Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Perbedaan antara Bisnis dan Brand
06/03/2014
0
Brand or Business

Membangun sebuah bisnis bukan berarti sudah membuat sebuah brand. Karena ada perbedaan signifikan antara keduanya. Sebenarnya apa yang membedakan bisnis dari brand? Apakah jumlah outletnya? Pendapatannya? Atau sesuatu yang bisa diukur dari mention hashtag dan jumlah retweet? Dan apa yang harus seorang pengusaha lakukan sebelum dia bisa berkata, “Kami bukanlah hanya sebuah bisnis, kami adalah sebuah brand”?

Di Wikipedia, brand didefinisikan sebagai nama, istilah, design, simbol atau faktor lainnya yang menjadi ciri khas sebuah produk dan membedakannya dari produk serupa lainnya. Jadi pada dasarnya setiap pengusaha perlu membuat produk yang unik sebelum bisa menciptakan sebuah brand.

Sedangkan untuk sebagian brand manager, definisi dari sebuah brand adalah “apa yang dipikirkan orang saat mereka mendengar nama brand tersebut.” Dengan kata lain, brandmu adalah reputasimu. Banyak juga yang memiliki persepsi bahwa brand adalah bisnis besar yang menghasilkan produk berkualitas tinggi seperti Starbucks, Coca-Cola, Target dan Apple. Dengan penekanan bahwa brand-brand tersebut bisa menjadi seperti sekarang berkat konsistensi mereka dalam menghasilkan produk dengan kualitas terbaik di pasar selama beberapa dekade terakhir.

Kualitas, diferensiasi dan reputasi adalah fondasi penting dalam membangun sebuah brand, tapi ketiga faktor itu tetaplah hanya karakteristik fungsional. Contohnya restoran lokal dekat rumah saya yang memiliki beberapa cabang di Jakarta, walaupun restoran itu lumayan terkenal dengan kualitas masakan yang memuaskan, tetap saja mereka belum bisa dibilang sebuah brand. Setidaknya belum sampai pada level Coca-Cola, McDonald’s atau Starbucks.

Kini kembali ke pertanyaan awal, apa yang sebenarnya membedakan bisnis dengan brand?

Sebuah bisnis akan menjadi brand bila bisnis tersebut berhasil melampaui kategori awal mereka dan memiliki filosofi kuat yang membawanya menjadi brand yang mendunia. Orang pun akan langsung mengingat nama brand tersebut bila memikirkan sebuah kebutuhan, jenis barang atau jasa. Misalnya Lego, brand mainan anak-anak dengan filosofi “kreativitas dan imajinasi masa kecil”. Sekarang Lego sudah melampaui kategori awalnya sebagai mainan dan menjadi salah satu brand yang paling ikonis di dunia. Dengan kepopuleran brandnya, Lego juga berhasil merambah ke industri lain seperti sepatu, video game, robot, taman hiburan dan bahkan filmnya sendiri.

Contoh lain adalah Coca-Cola, yang sebenarnya hanya air berkarbonasi dengan campuran gula atau sirup jagung. Brand ini sudah memiliki sinonim dengan tagline-nya “moment kebahagiaan yang tak terduga”. Filosofi yang sederhana namun kuat ini memberikan jalan bagi Coke untuk melampaui fungsi dasarnya sebagai minuman bersoda dan menjadi simbol gaya hidup dimana orang bisa merasa terhubung pada level yang jauh lebih dalam.

Jadi bila lain kali kamu bertanya-tanya apakah kamu sekarang sedang memiliki bisnis atau brand, tanyakan pada dirimu, “Sebenarnya apa yang sedang kujual?” Jika jawabannya adalah sesuatu yang lebih besar dari kategori bisnismu sekarang, kamu mungkin sudah ada di jalan yang tepat untuk membangun sebuah brand yang sukses.


Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *