Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Membentuk Mental Kuat Dalam Berbisnis
April 30, 2014
0

Membangun bisnis sama seperti membangun sebuah rumah, butuh fondasi yang kuat supaya rumah tersebut berdiri dengan kokoh. Karena itulah dalam membangun bisnis, mental yang kuat pun diperlukan agar bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik. Tetapi kadang kala banyak hal yang membuat semangat kita menjadi kendur entah itu dikarenakan masalah modal, masalah operasional, pegawai yang tidak bisa dipercaya, klien yang kabur dan berbagai macamnya lagi. Di situasi-situasi macam itulah mental yang kuat diperlukan supaya bisnis bisa bertahan, berikut adalah beberapa faktor yang membentuk mental kuat dalam berbisnis:

1. Berpikir positif. Berpikir positif dapat dilakukan dengan cara terus menerus menanamkan kalimat  positif untuk diri sendiri misalnya jika selama ini kita menilai diri sendiri tidak mampu untuk menjalankan bisnis, cobalah mengucapkan kata “Saya bisa dan saya mampu” setiap kali pikiran negatif Itu datang. Cara demikian sangat membantu untuk mengenyahkan keraguan dan membiasakan kita berpikir positif tentang diri sendiri.

2. Tidak mudah menyerah. Setiap bisnis apapun baru akan berhasil jika kita tekun melakukannya dan tahan banting saat mengelolanya. Pupuklah sikap ini dengan cara menegaskan dalam diri kita sendiri untuk selalu bangkit  dan kembali berlari setiap kali tertimpa masalah dengan mengatakan pada diri sendiri, “Saya Bisa”.

3. Mau selalu belajar. Kita perlu belajar dari siapapun, terutama dari pesaing kita. Bacalah majalah bisnis, ikuti berita, perkembangan mode dan lakukan riset pasar untuk mengetahui barang apa yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang. Berbisnis memang harus menjadi ajang  pembelajaran yang berkesinambungan.

4. Keberanian mengambil resiko. Berani mengambil resiko berarti berani keluar dari zona nyaman. Banyak pengusaha yang mengalami jatuh bangun di tahun-tahun awal bisnisnya. Itu adalah resiko yang harus dijalani oleh mereka, namun mereka tidak berputus asa melainkan mereka memandang resiko itu sebagai jalan untuk maju dan menjadikannya sebagai tantangan bukan penghalang baginya.

5. Kemampuan bersaing dengan sehat. Kita tidak perlu menjatuhkan lawan bisnis dengan cara menjelek-jelekan mereka, menyebar desas desus atau fitnah yang tidak  diketahui asal usulnya.

6. Keberanian mengemukakan pendapat. Tanpa keberanian, ide-ide kita akan sulit diterima. Banyak pengusaha yang awalnya diragukan banyak orang karena idenya dianggap tidak lazim, namun mereka tetap yakin dengan pendapatnya tanpa memperdulikan opini orang lain sehingga lama-kelamaan banyak orang yang akhirnya percaya dengan ide-ide mereka.

7. Kemampuan bekerja dalam tim. Sebagai pengusaha, kita akan bekerja sama dengan banyak orang baik itu keluarga, karyawan, klien, supplier, media atau lainnya. Untuk dapat bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim kita perlu mengenali kelebihan serta tipe kepribadian mereka agar  kita bisa menempatkan setiap orang dalam posisi yang sesuai. Memilih dan menempatkan orang yang tepat akan membuat bisnis kita berjalan optimal.

8. Kemampuan menangani masalah. Bekerja dengan banyak orang yang memiliki watak berbeda-beda sangat potensial memunculkan banyak masalah. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari teknik-teknik mengendalikan masalah, keterbukaan dan cara berkomunikasi yang baik agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik.

5 Tips Memulai Bisnis Sampingan
April 11, 2014
0

Banyak wirausaha muda yang keluar dari pekerjaan mereka untuk merintis usaha mereka sendiri, namun tidak semuanya memiliki privilege untuk melakukan itu karena berbagai faktor seperti keberanian, uang, koneksi ataupun pengalaman. Karena itu bagi kamu yang belum siap untuk membangun usaha dari nol dan meninggalkan pekerjaan full-time, kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki bisnis sampingan yang menghasilkan uang.

Memiliki bisnis sampingan sudah menjadi hal yang umum bagi banyak orang dan bahkan sudah menjadi trend masa kini terutama di kalangan anak muda. Banyak orang yang saya kenal memiliki bisnis sampingan selain pekerjaan full time yang mereka punya. Selain memberikan pemasukan tambahan, bisnis kecil yang mereka punya juga memberikan kepuasan tersendiri dan tentunya memberikan banyak pengalaman.

Tertarik untuk memulai bisnis sampingan? Berikut adalah 5 tips yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memulainya:

1. Tentukan apa yang bisa kamu tawarkan. Sebelum memulai bisnismu, sangatlah penting untuk mengetahui keadaan market secara keseluruhan dan dimana kamu bisa fit-in. Kamu bisa cek website freelancer seperti elance atau freelancer.com untuk melihat bagaimana orang lain mendapatkan uang. Dengan memeriksa online marketplaces, kamu bisa memiliki pengetahuan dan gambaran yang lebih baik tentang jasa unik apa yang bisa ditawarkan dan bagaimana cara menetapkan harga yang cocok untuk itu.

2. Hentikan pengeluaran yang tidak perlu. Banyak wirausaha yang mengeluarkan terlalu banyak uang untuk bisnis baru mereka. Karena itu pastikan kamu mengatur keuanganmu dengan hati-hati dan memotong pengeluaran yang tidak diperlukan. Contohnya bila kamu tertarik dengan bisnis E-Commerce, buatlah toko onlinemu di website E-Commerce populer seperti eBay atau Amazon. Dengan begitu kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membangunnya dari awal dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada di sana.

3. Tahu kelemahanmu. Kamu mungkin adalah seorang graphic designer yang ahli , namun kamu tidak memiliki pengalaman marketing atau sales. Setelah kamu tahu kekuranganmu, kamu bisa berhubungan dengan wirausaha online lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuanmu tentang bidang tersebut.

4. Tes marketplace yang ada. Sudah bukan rahasia bahwa sulit untuk memprediksi apa yang customer inginkan. Karena itu kamu harus mengumpulkan feedback dari klienmu untuk membantu mengetahui apa yang cocok bagi target audiencemu. Dengan mengetahui apa yang pelangganmu inginkan, kamu bisa mulai mengatur strategi bisnis yang sekiranya bisa diterima oleh mereka dan menghasilkan keuntungan.

5. Menikmati tantangan yang ada. Bila ini kali pertama kamu memulai bisnis, tentu akan banyak kesulitan dan tantangan yang kamu temui. Namun kamu tidak boleh membiarkan tantangan tersebut membuatmu jadi down. Membuat sebuah bisnis bahkan sekecil apapun pasti akan menemui penolakan dan itu berarti kamu harus membuat perubahan pada jasa atau produk yang kamu tawarkan.

Mulailah Membangun Bisnis Sejak Muda
March 21, 2014
0
Start Your Business When Young

Seorang wirausaha adalah orang yang mengatur, mengoperasikan dan memperkirakan resiko untuk bisnis yang dijalankan. Waktu yang paling tepat untuk mengambil resiko tentunya adalah saat kamu masih muda karena itu mulailah membangun bisnismu sejak berumur 20-an. Bagi banyak anak muda, umur 20-an adalah dekade dimana mereka tidak perlu mengkhawatirkan tentang pasangan hidup, anak, hipotek, hutang-hutang dan masalah kompleks lainnya. Jadi tidak masalah bila kamu menjadi sedikit egois dan fokus sepenuhnya pada karirmu.

Tanyakan kepada dirimu kenapa tidak mencoba mengembangkan bisnis sendiri daripada berkarir sebagai pekerja korporat biasa? Bukankah mengambil resiko untuk menjadi bos bagi dirimu sendiri kedengaran menarik sekaligus menantang? Ini mungkin adalah satu-satunya kesempatan dimana kamu bisa mempunyai kebebasan untuk memulai suatu petualangan bisnis yang akan mengubah hidupmu secara total.

Contohnya bila kamu adalah seorang koki yang hebat, cobalah tes apakah orang mau membeli masakanmu. Mungkin kamu bisa meluncurkan bisnis food truck yang sukses ataupun membuat restoran yang namanya dikenal dimana-mana. Bila kamu memiliki kemampuan graphic design, carilah perusahaan yang mau menggunakan jasamu dan bersedia membayarmu dengan tinggi untuk logo atau hasil design ciptaanmu. Bila kamu mempunyai keahlian dan bakat yang bisa dijual, itu akan menjadi modal utamamu untuk memulai sebuah bisnis.

Di era modern ini, para pengusaha yang sudah mapan menghargai ambisi dan motivasi para pengusaha muda jadi kamu tidak perlu merasa rendah diri bila kamu masih kurang pengalaman. Kamu bisa mempromosikan dirimu pada mereka lewat media sosial dan mereka akan dengan senang hati mendengarkan pendapatmu untuk mengetahui trend market yang ada sekarang. Tidak bisa dipungkiri bahwa para pengusaha muda mempunyai karisma khusus dan motivasi tanpa batas yang akan menarik banyak orang.

Tentu akan ada sebagian orang yang pada awalnya meragukan visimu atau mengatakan bahwa kamu tidak punya pengalaman atau keahlian di bidang tersebut. Mungkin mereka akan lebih memilih bisnis yang sudah mapan dengan track record yang bagus. Jika kamu memilih jalur kewirausahaan, penolakan semacam ini akan menjadi makananmu sehari-hari. Tapi penolakan bukanlah sesuatu yang tidak bisa kamu hadapi karena kamu punya semangat dan motivasi untuk maju dan terus mengembangkan bisnismu.

Google, Apple, Microsoft, Facebook semuanya dibangun oleh seorang wirausaha muda, mereka adalah bukti bahwa kamu bisa menjadi sukses dengan membangun perusahaan di bidang yang kamu cintai. Karena itu  jika kamu sekarang masih muda dan berumur 20-an, temukanlah bakat dan keahlian yang benar-benar kamu sukai. Dengan begitu kamu akan bangun tiap paginya dengan semangat untuk mengembangkan brand dan bisnismu. Selain itu kamu bisa menentukan apakah keuntungan yang kamu peroleh sepaadan dengan resiko yang kamu ambil.

3 Sifat Yang Diperlukan Dalam Seni Menjual
March 17, 2014
0
The Art of Selling

Bila kamu ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses, keahlian untuk menjual adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk menjual produkmu. Pada kenyataannya tidak semua orang mempunyai keahlian tersebut namun kamu bisa mempelajarinya dan yang terpenting kamu harus bisa mengembangkan ketiga sifat ini: Kepercayaan diri, keyakinan dan karisma. Bila kamu punya ketiganya, maka dipastikan kamu bisa menjual barang apapun.

Mari kita bahas satu persatu tentang ketiga sifat yang kamu perlukan dalam seni menjual:

1. Kepercayaan diri. Apakah kamu mempunyai kepercayaan diri untuk merepresentasikan produk dan jasamu sehingga pelanggan yakin akan nilai dan manfaatnya? Saat kamu menunjukkan kepercayaan dirimu kamu akan memancarkan energi yang menular. Jika kamu percaya diri, kamu meyakinkan. Orang lain akan mendengarkanmu dan percaya padamu.

Kepercayaan diri juga berarti memberi inspirasi pada orang untuk merasa percaya diri juga. Saat mereka yakin padamu, mereka akan bersedia terus menjalankan bisnis denganmu dan kamu akan mengerti bahwa pada akhirnya bisnis tidak dijalankan oleh mesin tapi oleh hubungan yang sudah terjalin. Hal ini tidak bisa diprogram tapi diperoleh.

2. Keyakinan. Apakah kamu benar-benar percaya dengan apa yang kamu lakukan? Apakah kamu memiliki keyakinan yang kuat? Keyakinan adalah sifat yang harus dimiliki seorang salesman karena itu akan memberikanmu kekuatan untuk mengatasi penolakan yang datang padamu. Saat menjalankan bisnis pasti akan ada kekecewaan dan kemunduran. Dan ada juga saat dimana semuanya berjalan dengan tidak benar, yang mana terlihat seperti kekacauan besar yang sulit diperbaiki lagi.

Karena itulah memiliki keyakinan atas usahamu sangatlah penting, dengan begitu orang lain tidak akan dengan mudah membuatmu menyerah dan merasa kalah. Keyakinan adalah modal utama untuk bisa bertahan dalam masa terburuk dalam bisnis penjualanmu.

3. Karisma. Memiliki karisma itu berarti memiliki kepribadian yang menarik orang lain padamu, membuat mereka suka padamu dan bahkan membuat mereka mengikutimu. Pada kenyataannya tidak semua orang memiliki faktor ini. Mungkin kamu tidak memiliki karisma spesial atau daya tarik yang membuat seseorang menjadi karismatik, namun kamu tetap bisa bersinar dengan mempromosikan niat baik dan kerjasama yang positif dengan kolegamu.

Intinya, jadilah seseorang yang disukai, karena orang akan hanya mau bekerja dengan seseorang yang mereka sukai. Bila mereka suka padamu, mereka akan dengan senang hati melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya.

Ada satu hal lagi yang harus kamu ingat bila ingin menguasai seni penjualan. Ingatlah bahwa dalam menjual, kamu tidak pernah menjual objek atau sesuatu yang nyata karena pada akhirnya yang kamu jual adalah kesempatan. Kepercayaan diri, keyakinan dan karisma akan membuatmu bisa mengambil kesempatan itu dan membuatnya menjadi sebuah seni untuk menjual.

4 Cara Membuat Perusahaanmu Yang Dulu Menjadi Rekan Bisnis
March 13, 2014
0
Turn Your Employer Into an Ally

Memilih untuk keluar dari pekerjaanmu dan menjalankan bisnismu sendiri adalah sebuah resiko, tapi prosesnya akan lebih mudah bila kamu memilih untuk memulai bisnis di industri dimana kamu sudah memiliki pengetahuan, koneksi dan kredibilitas. Karena itu perusahaan yang kamu tinggalkan bisa menjadi aset ataupun rintangan bagi usaha barumu, tergantung dari bagaimana kamu menjaga hubungan baik dengan mereka.

Di tahun 2009, Ian McAfee meninggalkan pekerjaannya di perusahaan forex ternama untuk memulai usaha di industri yang sama. Dengan modal kurang dari 15 ribu dollar, Ian dan kedua partnernya memulai pekerjaan Shift Forex, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa konsultan untuk perusahaan forex. Di tahun pertama bisnisnya, Shift Forex mendapatkan pendapatan lebih dari 200 ribu dolar. Ian menyatakan bahwa sebagian besar porsi kesuksesannya itu dikarenakan hubungan baiknya dengan perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya dan dia tidak sendiri.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat perusahaanmu yang dulu menjadi aset untuk meraih kesuksesan:

1. Tunjukan respect. Kamu ingin perusahaanmu tahu bahwa saat kamu bekerja kepada mereka, kamu melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Dengan kata lain, tidak bercerita kepada klien, supplier atau kolegamu tentang usaha barumu sampai kamu sudah resmi keluar dari sana. Jika manajemen perusahaanmu mendengar tentang usaha barumu dari customer mereka, kemungkinan besar hubungan kalian akan berakhir dengan buruk. Sebelum keluar, kamu sebaiknya membatasi aktivitasmu pada market research, membuat strategi bisnis dan mengumpulkan modal.

2. Menceritakan rencanamu saat keluar. Saat pemilik dan manager perusahaan tempatmu bekerja mendengar bahwa kamu akan pergi untuk memulai bisnis di industri yang sama, mereka akan merasa khawatir kamu akan mengambil customer mereka dan menyediakan jasa yang serupa. Jelaskanlah rencanamu pada bosmu, senior executive atau pemilik perusahaan sehingga mereka tidak merasa terancam dengan usaha barumu. Mereka tentu akan tetap merasa bahwa kamu akan berkompetisi dengan mereka, namun dengan kejujuranmu kamu sudah menunjukkan integritasmu pada mereka. Selain itu bila mereka menolak dengan keras rencanamu dan percaya bahwa mereka memiliki hak hukum untuk mencegah bisnismu, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk berkompromi dan bernegoisasi dengan mereka.

3. Menawarkan diri untuk membantu dalam masa transisi. Kamu mungkin mempunyai peran penting dalam perusahaanmu sebelumnya dan perlu waktu untuk mencari penggantimu. Sebelum kepergianmu, kamu bisa menawarkan diri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertentu untuk jangka waktu yang sudah ditentukan sebagai konsultan yang dibayar. Walaupun mungkin mereka akan menolak tawaranmu, tapi itu akan memberikan kesan bahwa kamu peduli pada perusahaanmu dan ingin tetap menjalin hubungan yang baik di masa depan.

4. Meminta bantuan mereka. Keuntungan utama bila kamu meninggalkan perusahaanmu dengan baik-baik adalah kamu bisa meminta perusahaanmu untuk membantu bisnis barumu. Mereka bisa memberikan referensi, klien atau kesempatan menguntungkan lainnya. Ide bisnis pertama Ian McAfee adalah membantu reseller untuk perusahaan tempat dia bekerja sekaligus kompetitornya dengan nasihat untuk bidang marketing dan sales. Dia juga meminta koleganya yang dulu untuk memperkenalkannya pada reseller yang ingin meningkatkan usaha marketing dan sales mereka. Karena kepergiannya yang baik, perusahaan tempatnya bekerja menjadi nyaman untuk mempercayainya walaupun usaha baru Ian beekerja dengan kompetitor mereka.

3 Cara Mengembangkan Bisnis Dengan Fokus Pada Pelanggan
March 12, 2014
0
Customer Focused Business

Setiap bisnis di generasi modern harus menghadapi berbagai macam tantangan karena itu banyak yang dengan mudahnya tenggelam dan gagal begitu saja. Dan lebih parahnya banyak perusahaan yang beroperasi hanya untuk bertahan tiap harinya. Mereka memotong budget marketing, memecat pegawai dan bahkan lebih memikirkan penghasilan yang didapat daripada pelanggan yang mereka miliki. Padahal pada kenyataannya dalam bisnis pelanggan itu lebih penting dari apapun, dan percaya atau tidak, menjangkau pelanggan dan klien tidaklah sesusah yang kamu bayangkan.

Perlu diingat bahwa kamu hanya perlu fokus pada pelangganmu saja. Ini bukan nasihat yang baru terutama di era teknologi seperti sekarang. Bisnis-bisnis yang sudah ada sekarang banyak yang bekerja secara online dan menggunakan media sosial karena mereka bisa fokus sepenuhnya pada pelanggan mereka dengan metode tersebut. Ini bukan lagi tergantung pada gambar, links atau memastikan bahwa iklanmu muncul 87 kali dalam seminggu. Dengan metode online, pelanggan akan selalu menjadi fokus utama dan melayani mereka adalah prioritas nomor satu dalam perusahaanmu.

Sebagai pemilik bisnis yang sedang mencari penyegaran atau mungkin kebangkitan dalam usahamu, coba lihat kembali pada apa yang membawamu pada posisimu sekarang. Jangan pernah lupa pada apa yang membuat seorang pelanggan paling merasa penting, jangan lupa juga pada jam-jam lemburmu untuk mencari sebuah ide unik sehingga pelangganmu bisa merasa spesial. Strategi ini akan membuat bisnismu bertahan walaupun orang lain menutup perusahaan mereka satu per satu dan berseru “Krisis Ekonomi!”

Berikut adalah 3 strategi yang akan membuat bisnismu bertumbuh dengan instant, dengan mengembalikan fokusmu pada pelanggan.

1. Buatlah percakapan dengan pelangganmu. Gunakan Sosial Media untuk berhubungan langsung dengan klienmu. Jangan menggantungkan diri pada alat otomatis yang akan mengerjakan semua itu untukmu. Jalinlah hubungan dengan pelangganmu seperti kamu menjalin hubungan dengan temanmu. Jawab dan beri respon. Berhenti mengirimkan pesan sales lewat Sosial Media sebanyak 800 kali seminggu. Belajar peduli pada orang lain dan berikan jawaban untuk pertanyaan mereka. Engagement yang sesungguhnya bukanlah sebanyak apa linkmu diklik atau like pada gambar yang kamu post, ini tentang orang yang peduli untuk menjawab, merespon dan memiliki hubungan denganmu.

2. Kunjungi toko stationery. Ingin meningkatkan kesetiaan pelanggan dan memastikan mereka membaca email dari perusahaanmu? Mulailah mengirimkan kartu ucapan terima kasih yang ditulis dengan tangan pada setiap orang yang membeli sesuatu darimu, walaupun itu produk digital sekalipun. Apa yang kamu lakukan setiap hari pada klien mempengaruhi email campaign yang sedang kamu jalankan.

Sangatlah penting untuk menjadi seorang pengirim yang disukai oleh pelangganmu. Jadilah pengirim yang beritanya ditunggu-tunggu seperti searang teman baik. Email dari perusahaanmu harus menjadi favorit mereka. Kamu ingin mendengar pelanggan berkata seperti, “Aku punya folder spesial untuk email-emailmu jadi aku tidak akan ketinggalan sesuatu!” Ini berarti kamu sudah berhasil meraih loyalitas mereka.

3. Terobsesi tentang mereka. Ingin mengalahkan kompetitormu dan meningkatkan penjualan? Mulailah memiliki obsesi pada pelangganmu dan stop mengkhawatirkan pendapatanmu tiap harinya. Pelangganmu adalah fokus utamamu. Dan bila kamu tidak memperdulikan mereka lagi, bisnis kamu bisa dipastikan akan cepat gagal.

Di dalam diri tiap wirausaha ada mimpi yang bisa diwujudkan dan dunia bisa mendapatkan banyak keuntungan dari mimpi tersebut. Percayalah bahwa membangun bisnis bukanlah hanya melulu tentang uang dan kembalinya sebuah investasi, namun ini lebih tentang perubahan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan menciptakan dunia yang lebih baik. Karena pada akhirnya kekayaan akan mengikuti para wirausaha yang menghindari status quo dan melakukan apapun yang mereka bisa untuk melayani dengan baik.

Berikanlah yang lebih sebagai sebuah perusahaan. Pelangganmu berhak menerimanya.

Berbisnis Kreatif dan Menjadi Creativepreneur
March 9, 2014
1
Menjadi Creativepreneur

Apakah kamu tipe orang yang kreatif dan mempunyai banyak ide orisinil? Kalau begitu kamu cocok untuk menjadi seorang creativepreneur. Istilah creativepreneur menjadi populer karena banyak anak muda yang sudah berhasil membangun bisnisnya sendiri melalui ide-ide kreatifnya seperti menulis blog, menerbitkan buku ataupun membuat film. Contoh tokoh creativepreneur yang sukses di Indonesia adalah Raditya Dika, pastinya dari kamu sudah pernah ada yang membaca bukunya atau menonton serial komedi populernya di YouTube yang berjudul Malam Minggu Miko.

Apa yang dilakukan Raditya Dika sebenarnya sangat sederhana, pada awalnya dia menulis sebuah blog yang menceritakan kehidupan sehari-harinya yang absurd dan penuh kelucuan. Dimulai dari blognya tersebut banyak orang yang mulai menyukai gaya berceritanya sehingga akhirnya blog tersebut dijadikan buku berjudul Kambing Jantan. Sekarang ini Raditya Dika sudah menerbitkan beberapa buku dan bahkan membuat film yang diangkat dari buku-buku tersebut. Hal ini membuktikan bahwa ide kreatif bisa datang dari mana saja, termasuk dari kehidupan sehari-hari kita yang kelihatannya sederhana.

Menjadi creativepreneur adalah sesuatu yang bisa dilakukan semua orang, yang terpenting adalah kamu harus berpikir sekreatif mungkin untuk mengubah ide-idemu menjadi sesuatu yang dinikmati orang banyak. Dengan menjadi creativepreneur kamu bebas melakukan apa saja yang kamu suka dan hebatnya lagi menghasilkan uang dari kegiatan tersebut. Personal branding juga merupakan faktor penting dalam mempromosikan bisnismu. Seperti Raditya Dika, personal brandingnya adalah seorang penulis sekaligus stand up comedian. Keahlian utamanya adalah membuat sebuah kisah sederhana menjadi cerita lucu yang mengundang gelak tawa. Dengan personal branding yang unik, kamu bisa menjual barang atau keahlian apa saja yang kamu miliki.

Pertama-tama kamu harus menemukan minat dan bakat yang bisa kamu kembangkan sebelum terjun ke bidang kreatif. Entah itu melukis, menjahit, menulis atau merakit sesuatu, semuanya itu bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang menghasilkan uang. Intinya kamu harus menekuni keahlianmu itu dan mempromosikannya ke masyarakat. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, mudah sekali bagi semua orang untuk mempromosikan bisnis kreatifnya. Contohnya dengan membuat blog, berpromosi di Social Media atau membangun website E-Commerce. Hanya dengan bermodal komputer dan internet kamu sudah bisa mulai membangun bisnis kreatifmu dari sekarang.

Tidak ada kata mustahil bagi orang kreatif untuk membangun bisnisnya sendiri. Yang terpenting kamu harus percaya bahwa apa yang kamu ciptakan adalah sesuatu yang bisa diterima masyarakat. Mulailah mencari ide orisinil untuk membangun bisnis kreatifmu, jangan takut untuk mengambil resiko dan teruslah menciptakan sesuatu yang baru. Menjadi creativepreneur adalah profesi yang paling cocok bagi anak muda yang energik dan suka tantangan seperti kamu. Jadi tunggu apalagi? Start creating, be fearless and conquer the world!

Apa kamu sekarang punya ide untuk membangun sebuah bisnis kreatif dan butuh masukan? Silahkan share idemu di comment section!

7 Tips Mengembangkan Personal Branding
March 8, 2014
1
Personal Branding

Personal branding adalah cara membangun reputasi dan image pribadimu di mata orang lain, hal ini dilakukan sebagai strategi untuk mempromosikan keahlian dan pekerjaanmu. Bagaimana cara kamu berpakaian, bersikap dan bekerja adalah faktor-faktor yang membentuk personal branding. Membentuk dan mengelola brandmu sendiri tidaklah sulit, namun banyak orang yang menganggap remeh hal ini dan ini akan menjadi salah satu hambatan besar untuk kemajuan karir atau bisnis mereka.

Kamu perlu tahu bahwa bagaimana kamu mempresentasikan dirimu pada orang lain dan caramu meningkatkan modal pribadi sangatlah penting untuk kesuksesanmu, begitu juga dengan kemampuanmu untuk mendapatkan pengalaman yang tepat. Semua faktor tersebut akan sangat berpengaruh untuk kemajuan karirmu. Tanpa personal brand yang kuat, kamu tidak akan bisa menonjol dari orang kebanyakan dan keahlianmu tidak akan mendapat pengakuan dari siapa-siapa.

Berikut ini adalah 7 cara untuk mengembangkan personal branding:

1. Jadilah dirimu sendiri. Jangan pernah takut untuk menjadi dirimu sendiri karena ini akan sangat membantumu untuk mengetahui di bidang mana kamu bisa menjadi sukses. Jangan meniru apa yang dilakukan orang lain dan jalanilah sesuatu yang lebih sulit dan penuh tantangan. Menjadi dirimu sendiri adalah modal utama untuk membentuk personal brandmu.

2. Berbagilah pengetahuanmu. Jangan ragu untuk berbagi pengetahuanmu pada orang lain. Ini adalah cara yang paling baik untuk meningkatkan imagemu di tempat kerja sehingga mereka bisa mengetahui kemampuan dan talentamu. 

3. Menghargai modal dan keahlianmu. Kita semua memberikan keterampilan, pengetahuan dan keahlian yang berbeda di tiap situasi. Jangan meremehkan pentingnya kemampuan yang kamu miliki walaupun kelihatannya itu hanya bisa dipergunakan di situasi tertentu. Kamu harus menyadari bahwa walaupun keahlian itu tidak kelihatan penting tapi bukan berarti itu tidak bermanfaat bagi orang lain.

4. Menghargai keahlian orang lain. Di dalam team, perbedaan adalah kekuatan. Hargai kemampuan yang dimiliki orang lain, bantu mereka berkontribusi, mengembangkan keahlian mereka dan juga dengarkan pendapat mereka.

5. Kembangkan brandmu. Selalu peka terhadap apa yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan brandmu sendiri. Perhatikan bagaimana orang menilaimu dan kumpulkan masukan tentang bagaimana cara meningkatkan keahlian dan pengetahuanmu.

6. Memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Bila kamu belum sadar, ini semua tidak selalu tentang dirimu. Banyak orang yang sangat dikagumi dan memiliki image yang kuat karena mereka sudah mendukung banyak orang di perjalanan karir mereka. It’s all about give and take.

7. Tahu peraturan dalam permainan. Untuk menjadi sukses, mengelola image dan modal personalmu saja tidak akan cukup. Kamu juga perlu mengetahui bagaimana cara bermain dalam organisasi tempat bekerjamu sekarang. Karena pada kenyataannya, kamu tidak akan menjadi seorang ahli dalam sesuatu dan mendapat pengakuan bila kamu sendiri tidak tahu bagaimana cara beroperasi dengan sukses di organisasimu sendiri.

Perbedaan antara Bisnis dan Brand
March 6, 2014
0
Brand or Business

Membangun sebuah bisnis bukan berarti sudah membuat sebuah brand. Karena ada perbedaan signifikan antara keduanya. Sebenarnya apa yang membedakan bisnis dari brand? Apakah jumlah outletnya? Pendapatannya? Atau sesuatu yang bisa diukur dari mention hashtag dan jumlah retweet? Dan apa yang harus seorang pengusaha lakukan sebelum dia bisa berkata, “Kami bukanlah hanya sebuah bisnis, kami adalah sebuah brand”?

Di Wikipedia, brand didefinisikan sebagai nama, istilah, design, simbol atau faktor lainnya yang menjadi ciri khas sebuah produk dan membedakannya dari produk serupa lainnya. Jadi pada dasarnya setiap pengusaha perlu membuat produk yang unik sebelum bisa menciptakan sebuah brand.

Sedangkan untuk sebagian brand manager, definisi dari sebuah brand adalah “apa yang dipikirkan orang saat mereka mendengar nama brand tersebut.” Dengan kata lain, brandmu adalah reputasimu. Banyak juga yang memiliki persepsi bahwa brand adalah bisnis besar yang menghasilkan produk berkualitas tinggi seperti Starbucks, Coca-Cola, Target dan Apple. Dengan penekanan bahwa brand-brand tersebut bisa menjadi seperti sekarang berkat konsistensi mereka dalam menghasilkan produk dengan kualitas terbaik di pasar selama beberapa dekade terakhir.

Kualitas, diferensiasi dan reputasi adalah fondasi penting dalam membangun sebuah brand, tapi ketiga faktor itu tetaplah hanya karakteristik fungsional. Contohnya restoran lokal dekat rumah saya yang memiliki beberapa cabang di Jakarta, walaupun restoran itu lumayan terkenal dengan kualitas masakan yang memuaskan, tetap saja mereka belum bisa dibilang sebuah brand. Setidaknya belum sampai pada level Coca-Cola, McDonald’s atau Starbucks.

Kini kembali ke pertanyaan awal, apa yang sebenarnya membedakan bisnis dengan brand?

