Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Strategi Mengembangkan Bisnis Startup
May 4, 2014
2

Jika kamu baru saja memulai membangun sebuah bisnis Startup, kamu perlu strategi untuk mengembangkannya supaya bisnismu tidak menjadi stagnan. Banyak metode yang bisa dijalankan untuk mengembangkan bisnismu menjadi sebuah bisnis berskala besar yang menghasilkan banyak keuntungan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu jalankan untuk mengembangkan bisnismu, tidak perduli jenis bisnis apa yang kamu jalankan.

1. Tingkatkan kolaborasi bisnis. Kolaborasi bisnis berarti melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk memperlancar bisnis kita. Tidak ada pelaku bisnis yang mampu melakukan semuanya sendirian. Contohnya jika kita berbisnis jula beli secara online, tentu saja kita membutuhkan bantuan pihak lain untuk pengepakan barang, jasa pengiriman barang sekaligus jasa bank untuk mentransfer uang. Kunci utama dalam berkolaborasi adalah memilih partner yang dapat diandalkan dan dipercaya.

2. Selalu Berinovasi. Inovasi berarti menemukan cara, metode atau produk baru yang lebih baik yang dapat meningkatkan omzet sekaligus memberi nilai tambah bagi bisnismu. Hampir semua aspek dalam bisnis memerlukan inovasi. Mulai dari manajemen, pengembangan produk hingga ke pengelolaan keuangan.

3. Junjung profesionalisme. Profesionalisme mencakup cara bertingkah laku, berpenampilan maupun dalam mengelola usaha. Profesional dalam bertingkah laku meliputi sikap kita dalam berbisnis, cara menghadapi konsumen dengan kepribadian yang berbeda, cara menangani masalah sekaligus menyelesaikannya dan cara mengucapkan terima kasih kepada pelanggan. Profesional dalam mengelola usaha antara lain menerapkan teknik pencatatan keuangan yang rapi, pemisahan harta pribadi dan aset usaha sekaligus melayani order dengan tepat waktu.

4. Merancang program, target, dan agenda. Merancang program, target dan agenda harus jelas dan terencana. Tanpa ketiga hal tersebut, dapat dipastikan bisnis kita tidak pernah bisa melesat tinggi.

5. Memaksimalkan teknologi sebagai sarana promosi. Sarana promosi ini dapat dilakukan melalui fitur BBM, Facebook dan Kaskus. Kaskus merupakan jaringan kommunitas tersebar di Indonesia yang juga cukup prospektif untuk mendorong penjualan. Teknologi lain yang sangat menunjang bisnis adalah fasilitas situs web gratisan seperti blog.

6. Manfaatkan jaringan teman. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin luas peluang untuk mengembangkan bisnis kita. Sumber jaringan teman kita antara lain tempat kerja, organisasi yang kita ikuti atau kampus tempat kita menimba ilmu. Jangan menjadikan  mereka target pasar semata, namun dekatilah dengan tujuan untuk lebih mengenali secara personal. Jika mereka nyaman berada di dekat kita, jalan untuk mengenalkan bisnis akan lebih mudah.

7. Ikutilah berbagai kompetisi bisnis. Dengan mengikuti kompetisi bisnis akan banyak keuntungan yang diperoleh antara lain mendapat tambahan modal usaha, memperluas jaringan bisnis, mendapatkan banyak ilmu baru, meningkatkan percaya diri dan memperkenalkan bisnis kamu kepada masyrakat luas.

5 Tipe Orang yang Dibutuhkan Usaha Startup
May 2, 2014
1

Tidak ada resep ajaib untuk menjamin kesuksesan sebuah startup, namun kurang lebih kesuksesan tersebut tergantung dari tim yang kamu bentuk. Dengan tim yang solid, kesuksesan tentunya akan lebih mudah diraih. Karena itu sangatlah penting memilih orang-orang dengan kapasitas dan talenta yang saling melengkapi. Bila setiap orang dalam tim mengerti peran dan tanggung jawabnya masing-masing, mereka akan bisa bekerja lebih baik dan efektif. Kerjasama dan komunikasi pun bisa terjaga dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman dan perselisihan.

Berikut ini adalah 5 tipe orang yang dibutuhkan oleh sebuah tim startup:

1. Technical Genius. Bila kamu ingin memulai usaha startup yang berhubungan dengan teknologi, tipe inilah yang sangat kamu butuhkan. Carilah orang yang memiliki pengetahuan teknikal yang kuat supaya dia bisa memimpin dan mengkoordinasi segala agenda teknikal dalam tim. Orang ini juga harus bisa menjadi inovator yang akan menciptakan produk-produk baru untuk diluncurkan ke pasar.

2. The Leader. Orang dengan jiwa kepemimpinan akan memegang peran penting dalam sebuah tim dan orang ini harus menjadi figur yang dihormati dan dihargai anggota lain dalam tim. Di dalam sebuah usaha startup akan sulit bila semua orang memiliki suara yang sama, karena itulah seorang pemimpin dibutuhkan untuk membuat keputusan-keputusan penting dan memotivasi timnya. Orang ini jugalah yang akan merepresentasikan bisnismu dalam meeting-meeting penting atau public event untuk meningkatkan profile perusahaanmu. Carilah orang dengan karisma dan kepribadian yang kuat untuk posisi ini.

3. Industry Veteran. Orang yang memiliki pengalaman dalam industri bidang usahamu bergelut sangatlah dibutuhkan karena mereka memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan tentang seluk beluk industri tersebut. Koneksi mereka juga akan dibutukan untuk mengembangkan jaringan bisnismu. Bila usaha startup-mu terdiri dari anak-anak muda yang minim pengalaman, kamu harus memiliki satu orang dengan tipe seperti ini untuk menambah kredibilitas usahamu.

4. Salesman. Orang ini adalah orang yang akan menjual produkmu kepada customer, dia harus tahu bagaimana cara mempromosikan nilai dan kelebihan produkmu pada mereka. Karena saat kita berusaha menjual sesuatu, kita bukan menjual teknologi itu sendiri tapi lebih tentang manfaat apa yang bisa kita berikan pada customer. Salesman yang baik akan mengerti cara menjual produkmu dengan efektif, dia akan menjadi orang di garis depan yang memperkenalkan produkmu kepada masyarakat.

5. Financial Manager. Jika produkmu belum diluncurkan ke pasaran tentu kamu harus memonitor semua pengeluaranmu. Karena itulah kamu membutuhkan seseorang yang bisa mengelola keuangan usahamu, orang ini harus memiliki kemampuan accounting yang baik sekaligus good sense of money management. Bila timmu masih kecil, kamu bisa mendelegasi posisi ini pada orang yang memiliki pengalaman menangani masalah keuangan.

Tips Sukses Bekerja di Perusahaan Startup
April 2, 2014
1
Bekerja di Startup

Membangun sebuah usaha startup bukanlah hal yang mudah dan sebelum kamu bisa mendirikan sebuah usaha, ada baiknya kalau kamu bekerja di sebuah perusahaan startup terlebih dahulu. Di sana kamu bisa banyak belajar, membangun network dan menimbun segudang pengalaman. Kelak dengan modal tersebut kamu akan mempunyai bekal dan pengetahuan yang cukup untuk membangun usahamu sendiri. Ada beberapa kualitas yang akan memastikan kesuksesanmu di dunia startup tidak peduli seberapa banyak pengalaman atau minatmu. Berikut adalah lima kualitas untuk meraih kesuksesan dalam usaha startup. Kelima tips ini tidak hanya akan membantumu mendapatkan pekerjaan namun juga menjadi penggerak untuk kesuksesan perusahaanmu.

1. Passion untuk produk. Para pendiri usaha startup mencari orang yang bisa membantu mengubah visi mereka jadi kenyataan. Jadi saat diundang ke sebuah interview kamu harus mempersiapkan pertanyaan dan feedback yang menunjukkan bahwa kamu sudah memiliki pengetahuan tentang produk perusahaan tersebut. Mereka ingin tahu apakah tiap pelamar benar-benar memiliki ketertarikan pada produk yang dijual sekaligus pada perusahaan mereka.

2. Mental yang kuat. Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil untuk sebuah startup. Karena pada dasarnya kamu akan bekerja dengan tim kecil dan akan selalu harus menyelesaikan tantangan-tantangan baru yang muncul, kalimat “itu bukan pekerjaan saya,” tidak boleh ada dalam kamusmu. Bisnis yang masih kecil memerlukan orang-orang yang mau melakukan apa saja untuk membuat perusahaannya sukses. Di perusahaan yang hanya memiliki 10 orang pekerja, semua orang harus bekerja bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

3. Share dan wujudkan ide-idemu. Bila kamu mempunyai ide bagus, jangan hanya berbagi pada kolegamu namun tunjukkan bahwa kamu bisa melaksanakannya. Memiliki ide hebat tidak akan berarti tanpa eksekusi dan pelaksanaan. Kunci kesuksesanmu terletak pada kemampuanmu untuk mengeksekusi ide-ide hebatmu. Saat kamu menceritakan tentang prestasimu di masa lalu pastikan kamu menekankan momen dimana kamu berhasil mengimplementasikan perubahan atau menunjukkan inisiatif  baru.

4. Jadilah orang yang proaktif bukan reaktif. Tidak peduli seberapa muda umurmu atau pengalamanmu yang masih sedikit, bagian terbaik bekerja pada sebuah startup adalah semua orang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam skala besar. Tunjukkan bahwa kamu selalu bisa berpikir jauh ke depan dan bisa melihat kesempatan baru untuk memajukan bisnis. Walaupun itu hanya tugas simpel seperti membuat report, membantu kolegamu saat tugasmu sudah selesai atau menghabiskan waktu luangmu untuk mencari ide dan strategi untuk mengimplementasikannya.

5. Jadilah ahli strategi bukan penonton. Saat membangun konsep dari awal, proses dan tujuan akan terus berubah, jadi lihatlah semuanya dengan pandangan kritis. Misimu adalah untuk menyelesaikan masalah dan menemukan kesempatan baru untuk perubahan dan perbaikan. Walaupun kamu adalah staff paling junior, jangan takut untuk menantang status quo, carilah kesempatan untuk berbagi wawasan dan pendapat dengan timmu.

4 Cara Membuat Perusahaanmu Yang Dulu Menjadi Rekan Bisnis
March 13, 2014
0
Turn Your Employer Into an Ally

Memilih untuk keluar dari pekerjaanmu dan menjalankan bisnismu sendiri adalah sebuah resiko, tapi prosesnya akan lebih mudah bila kamu memilih untuk memulai bisnis di industri dimana kamu sudah memiliki pengetahuan, koneksi dan kredibilitas. Karena itu perusahaan yang kamu tinggalkan bisa menjadi aset ataupun rintangan bagi usaha barumu, tergantung dari bagaimana kamu menjaga hubungan baik dengan mereka.

Di tahun 2009, Ian McAfee meninggalkan pekerjaannya di perusahaan forex ternama untuk memulai usaha di industri yang sama. Dengan modal kurang dari 15 ribu dollar, Ian dan kedua partnernya memulai pekerjaan Shift Forex, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa konsultan untuk perusahaan forex. Di tahun pertama bisnisnya, Shift Forex mendapatkan pendapatan lebih dari 200 ribu dolar. Ian menyatakan bahwa sebagian besar porsi kesuksesannya itu dikarenakan hubungan baiknya dengan perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya dan dia tidak sendiri.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat perusahaanmu yang dulu menjadi aset untuk meraih kesuksesan:

1. Tunjukan respect. Kamu ingin perusahaanmu tahu bahwa saat kamu bekerja kepada mereka, kamu melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Dengan kata lain, tidak bercerita kepada klien, supplier atau kolegamu tentang usaha barumu sampai kamu sudah resmi keluar dari sana. Jika manajemen perusahaanmu mendengar tentang usaha barumu dari customer mereka, kemungkinan besar hubungan kalian akan berakhir dengan buruk. Sebelum keluar, kamu sebaiknya membatasi aktivitasmu pada market research, membuat strategi bisnis dan mengumpulkan modal.

2. Menceritakan rencanamu saat keluar. Saat pemilik dan manager perusahaan tempatmu bekerja mendengar bahwa kamu akan pergi untuk memulai bisnis di industri yang sama, mereka akan merasa khawatir kamu akan mengambil customer mereka dan menyediakan jasa yang serupa. Jelaskanlah rencanamu pada bosmu, senior executive atau pemilik perusahaan sehingga mereka tidak merasa terancam dengan usaha barumu. Mereka tentu akan tetap merasa bahwa kamu akan berkompetisi dengan mereka, namun dengan kejujuranmu kamu sudah menunjukkan integritasmu pada mereka. Selain itu bila mereka menolak dengan keras rencanamu dan percaya bahwa mereka memiliki hak hukum untuk mencegah bisnismu, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk berkompromi dan bernegoisasi dengan mereka.

3. Menawarkan diri untuk membantu dalam masa transisi. Kamu mungkin mempunyai peran penting dalam perusahaanmu sebelumnya dan perlu waktu untuk mencari penggantimu. Sebelum kepergianmu, kamu bisa menawarkan diri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertentu untuk jangka waktu yang sudah ditentukan sebagai konsultan yang dibayar. Walaupun mungkin mereka akan menolak tawaranmu, tapi itu akan memberikan kesan bahwa kamu peduli pada perusahaanmu dan ingin tetap menjalin hubungan yang baik di masa depan.

4. Meminta bantuan mereka. Keuntungan utama bila kamu meninggalkan perusahaanmu dengan baik-baik adalah kamu bisa meminta perusahaanmu untuk membantu bisnis barumu. Mereka bisa memberikan referensi, klien atau kesempatan menguntungkan lainnya. Ide bisnis pertama Ian McAfee adalah membantu reseller untuk perusahaan tempat dia bekerja sekaligus kompetitornya dengan nasihat untuk bidang marketing dan sales. Dia juga meminta koleganya yang dulu untuk memperkenalkannya pada reseller yang ingin meningkatkan usaha marketing dan sales mereka. Karena kepergiannya yang baik, perusahaan tempatnya bekerja menjadi nyaman untuk mempercayainya walaupun usaha baru Ian beekerja dengan kompetitor mereka.