Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Membentuk Mental Kuat Dalam Berbisnis
April 30, 2014
0

Membangun bisnis sama seperti membangun sebuah rumah, butuh fondasi yang kuat supaya rumah tersebut berdiri dengan kokoh. Karena itulah dalam membangun bisnis, mental yang kuat pun diperlukan agar bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik. Tetapi kadang kala banyak hal yang membuat semangat kita menjadi kendur entah itu dikarenakan masalah modal, masalah operasional, pegawai yang tidak bisa dipercaya, klien yang kabur dan berbagai macamnya lagi. Di situasi-situasi macam itulah mental yang kuat diperlukan supaya bisnis bisa bertahan, berikut adalah beberapa faktor yang membentuk mental kuat dalam berbisnis:

1. Berpikir positif. Berpikir positif dapat dilakukan dengan cara terus menerus menanamkan kalimat  positif untuk diri sendiri misalnya jika selama ini kita menilai diri sendiri tidak mampu untuk menjalankan bisnis, cobalah mengucapkan kata “Saya bisa dan saya mampu” setiap kali pikiran negatif Itu datang. Cara demikian sangat membantu untuk mengenyahkan keraguan dan membiasakan kita berpikir positif tentang diri sendiri.

2. Tidak mudah menyerah. Setiap bisnis apapun baru akan berhasil jika kita tekun melakukannya dan tahan banting saat mengelolanya. Pupuklah sikap ini dengan cara menegaskan dalam diri kita sendiri untuk selalu bangkit  dan kembali berlari setiap kali tertimpa masalah dengan mengatakan pada diri sendiri, “Saya Bisa”.

3. Mau selalu belajar. Kita perlu belajar dari siapapun, terutama dari pesaing kita. Bacalah majalah bisnis, ikuti berita, perkembangan mode dan lakukan riset pasar untuk mengetahui barang apa yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang. Berbisnis memang harus menjadi ajang  pembelajaran yang berkesinambungan.

4. Keberanian mengambil resiko. Berani mengambil resiko berarti berani keluar dari zona nyaman. Banyak pengusaha yang mengalami jatuh bangun di tahun-tahun awal bisnisnya. Itu adalah resiko yang harus dijalani oleh mereka, namun mereka tidak berputus asa melainkan mereka memandang resiko itu sebagai jalan untuk maju dan menjadikannya sebagai tantangan bukan penghalang baginya.

5. Kemampuan bersaing dengan sehat. Kita tidak perlu menjatuhkan lawan bisnis dengan cara menjelek-jelekan mereka, menyebar desas desus atau fitnah yang tidak  diketahui asal usulnya.

6. Keberanian mengemukakan pendapat. Tanpa keberanian, ide-ide kita akan sulit diterima. Banyak pengusaha yang awalnya diragukan banyak orang karena idenya dianggap tidak lazim, namun mereka tetap yakin dengan pendapatnya tanpa memperdulikan opini orang lain sehingga lama-kelamaan banyak orang yang akhirnya percaya dengan ide-ide mereka.

7. Kemampuan bekerja dalam tim. Sebagai pengusaha, kita akan bekerja sama dengan banyak orang baik itu keluarga, karyawan, klien, supplier, media atau lainnya. Untuk dapat bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim kita perlu mengenali kelebihan serta tipe kepribadian mereka agar  kita bisa menempatkan setiap orang dalam posisi yang sesuai. Memilih dan menempatkan orang yang tepat akan membuat bisnis kita berjalan optimal.

8. Kemampuan menangani masalah. Bekerja dengan banyak orang yang memiliki watak berbeda-beda sangat potensial memunculkan banyak masalah. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari teknik-teknik mengendalikan masalah, keterbukaan dan cara berkomunikasi yang baik agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik.

5 Langkah Mudah Menulis Business Plan
April 8, 2014
0
Membuat business plan sangatlah penting bagi setiap pengusaha, tapi bila ini pertama kali membuatnya tentu kamu akan menemui beberapa kesulitan. Para pemilik bisnis akan beargumen tentang seberapa panjang business plan itu harus dibuat, namun biasanya satu halaman business plan bisa mengcover semua kebutuhan untuk memulai bisnismu.