Sebuah bisnis akan menjadi brand bila bisnis tersebut berhasil melampaui kategori awal mereka dan memiliki filosofi kuat yang membawanya menjadi brand yang mendunia. Orang pun akan langsung mengingat nama brand tersebut bila memikirkan sebuah kebutuhan, jenis barang atau jasa. Misalnya Lego, brand mainan anak-anak dengan filosofi “kreativitas dan imajinasi masa kecil”. Sekarang Lego sudah melampaui kategori awalnya sebagai mainan dan menjadi salah satu brand yang paling ikonis di dunia. Dengan kepopuleran brandnya, Lego juga berhasil merambah ke industri lain seperti sepatu, video game, robot, taman hiburan dan bahkan filmnya sendiri.

Contoh lain adalah Coca-Cola, yang sebenarnya hanya air berkarbonasi dengan campuran gula atau sirup jagung. Brand ini sudah memiliki sinonim dengan tagline-nya “moment kebahagiaan yang tak terduga”. Filosofi yang sederhana namun kuat ini memberikan jalan bagi Coke untuk melampaui fungsi dasarnya sebagai minuman bersoda dan menjadi simbol gaya hidup dimana orang bisa merasa terhubung pada level yang jauh lebih dalam.

Jadi bila lain kali kamu bertanya-tanya apakah kamu sekarang sedang memiliki bisnis atau brand, tanyakan pada dirimu, “Sebenarnya apa yang sedang kujual?” Jika jawabannya adalah sesuatu yang lebih besar dari kategori bisnismu sekarang, kamu mungkin sudah ada di jalan yang tepat untuk membangun sebuah brand yang sukses.

Belum Menjadi Wirausaha? Act Like One!
March 2, 2014
0
Act Like an Entrepreneur

Banyak pegawai biasa yang merasa tidak mampu untuk menjadi wirausaha karena mereka menganggap bahwa berwirausaha itu adalah membangun perusahaan atau mengelola bisnis sendiri. Padahal pada kenyataannya seorang pegawai biasa pun bisa menjadi seorang wirausaha bagi pekerjaan mereka sendiri. Ingin tahu bagaimana caranya? Langkah pertama adalah dengan mengubah sikap dan pandangan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sekarang.

Apa bagian terbaik dalam berwirausaha? Bila kamu tanyakan hal ini kepada para pengusaha, kebanyakan dari mereka pasti menjawab bagian terbaiknya adalah menjadi bos untuk diri sendiri. Kebebasan dalam proses bekerja dan mengambil keputusan juga merupakan faktor yang paling dinikmati. Namun bila sekarang kamu masih bekerja untuk orang lain bukan berarti kamu tidak bisa bersikap seperti seorang wirausaha. Tidak perduli kamu bekerja untuk siapa, kamu harus memiliki mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri dan pekerjaan yang kamu lakukan sekarang adalah untuk masa depanmu nantinya.

Anggap sekarang kamu adalah CEO untuk pekerjaanmu sendiri, tentunya kamu harus memiliki tujuan personal dan professional yang cakupannya lebih besar untuk melebarkan sayap perusahaanmu. Dengan kata lain kamu harus memiliki ownership dalam pekerjaanmu, tinggalkan kebiasaan yang menganggap kamu hanya perlu menyelesaikan pekerjaanmu sesuai dengan apa yang disuruh atasanmu. Bersikaplah seperti wirausaha yang tiap detiknya memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk mengembangkan bisnisnya. Mulailah menganalisa sisi apa yang bisa dikembangkan dalam pekerjaanmu sehingga apa yang kamu kerjakan sekarang tidak menjadi kegiatan monoton yang tidak memberi pengaruh apa-apa pada perkembangan karirmu.

Membuat usaha sendiri tidaklah mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Karena itu bila kamu memang ingin serius belajar menjadi wirausaha, kamu bisa mulai bersikap seperti itu dalam pekerjaanmu sekarang. Anggap saja ini langkah awal sebelum membangun usahamu sendiri, buktikanlah kamu bisa menjadi CEO untuk pekerjaanmu sendiri sebelum melangkah ke proyek yang lebih besar.

Bila sekarang kamu bekerja untuk perusahaan yang memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan menunjukkan kreatifitasmu. Kamu sangat beruntung. Berarti ini adalah kesempatanmu untuk berkembang dan menjadi produktif. Seraplah banyak ilmu dari pekerjaanmu sekarang dan bangunlah network dengan kolega maupun client yang kamu temui. Intinya jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan walaupun kamu hanya seorang pegawai biasa. Buatlah juga rencana jangka panjang untuk membangun karir ataupun usahamu dan semua ini harus kamu lakukan dengan mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri.

Jadi tunggu apalagi? Mulailah bersikap dan berpikir seperti wirausaha walaupun kamu masih menjadi seorang pegawai, dengan membiasakan diri dengan mindset seperti ini pada akhirnya kamu pun bisa mengembangkan dirimu untuk tantangan yang lebih besar seperti membangun bisnis sendiri di masa depan.