Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Pilih Jadi Dreamer atau Doer dalam Berwirausaha?
March 22, 2014
0
Dreamer or Doer

Apa perbedaan dreamer dan doer dalam mewujudkan mimpi kewirausahaan mereka? Dreamer atau pemimpi akan duduk diam dan berpikir tentang apa yang bisa mereka lakukan namun tidak pernah berusaha mewujudkannya. Mereka adalah individual yang terus membicarakan ide mereka untuk menciptakan sesuatu yang hebat atau sesuatu yang bisa merevolusi dunia. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka akan terus berada di titik yang sama dalam hidup mereka.

Bila dreamer terus larut dalam mimpi mereka, doer adalah invidual yang mempunyai kemampuan dan tekad untuk mengambil kesempatan yang ada. Mereka juga memiliki kemampuan untuk mengeksekusi ide mereka tidak seperti dreamer yang memiliki ide namun tidak memiliki tekad untuk melaksanakannya. Dan parahnya lagi dreamer mungkin gagal menyadari kalau sudah ada orang di luar sana yang mempunyai ide yang sama.

Memiliki ide itu bagus, namun ide saja tidak cukup karena nilai dari sebuah ide itu datang dari eksekusinya. Bila kamu memiliki ide namun tidak melakukan apapun, ide itu tidak akan memiliki nilai apa-apa. Sama seperti aspek lain dalam hidup, bila kamu tidak menyisihkan waktu dan usaha maka hasilnya pun akan minimal. Wirausaha yang hanya banyak bicara tentang apa yang mau mereka lakukan bukanlah orang yang perlu kamu takuti, yang perlu diwaspadai adalah seseorang yang tidak banyak bicara namun melakukan banyak hal untuk mewujudkan ide mereka.

Sekarang ini kesadaran berwirausaha sudah mulai meningkat di kalangan masyarakat dan banyak orang yang bersedia untuk memberikan inovasi baru bagi dunia untuk masa depan yang lebih baik. Perlu diingat dalam berwirausaha kamu harus membangun sesuatu yang bisa memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan bukan sesuatu yang hanya menguntungkan dirimu.

Selain itu ada sebuah persepsi yang mengagungkan keglamoran dari kisah-kisah sukses sebuah usaha start-up padahal membangun usaha dari nol itu tidaklah mudah, banyak resiko dan kesulitan yang harus diambil seorang individu untuk mencapai kesuksesan. Karena pada kenyataannya kesempatan untuk mendapatkan akusisi yang sukses atau nilai yang tinggi cukuplah kecil dan tidak semua wirausaha berhasil mencapainya.

Jangan memulai sebuah startup bila kamu memiliki alasan yang tidak benar. Jika kamu menjalankannya untuk menjadi kaya, memberi tambahan dalam resume atau alasan untuk keluar dari sekolah maka kamu akan mengalami banyak kesulitan. Mulailah membangun usahamu untuk alasan yang benar, lakukanlah karena itu benar keinginanmu dan bukan karena keharusan.

Menjalankan sebuah usaha perlu rencana strategis dan eksekusi yang matang, pemikiran yang tidak dimiliki semua orang. Kewirausahaan dan perjalanannya membutuhkan mental yang kuat, prosesnya akan menguji seberapa kuat kamu bisa menangani stress dan kegagalan. Karena itu berhentilah bermimpi dan mulailah menjadi seorang doer yang dapat mengeksekusi ide-idemu menjadi sebuah bisnis yang hebat.

Richard Branson: Kegagalan adalah Rahasia Kesuksesan dalam Berwirausaha
February 24, 2014
0
Richard Branson

Apa anda pernah mengalami kegagalan dalam membina bisnis? Merasa terpuruk dan takut untuk mencoba lagi? Anda tidak sendiri, semua orang yang membangun sebuah bisnis pasti pernah mengalami yang namanya kegagalan contohnya Richard Branson, pendiri Virgin Group yang memiliki 100 perusahaan di seluruh dunia di bawah naungan Virgin Brand. Richard Branson pernah gagal meluncurkan majalah, minuman soda, social network, dll (Lebih lengkapnya bisa dibaca di sini). Dengan sejuta  pengalamannya dalam berbisnis Branson sendiri menyatakan bahwa rahasia kesuksesannya adalah bangkit dari kegagalan.

For every success story there’s 100s of near-misses. Every entrepreneur fails before succeeding – Richard Branson (@richardbranson)

Pada kenyataannya, usaha pertama yang dijalankan seorang wirausaha jarang ada yang berhasil. Namun kegagalan tersebut akan memberi pelajaran berharga bagi mereka untuk menjadi unggul dari antara rekan-rekannya yang lain. Kegagalan akan menempa mental seseorang dan menjadikannya pribadi yang tangguh, tekun dan dan pantang menyerah. Ketiga sifat ini wajib dimiliki para wirausaha karena pada dasarnya mereka adalah risk-taker yang selalu berani mengambil kesempatan tanpa takut dengan segala resikonya.

Selain itu kegagalan selalu bisa memunculkan ide-ide terbaik dari para wirausaha karena mereka sudah belajar dari kesalahan yang dilakukan di usaha sebelumnya. Pengalaman ini pastinya memberikan mereka pengetahuan untuk membuat business planning yang jauh lebih baik. Di Amerika, para investor akan menyelidiki kegagalan para wirausaha di masa lalu sebelum membuat keputusan untuk menginvestasikan uang mereka. Bukan karena mereka cemas akan kegagalan itu sendiri, tapi karena mereka ingin melihat bagaimana individu tersebut bertahan menghadapi sesekali kegagalan dalam berbisnis. Ketabahan adalah salah satu kualitas utama yang dibutuhkan seorang wirausaha untuk bertahan lama dalam menjalankan usahanya.

Perbedaan utama antara orang yang sukses dan tidak sukses adalah orang sukses membuat banyak kesalahan seperti orang pada umumnya, namun mereka belajar dari kesalahan dan mengubah pelajaran tersebut menjadi kesuksesan dalam karir bisnis mereka. Tidak hanya Richard Branson saja yang pernah mengalami kegagalan sebelum meraih kesuksesannya. Belakangan ini media internasional ramai memberitakan bagaimana Brian Acton, salah satu pendiri Whatsapp pernah ditolak saat melamar menjadi pegawai di Facebook. Namun Acton menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasinya untuk menciptakan applikasi Whatsapp yang mendunia. Dan sekarang Facebook akan membeli perusahaan startup tersebut senilai 19 milyar dolar. Sebuah angka yang super fantastik untuk sebuah perusahaan yang baru berjalan sekitar 5 tahun.

Kegagalan bukanlah sesuatu yang menyenangkan namun akan selalu ada hikmah di balik sebuah kegagalan. Seperti kata Richard Branson, dari setiap kisah sukses pasti ada 100 hal yang meleset sebelum meraih kesuksesan. Yang terpenting adalah cara pandang anda dalam melihat sebuah kegagalan, pilihannya adalah melihatnya sebagai kesempatan kedua untuk bangkit kembali atau kehancuran abadi dalam bisnis anda.