Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Jurus Menggaet Pengunjung Saat Low Season
29/03/2014
0

Bagi pelaku industri hospitality, high season seperti lebaran, natal, liburan anak sekolah merupakan masa-masa omset meningkat tajam. Okupansi hotel sudah bisa dipastikan penuh dan harus dibooking jauh-jauh hari. Mal-mal dan pusat perbelanjaan menggelar beragam event menarik tematik dan diskon besar-besaran buat pengunjung setianya. Tempat hiburan pun tidak kalah penuh dan harus antri dari pagi supaya bisa masuk ke dalam. Biasanya pada masa-masa seperti itu harga tiket pesawat dan hotel juga naik.

Namun bagaimana jika high season berlalu dan berganti dengan low season? Mendadak jumlah pengunjung menurun, pendapatan merosot, dan harga pun kembali ‘normal’. Bagi pelaku bisnis, hal seperti ini sering terjadi setiap tahun dan jika tidak memiliki strategi jitu dalam menghadapi low season, bisa dipastikan bahwa usaha tersebut akan mandeg atau malah merugi. Baik high season maupun low season keduanya membutuhkan strategi yang berbeda dalam penanganan.

Taman Impian Jaya Ancol misalnya. Ketika memasuki masa low season, pusat taman kreasi yang berdiri 46 tahun lalu itu mendekati sekolah-sekolah untuk mempromosikan konsep edutainment (education and entertainment) yang berbasis kompetensi untuk para pelajar. Bentuk kegiatannya berupa event yang fokus pada kedua unsur tersebut, seperti “Flora Fest”. Lalu ada pelajaran Biologi ketika masuk ke Ocean Dream Samudera. Mereka akan belajar tentang biota laut dan menyaksikan sendiri kehidupan di dalamnya, bukan sekedar dari buku pelajaran di sekolah.  Selain itu ada juga pelajaran fisika ketika mereka berekreasi ke Dunia Fantasi, misalnya bagaimana sebuah wahana seperti Halilintar bergerak mengikuti hukum fisika. Aktivasi brand ini merupakan strategi untuk mempertahankan jumlah pengunjung. Hasilnya? Saat low season pengunjung Ancol hanya mengalami sedikit penurunan.

Pusat perbelanjaan pun demikian juga. Meski secara umum event besar setiap tahun adalah Lebaran, Natal dan Imlek, namun kreatifitas pengelolanya dalam menciptakan event ‘sampingan’ bisa diacungkan jempol. Mal Kelapa Gading adalah salah satu contohnya. Di luar ketiga event tersebut, pengelola shopping center yang menyatu dengan Hotel Harris dan apartemen The Summit ini menciptakan event besar lainnya yang dinamakan Jakarta Fashion & Food Festival. Digelar setiap bulan Mei sejak tahun 2004, kegiatan ini sukses mendatangkan ribuan pengunjung setiap hari selama 7-10 hari kegiatan. Pagelaran fashion show, music performance, wisata kuliner Kampong Tempo Doeloe, beauty class, parade Karnaval bertajuk Gading Carnival dan lainnya  menjadi daya tarik masyarakat Selatan Jakarta untuk ke mal yang berada di Jakarta Utara ini. Apalagi acara ini pun diliput oleh Metro TV. Belum termasuk event-event lain seperti KemerdekaanRI, Spring Season, dan tentu saja Tahun Baru.

La Piazza, pusat hiburan yang berada di samping Mal Kelapa Gading, juga punya strategi jitu dalam menarik pengunjung dalam low season. Selain menggelar musik performance setiap minggu, tempat hang out bergaya arsitektur Paris ini juga mengadakan event seperti Nonton Bola Bareng atau artist performance yang setiap bulannya bisa berbeda-beda.

Jadi low season bukanlah masalah selama masih ada cara untuk menarik pengunjung. Ini kesempatan buat Anda yang berbisnis event organizer untuk menawarkan konsep bagi calon klien seperti mal dan pusat hiburan. Anda bisa menciptakan kegiatan yang menarik dan atraktif tanpa harus terikat dengan momentum tertentu. Sebab di Indonesia ini sebenarnya banyak hari-hari ‘besar’ yang selalu dimanfaatkan untuk meraup profit. Sebagai contoh adalah Pesta Halloween, yang hanya dikenal di masyarakat Eropa dan Amerika. Namun dengan jeli, Cengkareng Golf Club, salah satu golf course yang berada di daerah bandara Soekarno-Hatta, malah menyelenggarakan turnamen golf bertema Halloween. Para pemain golf yang rata-rata adalah kelas premium dan hampir pasti mereka sudah sering ke Eropa, tentu akan memanfaatkan kegiatan tematik seperti ini. Dan ini adalah peluang yang menggiurkan.


Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *