Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Kuliah Boleh DO, Hidup Harus Tetap Sejahtera
January 7, 2014
1

Orang tua meyakini bahwa kesuksesan akan lebih dekat diraih oleh seorang anak yang berhasil menuntaskan gelar sarjana. Semenjak dahulu, persepsi orang tua memang selalu mengedepankan pendidikan formal anaknya seperti pemahaman ilmu eksak, seperti matematika, fisika dan kimia. Mulai dari SD sampai SMA, anak selalu dipantau pengetahuannya di bidang ilmu-ilmu formal tersebut. Jika nilainya dirasakan kurang, maka orang tua tidak ragu memasukkan anaknya ke sebuah lembaga bimbingan belajar (bimbel).

Saat masuk di perguruan tinggi, masa kritis anak dalam menempuh pelajaran secara formal terjadi. Perguruan tinggi memberikan mata kuliah yang khusus dengan jenis pendidikan yang diambil sehingga harus memiliki pengetahuan yang mendalam pada suatu disiplin ilmu. Inilah beban yang dipikul seorang anak. Jika tidak memiliki kekuatan pemikiran dan mental yang kuat maka drop out (DO) dari bangku kuliah menjadi konsekuensinya.

Perguruan tinggi merupakan puncak untuk mendapatkan gelar sarjana seperti yang diinginkan orang tuanya sejak kecil. Padahal anak tidak bisa dipaksakan untuk mendalami sebuah ilmu jika memang anak tersebut tidak menyukainya. Ini juga merupakan sebab kedua DO bisa terjadi. Karena seorang mahasiswa cenderung memiliki jiwa muda yang labil, tidak ingin terikat oleh siapapun dan ingin mencari jati diri. Selain itu, DO juga bisa terjadi karena masalah keuangan yang menimpa sebuah keluarga yang tidak mampu.

Sebenarnya banyak sekali alasan atau sebab DO bisa terjadi. Namun yang terpenting dan perlu ditekankan disini adalah DO yang dimaklumi berasal dari sebab positif, bukan DO yang berasal dari tindakan kriminal.

Bagaimana jika DO telah terlanjur terjadi dalam kehidupan Anda? Apakah itu artinya Anda tidak bisa sukses? Sebaiknya jauhkan persepsi ini dari pemikiran Anda karena banyak sekali orang sukses di dalam negeri maupun di luar negeri yang memiliki background pendidikan yang sama, bahkan lebih buruk.

Pendiri Microsoft, Bill Gates yang telah menjadi salah satu orang terkaya di dunia selama lebih dari satu dekade adalah salah satu contoh. Gates masuk di Harvard University pada tahun 1973 dan DO dua tahun kemudian setelah menemukan Microsoft. Tokoh terkenal yang juga bergerak di bidang software yaitu Steve Jobs penemu iPod, Mac dan Apple juga mendapatkan kisah yang sama, Droup Out dari perguruan tinggi. Steve hanya mampu kuliah selama enam bulan di Reed College karena masalah keuangan.

Kisah yang sama terjadi pada Bob Sadino yang akrab dipanggil Om Bob. Om Bob juga keluar dari sekolahnya dan memutuskan untuk bekerja secara mandiri. Pimpinan redaksi Metro TV, Andy F. Noya dan pendiri bimbel Primagama, Putri E. Chandra juga menemui kisah yang sama, keluar dari pendidikannya. Menjadi sukses tidak harus berasal dari gelar sarjana. Keinginan kuat, usaha keras dan disertai doa merupakan kunci untuk meraih kesuksesan.