 

Jangan khawatir, kamu tidak akan bisa salah bila memulai dengan satu halaman business plan dan seiring dengan waktu kamu bisa menambahnya sedikit demi sedikit. Ingatlah bahwa saat ini, business plan yang terburuk adalah sesuatu yang tidak akan kamu tulis, jangan biarkan paralisis analis menghalangimu untuk memulai menulis planmu.
Berikut adalah 5 langkah mudah untuk menulis business plan:

 

1. Mulai dari visimu. Mulailah menulis planmu dengan memikirkan akhirnya. Kamu harus tahu mau dibawa kemana bisnismu sehingga arah business planmu bisa dikomunikasikan dengan jelas di plannya. Apakah kamu mau mengembangkan bisnismu untuk menjual? Apa bisnismu ini akan menjadi sebuah peninggalan yang akan bertahan lama? Apa visi besar yang akan menjadi tujuan akhirmu? Sangatlah penting untuk memulai dengan visi akhir bisnismu, dengan begitu semuanya bisa diringkas dengan baik di proposal yang kamu buat.

2. Buat pernyataan tentang misimu. Setelah kamu tahu visimu, sekarang kamu perlu untuk mendiskripsikan apa yang akan kamu lakukan untuk mencapai visi itu dengan singkat dan jelas. Pernyataan ini akan perlu dipajang di tempat di mana kamu dan stafmu bisa melihatnya setiap hari untuk mengingatkan mengapa kamu melakukan pekerjaanmu setiap harinya.

3. Buat list untuk tujuanmu. Pikirkan tujuanmu dan apa yang ingin kamu capai dengan format bullet point. Contohnya, “mendominasi setidaknya 10% dari market niche pada tahun 2016,” atau tujuan HR seperti “pekerjakan full time graphic designer sebelum akhir tahun.” Itu adalah contoh tujuan besar yang ingin kamu capai dengan kurun waktu yang sudah ditetapkan.

4. Bentuk strategimu. Strategimu mendeskripsikan bagaimana rencanamu untuk mencapai tujuan. Apa marketing planmu? Strategi Sales? Apakah kamu akan mendedikasikan waktumu untuk research dan development? Apa strategimu untuk mencapai obyektifmu?

5. Membuat action plan. Kamu sudah memiliki obyektif dan memutuskan strategimu, sekarang apa langkahmu untuk memastikan bisnismu bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dan mewujudkan visimu? Ini harus berbentuk tindakan jangka pendek yang bisa dimulai lakukan sekarang untuk mencapai tujuan akhirmu.

Menulis business plan tentu cukup menantang terutama untuk pemula. Tapi ingatlah plan ini tidak perlu ditulis dengan rumit. Buatlah prosesnya menjadi simple dan mulailah dari hari ini dengan mengikuti lima langkah di atas untuk menulis business plan bisnis yang sedang ingin kamu jalankan.

5 Kebiasaan Yang Berdampak Buruk Pada Bisnismu
March 19, 2014
0
Bad Habits in Business

Apakah kamu selalu meminum kopi yang sama tiap pagi atau duduk di kursi yang sama di meeting? Kebiasaan seperti ini memang tidak berbahaya namun ada banyak kebiasaan lain yang tanpa disadari berdampak buruk pada produktivitas bisnismu.

Kebiasaanmu sehari-hari terbentuk dari pengulangan dan frekuensi keseringan. Kebiasaan itu membentuk dirimu dan masalahnya banyak orang terus mengulang kebiasaaan buruk yang menghalangi mereka untuk meraih sukses. Berikut adalah 5 kebiasaan buruk bagi bisnismu yang harus dihentikan:

1. Gagal mendelegasi. Kenyataannya kamu tidak bisa melakukan semuanya sendiri dalam berbisnis. Tentu kamu bisa ngotot bekerja selama 80 jam per minggu tapi kemungkinan besar kamu tidak akan bertahan dengan tempo kerja seperti itu. Karena itu carilah orang terbaik yang bisa kamu pekerjakan, delegasikanlah tugas yang cocok dengan keahlian mereka dan percayalah mereka akan melakukan pekerjaan itu dengan benar. Dengan begitu kamu bisa fokus pada pekerjaanmu sendiri dan perusahaanmu akan berjalan lebih lancar.

