Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Apa Kamu Sudah Siap Untuk Keluar Dari Pekerjaanmu?
March 15, 2014
0
Are you ready to quit your job?

Sebelum kamu memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu, apa kamu sudah yakin dengan kemampuanmu? Apa keadaan keuanganmu sudah cukup stabil untuk menyokong bisnismu sekarang? Apa kamu sudah siap dengan semua resiko yang harus dihadapi setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu?

Kita semua tahu keluar dari pekerjaan dan menjalankan bisnis dengan konsep yang belum diuji beserta keuntungan yang belum stabil adalah sebuah resiko besar. Namun banyak wirausaha yang tetap nekat menjalankannya karena komitmen mereka pada bisnis yang sudah dibangun. Dan bagi mereka yang ingin mendapatkan investor, meninggalkan pekerjaan adalah sesuatu yang wajib dilakukan sebagai jaminan pada investor-investor itu bahwa kamu akan fokus sepenuhnya pada bisnismu.

Bila kamu masih belum yakin untuk tetap bekerja sambil menjalankan usahamu atau meninggalkan pekerjaanmu sepenuhnya. Berikut adalah empat langkah yang bisa kamu lakukan sebelum mengambil keputusan. Sekaligus faktor yang bisa menjadi indikator apakah kamu sudah mampu berkomitmen seratus persen pada bisnis yang kamu jalankan atau kamu harus kembali lagi ke garis awal.

1. Kumpulkan pernyataan keuangan. Kamu setidaknya harus membuat 3 dokumen pernyataan keuangan untuk bisnismu: pernyataan untung dan rugi, neraca keuangan dan pernyataan cash flow. Dokumen pertama akan menunjukkan apa kamu menghasilkan uang atau sebaliknya, sedangkan neraca keuangan akan memberimu info seberapa banyak uang yang kamu punya dan dokumen yang terakhir akan membuatmu tahu dari mana saja sumber uangmu.

2. Membuat prakira kinerja bisnis. Dengan dokumen pernyataan keuangan yang sudah terkumpul, buatlah prakira yang realistis tentang kinerja bisnismu tiap bulannya. Kamu perlu tahu berapa banyak uang yang akan kamu hasilkan dan keluarkan. Saat membangun bisnis, kamu perlu memasukkan faktor pertumbuhan sales beserta pengeluaran tambahannya. Hindari prakira yang terlalu optimis dan berusahalah serealistis mungkin. Karena pada umumnya para wirausaha amatir cenderung untuk terlalu optimis dengan kinerja dan penghasilan mereka.

3. Hitung pengeluaran pribadimu. Saat kamu berhenti dari pekerjaanmu, kamu tentu ingin membuat bisnismu terus berjalan namun jangan lupa menghitung pengeluaran pribadimu juga. Buat daftar pengeluaran bisnismu seperti gaji, biaya travel dan pengeluaran lainnya bagi dirimu dan pegawai yang bekerja untukmu. Lupakan dulu pengeluaran yang bisa dipikirkan di masa depan seperti asuransi kesehatan atau peralatan baru, karena hal tersebut tidak relevan dengan tujuanmu yang sekarang yaitu keluar dari pekerjanmu.

4. Meminta second opinion. Sebelum kamu melangkah ke level selanjutnya, sebagai wirausaha kamu harus meminta pendapat pada orang lain. Mungkin kamu bisa bertanya pada rekan kerja atau teman yang kamu percayai sekaligus kompeten di bidang yang kamu geluti. Meminta pendapat mereka sangatlah penting supaya mereka bisa memberi saran yang objektif tentang rencana dan proyeksi keuanganmu, untuk meyakinkan bahwa kamu tidak terlalu optimis dan berlebihan dalam melihat prospek masa depan bisnismu.

Belum Menjadi Wirausaha? Act Like One!
March 2, 2014
0
Act Like an Entrepreneur

Banyak pegawai biasa yang merasa tidak mampu untuk menjadi wirausaha karena mereka menganggap bahwa berwirausaha itu adalah membangun perusahaan atau mengelola bisnis sendiri. Padahal pada kenyataannya seorang pegawai biasa pun bisa menjadi seorang wirausaha bagi pekerjaan mereka sendiri. Ingin tahu bagaimana caranya? Langkah pertama adalah dengan mengubah sikap dan pandangan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sekarang.

Apa bagian terbaik dalam berwirausaha? Bila kamu tanyakan hal ini kepada para pengusaha, kebanyakan dari mereka pasti menjawab bagian terbaiknya adalah menjadi bos untuk diri sendiri. Kebebasan dalam proses bekerja dan mengambil keputusan juga merupakan faktor yang paling dinikmati. Namun bila sekarang kamu masih bekerja untuk orang lain bukan berarti kamu tidak bisa bersikap seperti seorang wirausaha. Tidak perduli kamu bekerja untuk siapa, kamu harus memiliki mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri dan pekerjaan yang kamu lakukan sekarang adalah untuk masa depanmu nantinya.

Anggap sekarang kamu adalah CEO untuk pekerjaanmu sendiri, tentunya kamu harus memiliki tujuan personal dan professional yang cakupannya lebih besar untuk melebarkan sayap perusahaanmu. Dengan kata lain kamu harus memiliki ownership dalam pekerjaanmu, tinggalkan kebiasaan yang menganggap kamu hanya perlu menyelesaikan pekerjaanmu sesuai dengan apa yang disuruh atasanmu. Bersikaplah seperti wirausaha yang tiap detiknya memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk mengembangkan bisnisnya. Mulailah menganalisa sisi apa yang bisa dikembangkan dalam pekerjaanmu sehingga apa yang kamu kerjakan sekarang tidak menjadi kegiatan monoton yang tidak memberi pengaruh apa-apa pada perkembangan karirmu.

Membuat usaha sendiri tidaklah mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Karena itu bila kamu memang ingin serius belajar menjadi wirausaha, kamu bisa mulai bersikap seperti itu dalam pekerjaanmu sekarang. Anggap saja ini langkah awal sebelum membangun usahamu sendiri, buktikanlah kamu bisa menjadi CEO untuk pekerjaanmu sendiri sebelum melangkah ke proyek yang lebih besar.

Bila sekarang kamu bekerja untuk perusahaan yang memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan menunjukkan kreatifitasmu. Kamu sangat beruntung. Berarti ini adalah kesempatanmu untuk berkembang dan menjadi produktif. Seraplah banyak ilmu dari pekerjaanmu sekarang dan bangunlah network dengan kolega maupun client yang kamu temui. Intinya jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan walaupun kamu hanya seorang pegawai biasa. Buatlah juga rencana jangka panjang untuk membangun karir ataupun usahamu dan semua ini harus kamu lakukan dengan mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri.

Jadi tunggu apalagi? Mulailah bersikap dan berpikir seperti wirausaha walaupun kamu masih menjadi seorang pegawai, dengan membiasakan diri dengan mindset seperti ini pada akhirnya kamu pun bisa mengembangkan dirimu untuk tantangan yang lebih besar seperti membangun bisnis sendiri di masa depan.