Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
5 Bisnis yang Paling Cocok untuk Mahasiswa
January 15, 2014
0

Mahasiswa masa kini dituntut untuk menjadi kreatif. Berprestasi di bidang akademis saja tidaklah cukup. Diperlukan soft skill dan pengalaman untuk mematangkan diri sebelum memasuki dunia pasca kampus. Salah satu latihan untuk memperoleh pengalaman dan soft skill tersebut, mahasiswa bisa menjalankan bisnis. Asalkan, bisnis dan akademis bisa berjalan seiringan dan tidak mendominasi satu dengan lainnya.

Selain meningkatkan soft skill dan menambah pengalaman, berbisnis juga membantu mahasiswa menambah uang sakunya. Bagi yang sudah diberi orang tuanya dengan besaran yang cukup, maka akan semakin berkecukupan. Sedangkan bagi mahasiswa yang kurang mampu secara finansial, berbisnis bisa menjadi sebuah solusi untuk memperoleh uang.

Oleh karena itu, bisnis bisa menjadi penopang finansial mahasiswa sekaligus aktivitas pengembangan diri. Ini dia, lima buah bisnis yang bisa dijalankan oleh mahasiswa karena tidak menyita banyak waktu, yaitu mengajar les privat, membuat online shop, menjadi makelar, berbisnis makanan, dan berbisnis alat kuliah.

1.    Mengajar les privat

Menjadi tutor atau pengajar les privat memberikan fleksibilitas dalam menentukan waktu kerja. Mahasiswa sebagai tutor les privat bisa membuat kesepakatan dengan murid les untuk mengadakan sesi di waktu tertentu yang tidak berbenturan dengan jadwal kuliah. Menjadi tutor les privat bisa secara pribadi maupun melalui perantara.

 2.    Online shop

Bisnis online shop bisa dilakukan di sela-sela kesibukan, kapan saja dan di mana saja. Membuat online shop tidak perlu modal banyak, hitung-hitung memaksimalkan fungsi gadget juga. Banyak pilihan produk yang bisa dijual di online shop, misalnya pakaian, aksesoris perempuan, jasa desain, parfum, dan sepatu.

 3.    Makelar

Memperoleh keuntungan tanpa modal, bisa dilakukan dengan menjadi makelar. Mahasiswa dapat menjadi perantara bisnis orang lain, misalnya makelar real estate, apartemen, atau yang lebih sederhana seperti makelar penyewaan kos-kosan, penjualan mobil, dan penjualan gadget.

 4.    Bisnis makanan

Seringkali mahasiswa tidak sempat sarapan sebelum berangkat ke kampus. Ini menjadi peluang bisnis bagi yang pandai memanfaatkan kesempatan secara positif dengan menjadi penjual makanan di kampus. Di kampus-kampus besar, berjualan makanan sebanya beberapa kotak kue bisa habis dalam hitungan jam, bahkan menit. Mahasiswa bisa menjajakan kue, nasi bungkus, gorengan, maupun makanan lainnya yang praktis dibawa.

 5.    Bisnis alat kuliah

Keperluan alat kuliah mahasiswa cukup mahal. Terkadang, mahalnya alat kuliah mahasiswa bukan disebabkan oleh biaya produksi yang tinggi, melainkan karena jarang penjual yang menyediakan alat kuliah mahasiswa. Misalnya, penggaris gambar dan tabung gambar yang sering digunakan oleh mahasiswa teknik. Oleh karena belum banyak pesaing, mahasiswa bisa menjadikan ini sebagai peluang bisnis dengan keuntungan yang besar. Misalnya, bila di toko grosir alat kuliah seorang mahasiswa membeli penggaris seharga rata-rata Rp 70,000 per buah, dia dapat menjual Rp 100,000 per buah. Harga tersebut masih lebih murah daripada harga jual di toko buku besar. Bila satu angkatan di sebuah jurusan terdiri dari 100 orang, maka keuntungan yang diraup mencapai Rp 3 juta!

Nah, sekarang Anda sebagai mahasiswa bisa memilih mana di antara bisnis-bisnis tersebut yang pas di hati.