2. Menghambat proses pengambilan keputusan. Sebagai seorang pengusaha tentu kamu suka untuk mempunyai kontrol, namun bila semua keputusan harus diambil melalui dirimu itu jelas akan menghambat proses bisnismu, selain itu pekerja dan pelangganmu pun akan merasa frustasi. Pekerjakanlah orang yang tepat dan pastikan mereka semua tahu garis besar dan tujuan bisnismu sehingga bisnismu bisa berkembang tanpa perlu micro-management darimu.

3. Bersikap reaktif dibandingkan proaktif. Memiliki visi masa depan adalah kunci kesuksesan bisnismu, sayangnya banyak wirausaha yang tidak memiliki rencana ke depan. Bila kamu sudah memiliki tujuan, kamu bisa menciptakan kebiasaan yang akan memperkuat tujuan tersebut dan membawamu ke jalan untuk mencapainya.

4. Melakukan aktivitas yang tidak produktif. Mengecek email berkali-kali dan menghabiskan waktu bermain Facebook adalah contoh kegiatan yang menyita waktu dan tidak produktif. Ciptakanlah kebiasaan untuk fokus pada satu pekerjaan dan berhenti multitasking dengan kegiatan yang kurang produktif. Berhenti mengecek email berkali-kali tiap harinya dan hindari akun media sosial sebisa mungkin bila kamu sedang mengerjakan hal yang penting.

5. Rasa takut. Rasa takut adalah musuh terbesar semua orang untuk maju dan berkembang. Takut pada kegagalan, membuat keputusan dan menyinggung orang lain bisa mengurangi produktifitas bisnismu. Terlalu memfokuskan diri pada rasa takut akan menyita waktu dalam pengambilan keputusan dan pada akhirnya akan menghambat bisnismu untuk mencapai tujuan.

Bila kamu mengenali kebiasaan-kebiasaan di atas dalam bisnismu, kamu harus melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Mulailah mengevaluasi situasimu dan tulis catatan tentang kebiasaan-kebiasaan yang ingin kamu hilangkan, lalu buatlah tujuan jangka pendek ataupun panjang yang akan membantumu untuk mengubah kebiasan negatif tersebut menjadi positif. Jangan lupa untuk meninjau tujuan tersebut tiap minggunya supaya kamu yakin bisa mencapainya.

3 Sifat Yang Diperlukan Dalam Seni Menjual
March 17, 2014
0
The Art of Selling

Bila kamu ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses, keahlian untuk menjual adalah sesuatu yang harus dimiliki untuk menjual produkmu. Pada kenyataannya tidak semua orang mempunyai keahlian tersebut namun kamu bisa mempelajarinya dan yang terpenting kamu harus bisa mengembangkan ketiga sifat ini: Kepercayaan diri, keyakinan dan karisma. Bila kamu punya ketiganya, maka dipastikan kamu bisa menjual barang apapun.

Mari kita bahas satu persatu tentang ketiga sifat yang kamu perlukan dalam seni menjual:

1. Kepercayaan diri. Apakah kamu mempunyai kepercayaan diri untuk merepresentasikan produk dan jasamu sehingga pelanggan yakin akan nilai dan manfaatnya? Saat kamu menunjukkan kepercayaan dirimu kamu akan memancarkan energi yang menular. Jika kamu percaya diri, kamu meyakinkan. Orang lain akan mendengarkanmu dan percaya padamu.

