Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Membangun Bisnis Kedai Kopi
May 26, 2014
4

Di zaman sekarang kedai kopi merupakan tempat pilihan utama untuk bercengkerama atau beristirahat bagi para pelajar dan pekerja kantoran setelah mereka pulang kuliah atau kerja. Tempat ini juga sering digunakan sebagai tempat berdiskusi pekerjaan atau pertemuan para sahabat dan relasi bisnis. Bisa dibilang nongkrong di kedai kopi atau kafe sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.

Bisnis ini memiliki potensi besar dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Pertama carilah tempat yang strategis untuk memulai bisnis ini, pilih tempat yang dekat keramaian seperti kampus dan perkantoran karena tempat-tempat ini adalah lokasi utama tempat target pelanggan utamamu beraktifitas. Ciptakan kondisi kedai yang senyaman mungkin sehingga pelangganmu betah nongkrong di kedai kopimu.

Konsep yang unik ditambah dengan design yang mendukung akan membuat kedai kopi milikmu menarik perhatian orang. Jangan lupa lengkapi kedaimu dengan jaringan wifi untuk menemani para pelanggan saat menikmati menu yang ditawarkan. Jaringan wifi merupakan kebutuhan utama mereka saat nongkrong di tempat seperti ini. Peralatan yang dibutuhkan untuk menjalani usaha ini adalah meja, kursi, mesin pembuat kopi, cangkir dan mug, alat pemanas air, blender untuk es kopi dan bahan-bahan pembuat menu tambahan. Stok bahan baku perlu menjadi prioritas anda sebelum memulai usaha kedai kopi ini. Pilihlah biji kopi yang berkualitas dan kalau perlu jadikan produsennya sebagai rekan bisnis untuk menjamin kelancaran usaha  anda.

Sediakan juga bermacam-macam jenis kopi supaya pelanggan anda tidak bosan. Contohnya kopi Arabica, kopi luwak, kopi hitam, kopi coklat, es kopi, dll. Menu tambahan juga diperlukan untuk kedai kopi supaya pelanggan bisa mendapat kepuasan lengkap atau menjadi pilihan alternatif saat mereka sedang tidak ingin minum kopi. Kamu bisa menyediakan roti bakar, pisang goreng, cake, waffle, es krim, dan makanan ringan lainnya. Perhitungkan biaya-biaya operasional dengan benar. Hitunglah mulai dari biaya sewa, gaji pegawai, pengeluaran operasional (listrik, air), dll semua ini harus diperhitungkan untuk mencegah kerugian. Pekerjakan juga pegawai yang berpengalaman sehingga mereka dapat melayani pelanggan dengan ramah dan mengerti cara meracik kopi yang nikmat.

Strategi promosi yang bisa dilakukan agar bisnis kedai kamu semakin berkembang  adalah promosi melalui media sosial atau mengadakan event khusus seperti acara nonton bareng pertandingan sepak bola, live music, stand-up comedy show, dll. Dengan mengadakan event-event seperti ini maka akan lebih mudah menarik pengunjung dan masyarakat luas juga akan mengetahui keberadaan bisnismu. Ciptakan juga pilihan minuman kopi yang inovatif dan memiliki citra rasa yang berbeda sehingga para pelangganmu ketagihan dan ingin datang berkunjung lagi.

Tips Membangun Bisnis Kuliner
May 26, 2014
2

Apa kamu hobi memasak dan memiliki minat besar di bidang kuliner? Kenapa tidak mencoba mengembangkannya menjadi bisnis? Tentu akan menyenangkan bila bisa menyalurkan hobimu sekaligus menghasilkan penghasilan tambahan. Dalam berbisnis kuliner, inovasi dan kreativitas sangatlah diperlukan untuk menciptakan menu masakan yang lezat dan unik sehingga. Makanan yang dijual pun harus disesuaikan dengan selera pasar dan konsumen.

Strategi pertama untuk memulai bisnis kuliner adalah memilih lokasi yang strategis dan mempertimbangkan target konsumen yang dituju. Misalnya bila targetmu adalah para pelajar atau mahasiswa maka harga produknya harus terjangkau dengan kondisi keuangan mereka, selain itu makanannya juga harus lezat, memenuhi selera serta aman bagi kesehatan mereka. Wirausaha kuliner juga tentunya harus menjaga kualitas makanan dan pelayanan restorannya. Dengan pelayanan dan kualitas yang baik para pelanggan pasti akan kembali datang berkunjung atau memesan masakan anda lagi.

Apabila kamu sekarang memiliki modal terbatas, fokuskan dulu pada satu gerai. Lokasi sangatlah penting untuk diperhatikan, pilihlah lokasi yang dekat dengan keramaian sehingga geraimu mudah dicari dan dilihat pelanggan. Jangan lupa melakukan promosi dengan menyebarkan brosur kepada calon pelanggan atau melalui website dan jejaring sosial bila targetmu adalah anak muda. Selain itu kamu harus tekun melakukan riset tentang jenis makanan apa saja yang sedang banyak diminati masyarakat, dengan mengetahui selera pasar kamu bisa terus berinovasi dalam menciptakan menu-menu andalan.

Membuka usaha kuliner merupakan bisnis yang sangat potensial karena makanan merupakan kebutuhan pokok manusia dan akan selalu diminati banyak orang. Dan biasanya bisnis ini sangat berportensi bila lokasinya berada di sekitar perkantoran, sekolah dan universitas karena mereka yang beraktivitas di tempat-tempat tersebut akan mencari tempat untuk makan ketika jam makan siang tiba. Berbagai usaha kuliner yang dapat  anda lakukan diantaranya  adalah menjual  mie ayam, bakso, bubur ayam, gado-gado, sate ayam, batagor, pempek, es cendol, jus buah dan banyak macamnya lagi. Tergantung dari skill dan minat anda dalam bidang kuliner.

Ketika menjalankan usaha ini tentu ada beberapa hambatan yang akan kamu temui, di antaranya bahan masakan yang tidak habis terjual sehingga menyebabkan kerugian. Untuk menghindarinya kamu harus pandai mengantisipasi dengan cara mengetahui menu apa saja yang lebih disukai  pelanggan. Selain itu buatlah perkiraan logistik yang akurat untuk mengindari kelebihan bahan. Hambatan lainnya adalah banyaknya pesaing yang sudah menjalankan usaha yang sama dan lokasinya yang berdekatan dengan usaha kamu. Kamu sebenarnya tidak perlu khawatir, karena masalah ini bisa diatasi dengan menciptakan keunikan dalam menu masakanmu, memberikan servis yang memuaskan sekaligus harga yang kompetitif bagi pelanggan.

5 Tipe Orang yang Dibutuhkan Usaha Startup
May 2, 2014
1

Tidak ada resep ajaib untuk menjamin kesuksesan sebuah startup, namun kurang lebih kesuksesan tersebut tergantung dari tim yang kamu bentuk. Dengan tim yang solid, kesuksesan tentunya akan lebih mudah diraih. Karena itu sangatlah penting memilih orang-orang dengan kapasitas dan talenta yang saling melengkapi. Bila setiap orang dalam tim mengerti peran dan tanggung jawabnya masing-masing, mereka akan bisa bekerja lebih baik dan efektif. Kerjasama dan komunikasi pun bisa terjaga dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman dan perselisihan.

Berikut ini adalah 5 tipe orang yang dibutuhkan oleh sebuah tim startup:

1. Technical Genius. Bila kamu ingin memulai usaha startup yang berhubungan dengan teknologi, tipe inilah yang sangat kamu butuhkan. Carilah orang yang memiliki pengetahuan teknikal yang kuat supaya dia bisa memimpin dan mengkoordinasi segala agenda teknikal dalam tim. Orang ini juga harus bisa menjadi inovator yang akan menciptakan produk-produk baru untuk diluncurkan ke pasar.

2. The Leader. Orang dengan jiwa kepemimpinan akan memegang peran penting dalam sebuah tim dan orang ini harus menjadi figur yang dihormati dan dihargai anggota lain dalam tim. Di dalam sebuah usaha startup akan sulit bila semua orang memiliki suara yang sama, karena itulah seorang pemimpin dibutuhkan untuk membuat keputusan-keputusan penting dan memotivasi timnya. Orang ini jugalah yang akan merepresentasikan bisnismu dalam meeting-meeting penting atau public event untuk meningkatkan profile perusahaanmu. Carilah orang dengan karisma dan kepribadian yang kuat untuk posisi ini.

3. Industry Veteran. Orang yang memiliki pengalaman dalam industri bidang usahamu bergelut sangatlah dibutuhkan karena mereka memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan tentang seluk beluk industri tersebut. Koneksi mereka juga akan dibutukan untuk mengembangkan jaringan bisnismu. Bila usaha startup-mu terdiri dari anak-anak muda yang minim pengalaman, kamu harus memiliki satu orang dengan tipe seperti ini untuk menambah kredibilitas usahamu.

4. Salesman. Orang ini adalah orang yang akan menjual produkmu kepada customer, dia harus tahu bagaimana cara mempromosikan nilai dan kelebihan produkmu pada mereka. Karena saat kita berusaha menjual sesuatu, kita bukan menjual teknologi itu sendiri tapi lebih tentang manfaat apa yang bisa kita berikan pada customer. Salesman yang baik akan mengerti cara menjual produkmu dengan efektif, dia akan menjadi orang di garis depan yang memperkenalkan produkmu kepada masyarakat.

5. Financial Manager. Jika produkmu belum diluncurkan ke pasaran tentu kamu harus memonitor semua pengeluaranmu. Karena itulah kamu membutuhkan seseorang yang bisa mengelola keuangan usahamu, orang ini harus memiliki kemampuan accounting yang baik sekaligus good sense of money management. Bila timmu masih kecil, kamu bisa mendelegasi posisi ini pada orang yang memiliki pengalaman menangani masalah keuangan.

Membentuk Mental Kuat Dalam Berbisnis
April 30, 2014
0

Membangun bisnis sama seperti membangun sebuah rumah, butuh fondasi yang kuat supaya rumah tersebut berdiri dengan kokoh. Karena itulah dalam membangun bisnis, mental yang kuat pun diperlukan agar bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik. Tetapi kadang kala banyak hal yang membuat semangat kita menjadi kendur entah itu dikarenakan masalah modal, masalah operasional, pegawai yang tidak bisa dipercaya, klien yang kabur dan berbagai macamnya lagi. Di situasi-situasi macam itulah mental yang kuat diperlukan supaya bisnis bisa bertahan, berikut adalah beberapa faktor yang membentuk mental kuat dalam berbisnis:

1. Berpikir positif. Berpikir positif dapat dilakukan dengan cara terus menerus menanamkan kalimat  positif untuk diri sendiri misalnya jika selama ini kita menilai diri sendiri tidak mampu untuk menjalankan bisnis, cobalah mengucapkan kata “Saya bisa dan saya mampu” setiap kali pikiran negatif Itu datang. Cara demikian sangat membantu untuk mengenyahkan keraguan dan membiasakan kita berpikir positif tentang diri sendiri.

2. Tidak mudah menyerah. Setiap bisnis apapun baru akan berhasil jika kita tekun melakukannya dan tahan banting saat mengelolanya. Pupuklah sikap ini dengan cara menegaskan dalam diri kita sendiri untuk selalu bangkit  dan kembali berlari setiap kali tertimpa masalah dengan mengatakan pada diri sendiri, “Saya Bisa”.

3. Mau selalu belajar. Kita perlu belajar dari siapapun, terutama dari pesaing kita. Bacalah majalah bisnis, ikuti berita, perkembangan mode dan lakukan riset pasar untuk mengetahui barang apa yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang. Berbisnis memang harus menjadi ajang  pembelajaran yang berkesinambungan.

4. Keberanian mengambil resiko. Berani mengambil resiko berarti berani keluar dari zona nyaman. Banyak pengusaha yang mengalami jatuh bangun di tahun-tahun awal bisnisnya. Itu adalah resiko yang harus dijalani oleh mereka, namun mereka tidak berputus asa melainkan mereka memandang resiko itu sebagai jalan untuk maju dan menjadikannya sebagai tantangan bukan penghalang baginya.

5. Kemampuan bersaing dengan sehat. Kita tidak perlu menjatuhkan lawan bisnis dengan cara menjelek-jelekan mereka, menyebar desas desus atau fitnah yang tidak  diketahui asal usulnya.

6. Keberanian mengemukakan pendapat. Tanpa keberanian, ide-ide kita akan sulit diterima. Banyak pengusaha yang awalnya diragukan banyak orang karena idenya dianggap tidak lazim, namun mereka tetap yakin dengan pendapatnya tanpa memperdulikan opini orang lain sehingga lama-kelamaan banyak orang yang akhirnya percaya dengan ide-ide mereka.

7. Kemampuan bekerja dalam tim. Sebagai pengusaha, kita akan bekerja sama dengan banyak orang baik itu keluarga, karyawan, klien, supplier, media atau lainnya. Untuk dapat bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim kita perlu mengenali kelebihan serta tipe kepribadian mereka agar  kita bisa menempatkan setiap orang dalam posisi yang sesuai. Memilih dan menempatkan orang yang tepat akan membuat bisnis kita berjalan optimal.

8. Kemampuan menangani masalah. Bekerja dengan banyak orang yang memiliki watak berbeda-beda sangat potensial memunculkan banyak masalah. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari teknik-teknik mengendalikan masalah, keterbukaan dan cara berkomunikasi yang baik agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik.

Pentingnya EQ Dalam Berbisnis
April 18, 2014
1

Kecerdasan emosional atau EQ adalah salah satu faktor penting untuk meraih kesuksesan dalam bisnismu. Berikut ada 5 sikap yang diterapkan orang dengan kecerdasan emosional tinggi untuk meraih kesuksesan di dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi mereka.

1. Bertindaklah jangan hanya bicara. Saat ingin mempekerjakan seseorang, jangan mendengarkan bualan seseorang tentang pentingnya kerja keras. Namun cari tahu tentang track record mereka di pekerjaan sebelumnya, apakah mereka memenuhi deadline? Mendapatkan deal? Apa saja yang sudah mereka kerjakan? Dalam bisnis, bicara itu murah. Yang terpenting adalah mengetahui apa yang sudah seseorang lakukan dan capai dari tindakan nyata.

2. Kontrol dirimu. Kita semua memiliki emosi dan terkadang hal kecil bisa menjadi besar. Orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi tahu bagaimana berhenti sejenak untuk berpikir dan mencegah dirinya untuk terpengaruh hal yang tidak penting. Apakah ada orang yang menginterupsimu di meeting? Lebih baik kamu mengabaikan orang itu dan tidak membesarkan masalah atau malah menaruh dendam pada orang tersebut. Mungkin saja orang itu sedang ditekan oleh bosnya karena itu dia harus memamerkan kemampuannya. Berpikirlah dengan tenang dan objektif, ingat ini semua tidak selalu tentang dirimu.

Peraturan yang sama berlaku pada hubungan personal atau bisnismu. Semua orang mengalami hari yang buruk dan memiliki masalahnya sendiri. Contohnya bila teman kencanmu tidak ingin berdansa denganmu, itu bukan berarti dia malu karena dilihat sedang bersamamu, mungkin saja dia memang tidak pandai berdansa atau ada alasan lainnya. Jangan terlalu memikirkan kejadian tersebut dan segera move on.

3. Selalu ingat tujuanmu. Orang yang sukses di kehidupan dan bisnis mereka selalu bisa melihat the big picture. Ini berarti bisa mengabaikan hal-hal kecil dan menghadapi tantangan-tantangan lain yang ada tiap harinya. Bila kamu memiliki tujuan akhir di kepalamu, akan lebih mudah untuk bernegoisasi dengan klien yang sulit, membuat kerjasama yang sukses dan memfokuskan energimu pada apa yang paling penting bagi kesuksesan bisnismu.

Hal yang sama berlaku untuk hubungan personalmu. Bila hubungan jangka panjang dengan pasanganmu adalah prioritas utamamu, maka isu besar seperti money management atau membesarkan anak akan lebih mudah dinegoisasikan karena kalian berdua memiliki fokus yang sama untuk sukses dalam hubungan kalian.

4. Jauhkan diri dari orang berenergi negatif. Bisnis yang baik memancarkan energi baik dan orang yang negatif akan menghancurkan sebuah organisasi. Wirausaha dengan EQ yang tinggi tahu bahwa banyak sekali orang positif di dunia, karena itu akan sangat membuang waktu bila harus menangani orang yang berenergi negatif. Bahkan pekerja dengan performance tinggi sekalipun bukanlah pilihan yang baik bila mereka manipulatif, agresif dan menyebarkan energi negatif di kantor.

Jika seseorang membuatmu merasa buruk tentang dirimu sendiri dan menghabiskan energimu, segera jauhilah dia. Orang dengan EQ tinggi memiliki toleransi rendah pada orang yang tidak tulus, kritikal, manja dan memiliki kebiasaan yang buruk. Beberapa orang tidaklah patut berada di kehidupanmu dan kamu harus berani untuk berkata cukup pada mereka.

5. Jagalah koneksimu. Hanya karena sebuah hubungan selesai, itu bukan berarti kamu harus menghancurkan semua jembatannya. Bahkan jika sebuah perjanjian tidak berakhir dengan mulus, orang dengan EQ tinggi akan berusaha untuk menjaga hubungan yang baik dan positif. Karena kamu tidak akan pernah tahu kapan kalian akan bertemu lagi atau bahkan memerlukan orang itu di masa depan.

Bila hubungan tidak bertahan selamanya itu bukan berarti kamu harus berpisah sebagai musuh. Kebanyakan sebuah hubungan selesai karena kondisi dan perbedaan yang ada dan bukan karena sesuatu yang personal. Jika jembatan hubungan tersebut masih ada, akan ada banyak kesempatan untuk membangun hubungan tersebut lagi.