Tips Memilih Bisnis Untuk Mahasiswa
January 13, 2014
0

Usia muda kala menjadi mahasiswa merupakan masa yang paling menentukan kematangan seseorang. Ketika menjadi mahasiswa, peluang mengenal banyak orang amat terbuka, akses informasi mudah, dan pembimbingan dari kalangan akademisi mudah dijangkau. Berbagai aktivitas bisa dipilih sesuai dengan kesenangan masing-masing, sehingga di sela-sela waktu belajar tidak ada waktu yang tidak bisa dimanfaatkan untuk mengaktualisasi diri. Hidup menjadi terasa lebih hidup bagi seorang mahasiswa yang enjoy menikmati seluruh aktivitasnya.

Salah satu aktivitas yang bisa ditempuh seorang mahasiswa untuk memberi kontribusi kepada masyarakat sekaligus sebagai pengembangan diri adalah berbisnis. Aktivitas bisnis di kalangan anak muda dewasa ini kian menjamur. Berbagai bisnis telah berhasil dibangun oleh pengusaha dari kalangan mahasiswa. Banyaknya lembaga dan perusahaan yang mengadakan kompetisi kewirausahaan pun turut menambah euforia perbisnis mahasiswa.

Agar seorang mahasiswa tidak salah dalam memilih bisnis yang ditekuninya, dia harus teliti dan hati-hati sebelum memutuskan bisnis apa yang akan ditekuninya. Selain itu, pilihan bisnis yang tepat menjadi sangat penting agar pencapaian dalam akademis dan non akademis tetap seimbang. Berikut ini adalah pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka memilih bisnis yang tepat untuk mahasiswa.

1.    Kenali passion

Ketika kita melakukan sesuatu dalam jangka waktu panjang dan tidak merasa bosan, bisa jadi di sana lah passion kita. Bedanya dengan hobi, passion adalah sesuatu yang lebih kita tekuni sedangkan hobi merupakan aktivitas di waktu senggang untuk menyegarkan diri. Passion ditandai dengan peningkatan kemampuan secara signifikan dari waktu ke waktu tanpa memerlukan usaha keras. Mengenali passion dalam berbisnis sangat penting. Dengan passion, energy untuk terus berkomitmen dan bersemangat, serta kemudahan dalam menjalankan bisnis akan relatif mudah diperoleh. Tanpa passion, sebuah bisnis bisa lekas bubar karena tidak ada rasa cinta untuk bisnis tersebut sehingga dapat menimbulkan terjadi destruksi yang mudah membuyarkan fokus.

 2.    Kenali keahlian

Selain passion, perlu juga dikenali apa saja keahlian kita sebagai mahasiswa. Keahlian terkait erat dengan latar belakang pendidikan. Misalnya, bila seorang mahasiswa berasal dari program studi hubungan masyarakat, maka keahliannya adalah komunikasi. Keahlian patut menjadi pertimbangan dalam pemilihan bisnis yang akan ditekuni, karena dengan memilih bisnis sesuai dengan latar belakang pendidikan, akan lebih mudah dalam mengatasi masalah yang mungkin muncul di tengah berjalannya bisnis. Selama menjadi mahasiswa, keahlian sesuai dengan latar belakang pendidikan ini bisa menjadikan kita semakin matang dalam berbisnis.

 3.    Sesuaikan dengan waktu

Pebisnis harus realistis. Identifikasi ketersediaan waktu untuk berbisnis, lalu pastikan tidak mengganggu aktivitas akademis dan waktu bermain bersama teman-teman. Pastikan bisnis bisa berjalan dengan baik dengan ketersediaan waktu tersebut. Banyak mahasiswa yang gagal menjalankan bisnis karena menganggap enteng persoalan membagi waktu. Padahal, pengelolaan bisnis akan sia-sia bila tidak disertai perencanaan waktu yang matang. Life needs to be balance. Sediakan waktu yang proporsional untuk bersosialisasi, menambah pengetahuan lain, dan pencarian jodoh’.

4.    Sesuaikan dengan modal

Agar tidak berisiko mengancam pencapaian akademis, modal patut diperhitungkan apakah layak atau tidak. Salah satu solusi untuk urusan yang satu ini adalah dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang menyediakan hadiah berupa modal bisnis hingga ratusan juta rupiah. Mahasiswa yang berminat berbisnis harus membuat perhitungan modal yang matang agar bisnis dan studi dapat berjalan beriringan.