Kepercayaan diri juga berarti memberi inspirasi pada orang untuk merasa percaya diri juga. Saat mereka yakin padamu, mereka akan bersedia terus menjalankan bisnis denganmu dan kamu akan mengerti bahwa pada akhirnya bisnis tidak dijalankan oleh mesin tapi oleh hubungan yang sudah terjalin. Hal ini tidak bisa diprogram tapi diperoleh.

2. Keyakinan. Apakah kamu benar-benar percaya dengan apa yang kamu lakukan? Apakah kamu memiliki keyakinan yang kuat? Keyakinan adalah sifat yang harus dimiliki seorang salesman karena itu akan memberikanmu kekuatan untuk mengatasi penolakan yang datang padamu. Saat menjalankan bisnis pasti akan ada kekecewaan dan kemunduran. Dan ada juga saat dimana semuanya berjalan dengan tidak benar, yang mana terlihat seperti kekacauan besar yang sulit diperbaiki lagi.

Karena itulah memiliki keyakinan atas usahamu sangatlah penting, dengan begitu orang lain tidak akan dengan mudah membuatmu menyerah dan merasa kalah. Keyakinan adalah modal utama untuk bisa bertahan dalam masa terburuk dalam bisnis penjualanmu.

3. Karisma. Memiliki karisma itu berarti memiliki kepribadian yang menarik orang lain padamu, membuat mereka suka padamu dan bahkan membuat mereka mengikutimu. Pada kenyataannya tidak semua orang memiliki faktor ini. Mungkin kamu tidak memiliki karisma spesial atau daya tarik yang membuat seseorang menjadi karismatik, namun kamu tetap bisa bersinar dengan mempromosikan niat baik dan kerjasama yang positif dengan kolegamu.

Intinya, jadilah seseorang yang disukai, karena orang akan hanya mau bekerja dengan seseorang yang mereka sukai. Bila mereka suka padamu, mereka akan dengan senang hati melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya.

Ada satu hal lagi yang harus kamu ingat bila ingin menguasai seni penjualan. Ingatlah bahwa dalam menjual, kamu tidak pernah menjual objek atau sesuatu yang nyata karena pada akhirnya yang kamu jual adalah kesempatan. Kepercayaan diri, keyakinan dan karisma akan membuatmu bisa mengambil kesempatan itu dan membuatnya menjadi sebuah seni untuk menjual.

Apa Kamu Sudah Siap Untuk Keluar Dari Pekerjaanmu?
March 15, 2014
0
Are you ready to quit your job?

Sebelum kamu memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu, apa kamu sudah yakin dengan kemampuanmu? Apa keadaan keuanganmu sudah cukup stabil untuk menyokong bisnismu sekarang? Apa kamu sudah siap dengan semua resiko yang harus dihadapi setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu?

Kita semua tahu keluar dari pekerjaan dan menjalankan bisnis dengan konsep yang belum diuji beserta keuntungan yang belum stabil adalah sebuah resiko besar. Namun banyak wirausaha yang tetap nekat menjalankannya karena komitmen mereka pada bisnis yang sudah dibangun. Dan bagi mereka yang ingin mendapatkan investor, meninggalkan pekerjaan adalah sesuatu yang wajib dilakukan sebagai jaminan pada investor-investor itu bahwa kamu akan fokus sepenuhnya pada bisnismu.

Bila kamu masih belum yakin untuk tetap bekerja sambil menjalankan usahamu atau meninggalkan pekerjaanmu sepenuhnya. Berikut adalah empat langkah yang bisa kamu lakukan sebelum mengambil keputusan. Sekaligus faktor yang bisa menjadi indikator apakah kamu sudah mampu berkomitmen seratus persen pada bisnis yang kamu jalankan atau kamu harus kembali lagi ke garis awal.

1. Kumpulkan pernyataan keuangan. Kamu setidaknya harus membuat 3 dokumen pernyataan keuangan untuk bisnismu: pernyataan untung dan rugi, neraca keuangan dan pernyataan cash flow. Dokumen pertama akan menunjukkan apa kamu menghasilkan uang atau sebaliknya, sedangkan neraca keuangan akan memberimu info seberapa banyak uang yang kamu punya dan dokumen yang terakhir akan membuatmu tahu dari mana saja sumber uangmu.

