalah pihak pemberi donasi modal wirausaha seperti CSR (Corporate Social Responsibility).

Selain itu, keberadaan lembaga-lembaga kewirausahaan kian marak sehingga pemuda sebagai calon penerus bangsa memiliki semakin banyak wadah untuk belajar berwirausaha sambil menjalani masa muda bersama orang-orang yang memberi pengaruh positif. Organisasi di kampus pun turut merambah ke ranah wirausaha, sehingga kewirausahaan kian menular antara orang satu dengan lainnya di daerah-daerah seluruh Indonesia.

Antusiasme di Daerah

Walaupun jauh dari ibu kota, pemuda Indonesia yang tinggal di daerah sebenarnya tidak kalah unggul daripada yang tinggal di kota besar. Akses yang relatif sulit terhadap informasi tidak lantas menyurutkan kemauan mereka untuk belajar. Hal ini tampak sekali dalam hasil kompetisi wirausaha, misalnya pada ajang Wirausaha Mandiri 2012, pemenang-pemenang lomba dari kalangan muda berasal dari seluruh penjuru nusantara seperti Gunung Kidul, Gowa, Malang, Subang, dan sebagainya. Adapun pesertanya meliputi 33 propinsi, sehingga patut menjadi sebuah kebanggan dan potensi yang layak dikembangkan demi pertumbuhan ekonomi dan edukasi yang berkelanjutan.

Upaya di balik sukses

Sebagaimana diberitakan media, pengusaha muda kian sukses di daerah-daerah Indonesia. Sebagian usaha sukses tersebut datang dari sektor kuliner, misalnya membuat keripik dan tempe untuk dijual lintas daerah. Ada pula pengusaha muda daerah yang sukses menciptakan omzet ratusan juta dari produksi baju. Sebagian lagi berbisnis bimbel, restoran, jasa penulisan, dan lain-lain.

Kunci dari kesuksesan tersebut tentu tergantung kepada upaya dan keberuntungan. Seseorang yang memiliki kemauan untuk belajar adalah mereka yang berpeluang berhasil lebih besar daripada yang kurang mau belajar. Ketekunan kemudian menentukan keberhasilan dari set up bisnis, memelihara stabilitas gairah menjalani usaha agar tidak mudah terkalahkan oleh penghalang maupun rasa jenuh.

Di mana ada keiginan, di situ ada jalan. Mungkin ungkapan tersebut cocok untuk para pengusaha muda dari daerah yang sukses berbisnis. Soal kendala seperti modal misalnya, bukan apa-apa karena bisa diperoleh dari pinjaman UKM, lomba, maupun bagi hasil dengan penanam modal. Banyak cara menempuh sukses, telah dibuktikan oleh pengusaha-pengusaha muda tanah air ini.