5 Tips Memulai Bisnis Sampingan
April 11, 2014
0

Banyak wirausaha muda yang keluar dari pekerjaan mereka untuk merintis usaha mereka sendiri, namun tidak semuanya memiliki privilege untuk melakukan itu karena berbagai faktor seperti keberanian, uang, koneksi ataupun pengalaman. Karena itu bagi kamu yang belum siap untuk membangun usaha dari nol dan meninggalkan pekerjaan full-time, kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki bisnis sampingan yang menghasilkan uang.

Memiliki bisnis sampingan sudah menjadi hal yang umum bagi banyak orang dan bahkan sudah menjadi trend masa kini terutama di kalangan anak muda. Banyak orang yang saya kenal memiliki bisnis sampingan selain pekerjaan full time yang mereka punya. Selain memberikan pemasukan tambahan, bisnis kecil yang mereka punya juga memberikan kepuasan tersendiri dan tentunya memberikan banyak pengalaman.

Tertarik untuk memulai bisnis sampingan? Berikut adalah 5 tips yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memulainya:

1. Tentukan apa yang bisa kamu tawarkan. Sebelum memulai bisnismu, sangatlah penting untuk mengetahui keadaan market secara keseluruhan dan dimana kamu bisa fit-in. Kamu bisa cek website freelancer seperti elance atau freelancer.com untuk melihat bagaimana orang lain mendapatkan uang. Dengan memeriksa online marketplaces, kamu bisa memiliki pengetahuan dan gambaran yang lebih baik tentang jasa unik apa yang bisa ditawarkan dan bagaimana cara menetapkan harga yang cocok untuk itu.

2. Hentikan pengeluaran yang tidak perlu. Banyak wirausaha yang mengeluarkan terlalu banyak uang untuk bisnis baru mereka. Karena itu pastikan kamu mengatur keuanganmu dengan hati-hati dan memotong pengeluaran yang tidak diperlukan. Contohnya bila kamu tertarik dengan bisnis E-Commerce, buatlah toko onlinemu di website E-Commerce populer seperti eBay atau Amazon. Dengan begitu kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membangunnya dari awal dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada di sana.

3. Tahu kelemahanmu. Kamu mungkin adalah seorang graphic designer yang ahli , namun kamu tidak memiliki pengalaman marketing atau sales. Setelah kamu tahu kekuranganmu, kamu bisa berhubungan dengan wirausaha online lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuanmu tentang bidang tersebut.

4. Tes marketplace yang ada. Sudah bukan rahasia bahwa sulit untuk memprediksi apa yang customer inginkan. Karena itu kamu harus mengumpulkan feedback dari klienmu untuk membantu mengetahui apa yang cocok bagi target audiencemu. Dengan mengetahui apa yang pelangganmu inginkan, kamu bisa mulai mengatur strategi bisnis yang sekiranya bisa diterima oleh mereka dan menghasilkan keuntungan.

5. Menikmati tantangan yang ada. Bila ini kali pertama kamu memulai bisnis, tentu akan banyak kesulitan dan tantangan yang kamu temui. Namun kamu tidak boleh membiarkan tantangan tersebut membuatmu jadi down. Membuat sebuah bisnis bahkan sekecil apapun pasti akan menemui penolakan dan itu berarti kamu harus membuat perubahan pada jasa atau produk yang kamu tawarkan.

5 Langkah Mudah Menulis Business Plan
April 8, 2014
0
Membuat business plan sangatlah penting bagi setiap pengusaha, tapi bila ini pertama kali membuatnya tentu kamu akan menemui beberapa kesulitan. Para pemilik bisnis akan beargumen tentang seberapa panjang business plan itu harus dibuat, namun biasanya satu halaman business plan bisa mengcover semua kebutuhan untuk memulai bisnismu.

 

Jangan khawatir, kamu tidak akan bisa salah bila memulai dengan satu halaman business plan dan seiring dengan waktu kamu bisa menambahnya sedikit demi sedikit. Ingatlah bahwa saat ini, business plan yang terburuk adalah sesuatu yang tidak akan kamu tulis, jangan biarkan paralisis analis menghalangimu untuk memulai menulis planmu.
Berikut adalah 5 langkah mudah untuk menulis business plan:

 

1. Mulai dari visimu. Mulailah menulis planmu dengan memikirkan akhirnya. Kamu harus tahu mau dibawa kemana bisnismu sehingga arah business planmu bisa dikomunikasikan dengan jelas di plannya. Apakah kamu mau mengembangkan bisnismu untuk menjual? Apa bisnismu ini akan menjadi sebuah peninggalan yang akan bertahan lama? Apa visi besar yang akan menjadi tujuan akhirmu? Sangatlah penting untuk memulai dengan visi akhir bisnismu, dengan begitu semuanya bisa diringkas dengan baik di proposal yang kamu buat.