2. Membuat prakira kinerja bisnis. Dengan dokumen pernyataan keuangan yang sudah terkumpul, buatlah prakira yang realistis tentang kinerja bisnismu tiap bulannya. Kamu perlu tahu berapa banyak uang yang akan kamu hasilkan dan keluarkan. Saat membangun bisnis, kamu perlu memasukkan faktor pertumbuhan sales beserta pengeluaran tambahannya. Hindari prakira yang terlalu optimis dan berusahalah serealistis mungkin. Karena pada umumnya para wirausaha amatir cenderung untuk terlalu optimis dengan kinerja dan penghasilan mereka.

3. Hitung pengeluaran pribadimu. Saat kamu berhenti dari pekerjaanmu, kamu tentu ingin membuat bisnismu terus berjalan namun jangan lupa menghitung pengeluaran pribadimu juga. Buat daftar pengeluaran bisnismu seperti gaji, biaya travel dan pengeluaran lainnya bagi dirimu dan pegawai yang bekerja untukmu. Lupakan dulu pengeluaran yang bisa dipikirkan di masa depan seperti asuransi kesehatan atau peralatan baru, karena hal tersebut tidak relevan dengan tujuanmu yang sekarang yaitu keluar dari pekerjanmu.

4. Meminta second opinion. Sebelum kamu melangkah ke level selanjutnya, sebagai wirausaha kamu harus meminta pendapat pada orang lain. Mungkin kamu bisa bertanya pada rekan kerja atau teman yang kamu percayai sekaligus kompeten di bidang yang kamu geluti. Meminta pendapat mereka sangatlah penting supaya mereka bisa memberi saran yang objektif tentang rencana dan proyeksi keuanganmu, untuk meyakinkan bahwa kamu tidak terlalu optimis dan berlebihan dalam melihat prospek masa depan bisnismu.

7 Cara Meningkatkan Sales dengan Media Sosial
March 14, 2014
0
Social Media Marketing

Banyak pemilik bisnis kecil dan menengah berpikir bahwa berpromosi melalui media sosial tidaklah penting, membuang waktu dan juga merasa customer mereka tidak ada di sana. Padahal pada kenyataannya media sosial itu sangatlah vital bagi bisnis karena dengan mengggunakannya kamu bisa meningkatkan brand awareness dan keuntungan bisnismu.

Berikut ini adalah 7 cara yang bisa membantumu untuk meningkatkan presence dan followers di media sosial:

1. Memulailah. Bila kamu belum memulai, lakukanlah sekarang juga. Kamu tidak perlu mengetahui apapun tentang ini. Bukalah account di Facebook atau Twitter dan mulailah berkomitmen untuk posting konten. Tidak akan ada yang terjadi bila kamu tidak memulai apapun. Jutaan orang di dunia menggunakan media sosial yang membuktikan bahwa mudah sekali menggunakannya.

2. Post content sesering mungkin. Tidak ada yang namanya terlalu banyak posting. Memang ada “ahli” di luar sana yang tidak menganjurkan untuk posting terlalu sering. Mereka pikir bila kamu terlalu sering posting orang akan berhenti mengikuti fanpagemu, tapi bila pada awalnya kamu tidak memiliki followers, satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian adalah melalui frekuensi dan kuantitas posting. Orang-orang yang berhenti mengikutimu bukanlah target marketmu dan juga tidak akan membeli produkmu.

3. Jadilah seorang ahli. Post konten yang membuatmu kelihatan sebagai seorang ahli di bidang yang kamu promosikan. Berikan tips dan informasi seperti apa yang harus dilakukan, apa yang harus tidak dilakukan, bagaimana cara memperbaiki dan info apa saja yang berguna untuk followersmu. Contohnya bilang kamu seorang dry cleaner, post semua informasi tentang cara mencuci dengan benar, menghilangkan noda, dll.