2. Buat pernyataan tentang misimu. Setelah kamu tahu visimu, sekarang kamu perlu untuk mendiskripsikan apa yang akan kamu lakukan untuk mencapai visi itu dengan singkat dan jelas. Pernyataan ini akan perlu dipajang di tempat di mana kamu dan stafmu bisa melihatnya setiap hari untuk mengingatkan mengapa kamu melakukan pekerjaanmu setiap harinya.

3. Buat list untuk tujuanmu. Pikirkan tujuanmu dan apa yang ingin kamu capai dengan format bullet point. Contohnya, “mendominasi setidaknya 10% dari market niche pada tahun 2016,” atau tujuan HR seperti “pekerjakan full time graphic designer sebelum akhir tahun.” Itu adalah contoh tujuan besar yang ingin kamu capai dengan kurun waktu yang sudah ditetapkan.

4. Bentuk strategimu. Strategimu mendeskripsikan bagaimana rencanamu untuk mencapai tujuan. Apa marketing planmu? Strategi Sales? Apakah kamu akan mendedikasikan waktumu untuk research dan development? Apa strategimu untuk mencapai obyektifmu?

5. Membuat action plan. Kamu sudah memiliki obyektif dan memutuskan strategimu, sekarang apa langkahmu untuk memastikan bisnismu bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dan mewujudkan visimu? Ini harus berbentuk tindakan jangka pendek yang bisa dimulai lakukan sekarang untuk mencapai tujuan akhirmu.

Menulis business plan tentu cukup menantang terutama untuk pemula. Tapi ingatlah plan ini tidak perlu ditulis dengan rumit. Buatlah prosesnya menjadi simple dan mulailah dari hari ini dengan mengikuti lima langkah di atas untuk menulis business plan bisnis yang sedang ingin kamu jalankan.

Tips Sukses Bekerja di Perusahaan Startup
April 2, 2014
1
Bekerja di Startup

Membangun sebuah usaha startup bukanlah hal yang mudah dan sebelum kamu bisa mendirikan sebuah usaha, ada baiknya kalau kamu bekerja di sebuah perusahaan startup terlebih dahulu. Di sana kamu bisa banyak belajar, membangun network dan menimbun segudang pengalaman. Kelak dengan modal tersebut kamu akan mempunyai bekal dan pengetahuan yang cukup untuk membangun usahamu sendiri. Ada beberapa kualitas yang akan memastikan kesuksesanmu di dunia startup tidak peduli seberapa banyak pengalaman atau minatmu. Berikut adalah lima kualitas untuk meraih kesuksesan dalam usaha startup. Kelima tips ini tidak hanya akan membantumu mendapatkan pekerjaan namun juga menjadi penggerak untuk kesuksesan perusahaanmu.

1. Passion untuk produk. Para pendiri usaha startup mencari orang yang bisa membantu mengubah visi mereka jadi kenyataan. Jadi saat diundang ke sebuah interview kamu harus mempersiapkan pertanyaan dan feedback yang menunjukkan bahwa kamu sudah memiliki pengetahuan tentang produk perusahaan tersebut. Mereka ingin tahu apakah tiap pelamar benar-benar memiliki ketertarikan pada produk yang dijual sekaligus pada perusahaan mereka.

2. Mental yang kuat. Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil untuk sebuah startup. Karena pada dasarnya kamu akan bekerja dengan tim kecil dan akan selalu harus menyelesaikan tantangan-tantangan baru yang muncul, kalimat “itu bukan pekerjaan saya,” tidak boleh ada dalam kamusmu. Bisnis yang masih kecil memerlukan orang-orang yang mau melakukan apa saja untuk membuat perusahaannya sukses. Di perusahaan yang hanya memiliki 10 orang pekerja, semua orang harus bekerja bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

3. Share dan wujudkan ide-idemu. Bila kamu mempunyai ide bagus, jangan hanya berbagi pada kolegamu namun tunjukkan bahwa kamu bisa melaksanakannya. Memiliki ide hebat tidak akan berarti tanpa eksekusi dan pelaksanaan. Kunci kesuksesanmu terletak pada kemampuanmu untuk mengeksekusi ide-ide hebatmu. Saat kamu menceritakan tentang prestasimu di masa lalu pastikan kamu menekankan momen dimana kamu berhasil mengimplementasikan perubahan atau menunjukkan inisiatif  baru.