4. Buatlah dunia menjadi targetmu. Tidak seperti cara marketing tradisional, media sosial akan membuatmu mampu untuk berpromosi ke seluruh dunia. Tidak ada batasan atau apapun juga yang menghalangi produkmu terkenal secara global karena semua orang bisa mengakses ke akun media sosialmu.

5. Membuat content yang bervariasi. Gunakan jenis konten yang berbeda seperti: video, foto, quote, artikel dan blog. Sharing konten adalah hal yang paling mudah dan bisa membuatmu lebih cepat mendapatkan follower. Dengan berbagi content dari kompetitor atau ahli lainnya dan memberikan mereka kredit, kemungkinan besar kamu akan mendapatkan follower dari akun mereka.

6. Rasio 80/20. Delapan puluh persen dari kontenmu haruslah berupa informasi bukan promosional. Di awal mungkin kamu bahkan bisa mengubahnya ke rasio 95/5 dimana 95% kontenmu adalah informasi. Tidak ada yang akan mau menjadi follower bila kamu terus posting konten promosional karena kamu belum mempunyai fanbase sama sekali. Fanpagemu harus memiliki pengikut yang mau membaca isi kontenmu karena itulah kamu harus membuat konten yang semenarik mungkin.

7. Jangan mendelegasi. Tidak peduli betapa pentingnya posisimu atau sibuknya pekerjaanmu, kamu harus memiliki ownership terhadap akun media sosialmu. Karena kamulah yang paling mengerti tentang bisnismu dibandingkan orang lain. Kamu tentu bisa mempekerjakan orang untuk membuat konten promosional atau lainnya namun semuanya harus kamu monitor untuk menjamin konten yang di-post mewakili citra brand dan bisnismu.

4 Cara Membuat Perusahaanmu Yang Dulu Menjadi Rekan Bisnis
March 13, 2014
0
Turn Your Employer Into an Ally

Memilih untuk keluar dari pekerjaanmu dan menjalankan bisnismu sendiri adalah sebuah resiko, tapi prosesnya akan lebih mudah bila kamu memilih untuk memulai bisnis di industri dimana kamu sudah memiliki pengetahuan, koneksi dan kredibilitas. Karena itu perusahaan yang kamu tinggalkan bisa menjadi aset ataupun rintangan bagi usaha barumu, tergantung dari bagaimana kamu menjaga hubungan baik dengan mereka.

Di tahun 2009, Ian McAfee meninggalkan pekerjaannya di perusahaan forex ternama untuk memulai usaha di industri yang sama. Dengan modal kurang dari 15 ribu dollar, Ian dan kedua partnernya memulai pekerjaan Shift Forex, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa konsultan untuk perusahaan forex. Di tahun pertama bisnisnya, Shift Forex mendapatkan pendapatan lebih dari 200 ribu dolar. Ian menyatakan bahwa sebagian besar porsi kesuksesannya itu dikarenakan hubungan baiknya dengan perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya dan dia tidak sendiri.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat perusahaanmu yang dulu menjadi aset untuk meraih kesuksesan:

1. Tunjukan respect. Kamu ingin perusahaanmu tahu bahwa saat kamu bekerja kepada mereka, kamu melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Dengan kata lain, tidak bercerita kepada klien, supplier atau kolegamu tentang usaha barumu sampai kamu sudah resmi keluar dari sana. Jika manajemen perusahaanmu mendengar tentang usaha barumu dari customer mereka, kemungkinan besar hubungan kalian akan berakhir dengan buruk. Sebelum keluar, kamu sebaiknya membatasi aktivitasmu pada market research, membuat strategi bisnis dan mengumpulkan modal.