4. Jadilah orang yang proaktif bukan reaktif. Tidak peduli seberapa muda umurmu atau pengalamanmu yang masih sedikit, bagian terbaik bekerja pada sebuah startup adalah semua orang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam skala besar. Tunjukkan bahwa kamu selalu bisa berpikir jauh ke depan dan bisa melihat kesempatan baru untuk memajukan bisnis. Walaupun itu hanya tugas simpel seperti membuat report, membantu kolegamu saat tugasmu sudah selesai atau menghabiskan waktu luangmu untuk mencari ide dan strategi untuk mengimplementasikannya.

5. Jadilah ahli strategi bukan penonton. Saat membangun konsep dari awal, proses dan tujuan akan terus berubah, jadi lihatlah semuanya dengan pandangan kritis. Misimu adalah untuk menyelesaikan masalah dan menemukan kesempatan baru untuk perubahan dan perbaikan. Walaupun kamu adalah staff paling junior, jangan takut untuk menantang status quo, carilah kesempatan untuk berbagi wawasan dan pendapat dengan timmu.

Tips Memilih Partner Usaha
March 28, 2014
0

Memilih mitra kerja dalam berbisnis mirip dengan memilih pasangan hidup. Jangan pernah berpikir untuk bercerai kalau sudah memutuskan untuk menikah. Jangan pernah berpikir untuk pecah kongsi bila sudah memutuskan untuk bekerjasama dengan seseorang. Oleh karena itu, berhati-hati dalam memilih rekan usaha mutlak dilakukan. Bila dalam perjalanannya muncul masalah berkaitan dengan cara komunikasi, karakter yang kurang cocok, atau faktor lainnya, sebelum memutuskan untuk ‘bercerai’, lebih baik didiskusikan dulu dengan kepala dingin. Namun masalahnya jadi beda bila yang menyebabkan terputusnya kerjasama, bahkan merembet ke masalah hukum, adalah karena faktor penipuan.

Nah, agar pembaca tidak salah memilih mitra, berikut kami share pengalaman seorang sarjana yang mencoba terjun di dunia wirausaha tahun 2002-2003 dan tertipu oleh empat mitra bisnis sekaligus di Bandung.

Pilih karena profesional, bukan karena teman

Ini adalah ‘penyakit’ seorang investor pemula. Karena percaya sama teman sekolahnya, dia berani menanam modal sekian juta rupiah untuk bisnis yang dijalankan temannya tersebut. Hal ini sebenarnya tidaklah masalah dengan syarat bahwa hubungan sang investor dan teman sekolah/masa kecilnya itu tidak terputus. Misalnya dia bersahabat dengan si A yang merupakan teman waktu SMP, lalu ketika keduanya pindah kota, mereka tidak bertemu hingga 15 tahun kemudian.  Si A sedang berbisnis dan menawarkan investasi kepada investor tersebut. Padahal dalam kurun waktu yang lama tersebut, terjadi perbedaan karakter, sikap, dan miss-informasi tentang si A, namun sang investor menggunakan kerangka pola pikir yang sama ketika ia SMP bahwa temannya ini adalah orang yang baik. Jauh lebih bijaksana kalau investor tersebut menanam uangnya karena melihat profesionalitas kawannya ini, bukan karena keakraban di masa lalu.

Mendatangi Tempat Usaha, Tidak Menjamin Tidak Nipu

Saat wirausaha muda ini berinvestasi pada sebuah usaha roti rumahan, ia mendatangi rumah pemiliknya, melihat produksinya, dan menyaksikan pemasarannya. Ternyata itu pun tidak menjamin kalau pemiliknya tidak bakal kabur dari rumah. Bersama seorang investor lainnya, ia terpaksa mengejar si pemilik hingga masuk ke daerah pegunungan di kawasan Bale Endah, Bandung. Bahkan terpaksa mendatangi orang tuanya di daerah Riung. Meski dibanding yang lain investasinya terbilang kecil, tapi tetap saja hitungannya adalah rugi karena ia bahkan belum mendapatkan bagi hasil yang dijanjikan. Sama juga dengan usaha handphone bekas yang sudah didatangi lokasinya, melihat operasional sehari-hari, silaturahmi ke rumah ownernya, dan ternyata tetap saja kabur ketika jatuh tempo pembayaran tidak bisa dipenuhi. Jadi, melihat langsung usaha calon mitra merupakan salah satu ikhtiar untuk meminimalisir penipuan, namun tidak menjamin seratus persen kalau kita tidak ditipu.

Ramai yang Percaya, Tidak Berarti Tidak Nipu

Kalau yang ini, rasanya pembaca sudah tidak perlu mempertanyakan lagi. Kasus-kasus seperti PT. QSAR, investasi bebek Add Farm, arisan lebaran dan lainnya menunjukkan bahwa banyaknya investor tidak berarti sebuah usaha layak dipercaya. Apalagi kalau investor-investor tersebut rata-rata adalah masyarakat yang awam dalam berbisnis, sekalipun di dalamnya ada pejabat pemerintah maupun kalangan artis. Sebuah usaha baru bisa dikatakan ‘aman’ kalau memiliki dewan komisaris yang terdiri dari para investor-investor. Itulah sebabnya kenapa perusahaan-perusahaan Tbk boleh dikatakan steril dari unsur penipuan meski menghimpun dana masyarakat. Salah satunya adalah karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki dewan komisaris.

Jadi, sebelum terjun dan bermitra dengan seorang pengusaha, perhatikan dulu tips-tips di atas agar uang Anda yang sudah ditabung bertahun-tahun selamat dari usaha penipuan terselubung. Sukses buat Anda!

6 Langkah Untuk Meraih Sukses Sebagai Wirausaha Muda
March 24, 2014
0
Steps to be Successful Entrepreneur

Generasi muda zaman sekarang identik dengan rentang perhatian yang singkat, tidak sabaran dan suka mengambil resiko. Banyak yang berpendapat bahwa kualitas tersebut adalah kualitas yang memiliki dampak buruk bagi seseorang dan lingkungannya. Padahal pada kenyataannya, kualitas-kualitas tersebut tidaklah selalu buruk terutama bila kamu berencana untuk menjadi seorang wirausaha muda.

Apa yang disebut orang sebagai kelemahan sebenarnya bisa menjadi sebuah kelebihan bila dikembangkan dengan benar. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara antusiasme anak muda dan nilai tradisional yang bisa digunakan sebagai tulang punggung sebuah bisnis. Berikut adalah 7 cara untuk mendapatkan keseimbangan tersebut:

1. Stay energetic. Memulai sebuah bisnis perlu energi dan antusiasme yang tanpa batas. Kamu harus bersemangat mengenai produk atau jasa yang kamu jual, karena bila kamu sendiri tidak bagaimana orang lain bisa? Selain itu antusiasmemu akan menular ke orang lain. Semangatmu akan membantu untuk mendapatkan lead bisnis dan membangun tim yang energik dan berkomitmen.

2. Jadilah tidak sabaran. Terkadang orang yang berkata padamu untuk lebih bersabar akan mengingatkanmu pada pepatah siapa cepat dia yang dapat. Pada kenyataannya kamu harus bergerak cepat untuk mengambil semua kesempatan yang ada. Dan saat problem-problem bermunculan, jangan duduk menunggu berharap itu selesai dengan sendirinya. Bertindaklah untuk memperbaikinya dengan cepat supaya tidak menimbulkan efek yang berkepanjangan. Bekerja dengan efisien dan cepat akan meningkatkan produktifitas bisnismu.

3. Ambil Resiko. Meluncurkan bisnis yang sukses akan selalu penuh resiko. Untungnya saat kamu masih muda seperti sekarang, kehilangan yang kamu rasakan akan lebih sedikit. Bila kamu mempunyai ide yang bagus, cobalah jalankan. Setidaknya bila bisnis itu gagal, kamu akan belajar sesuatu karena ini adalah saat yang tepat untuk menjadi berani.

4. Menggunakan Media Sosial. Untuk memperluas jaringanmu, media sosial adalah medium yang wajib kamu gunakan. Selain itu media sosial juga bisa digunakan untuk meningkatkan product awareness sekaligus membangun brandmu. Bila pemilik bisnis yang lebih tua masih kesulitan untuk menggunakan protokol sosial, kamu sudah menguasai dengan baik dan selangkah lebih maju dari mereka.

5. Mencari bantuan dan saran. Wirausaha yang pintar tahu bagaimana dan kapan untuk mencari bantuan. Bicaralah pada pemilik bisnis yang kamu kagumi, baca buku tentang inovator sukses dan carilah mentor yang bisa membimbingmu. Semua ini harus dilakukan untuk mengembangkan naluri bisnismu.

6. Pekerjakan pegawai yang berpengalaman. Pertimbangkanlah untuk mempekerjakan orang yang lebih tua darimu karena pada dasarnya kamu harus memiliki tim dengan kombinasi jiwa muda enegrik dan profesional yang sudah memiliki pengalaman. Contohnya Mark Zuckerberg yang mempekerjakan Sheryl Sandberg, seorang profesional dengan pengalaman 15 tahun lebih darinya. Keduanya memberikan kontribusi yang berbeda pada perusahaan dan melengkapi satu sama lain.