2. Menceritakan rencanamu saat keluar. Saat pemilik dan manager perusahaan tempatmu bekerja mendengar bahwa kamu akan pergi untuk memulai bisnis di industri yang sama, mereka akan merasa khawatir kamu akan mengambil customer mereka dan menyediakan jasa yang serupa. Jelaskanlah rencanamu pada bosmu, senior executive atau pemilik perusahaan sehingga mereka tidak merasa terancam dengan usaha barumu. Mereka tentu akan tetap merasa bahwa kamu akan berkompetisi dengan mereka, namun dengan kejujuranmu kamu sudah menunjukkan integritasmu pada mereka. Selain itu bila mereka menolak dengan keras rencanamu dan percaya bahwa mereka memiliki hak hukum untuk mencegah bisnismu, kamu akan mendapatkan kesempatan untuk berkompromi dan bernegoisasi dengan mereka.

3. Menawarkan diri untuk membantu dalam masa transisi. Kamu mungkin mempunyai peran penting dalam perusahaanmu sebelumnya dan perlu waktu untuk mencari penggantimu. Sebelum kepergianmu, kamu bisa menawarkan diri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertentu untuk jangka waktu yang sudah ditentukan sebagai konsultan yang dibayar. Walaupun mungkin mereka akan menolak tawaranmu, tapi itu akan memberikan kesan bahwa kamu peduli pada perusahaanmu dan ingin tetap menjalin hubungan yang baik di masa depan.

4. Meminta bantuan mereka. Keuntungan utama bila kamu meninggalkan perusahaanmu dengan baik-baik adalah kamu bisa meminta perusahaanmu untuk membantu bisnis barumu. Mereka bisa memberikan referensi, klien atau kesempatan menguntungkan lainnya. Ide bisnis pertama Ian McAfee adalah membantu reseller untuk perusahaan tempat dia bekerja sekaligus kompetitornya dengan nasihat untuk bidang marketing dan sales. Dia juga meminta koleganya yang dulu untuk memperkenalkannya pada reseller yang ingin meningkatkan usaha marketing dan sales mereka. Karena kepergiannya yang baik, perusahaan tempatnya bekerja menjadi nyaman untuk mempercayainya walaupun usaha baru Ian beekerja dengan kompetitor mereka.

6 Tips Menjadi Pemimpin Yang Baik
March 5, 2014
0
Be a Good Leader

Bila kamu ingin menjadi wirausaha yang sukses, pertama-tama kamu perlu menjadi pemimpin yang sukses dulu. Karena bagaimanapun juga, memotivasi dan menginspirasi timmu untuk datang setiap hari dan melakukan pekerjaan terbaik mereka adalah aspek terpenting dalam menjadi seorang pemimpin. Tanpa tim yang mau bekerja keras dan melakukan yang terbaik, hasil optimal pun tidak bisa diraih sehingga perusahaanmu tidak akan pernah maju ataupun meraih keuntungan.

Ada pepatah yang bilang kalau “Leaders are born, not made” (Pemimpin itu dilahirkan bukan dibentuk). Namun pada kenyataannya kepemimpinan adalah kualitas yang bisa dipelajari dan terus diperkuat dengan banyaknya pengalaman yang dimiliki seseorang. Selain itu banyak pemilik bisnis yang sukses belajar menjadi pemimpin dengan merespon lingkungan sekitar, mengevaluasi kelebihan dan kelemahan mereka dan yang paling terpenting mau belajar dari kesalahan mereka.

Berikut adalah 6 Tips untuk memperkuat skill kepemimpinanmu:

1. Jangan takut untuk gagal. Kegagalan itu biasa dalam berbisnis, tanpa kegagalan itu berarti kamu belum pernah mengambil resiko dalam bisnis. Dengan kegagalan kamu bisa belajar untuk bangkit kembali dan mengevaluasi ulang rencana bisnis yang sudah dibuat. Kegagalan juga akan menerpa mentalmu sehingga kamu bisa menjadi individu yang lebih kuat dan tidak kenal kata menyerah.

2. Jangan puas dengan solusi standar. Jika ingin menciptakan produk atau jasa yang unggul, kamu harus berpikir out of the box dan jauh ke depan. Pikirkanlah sesuatu yang original dan tidak biasa seperti yang dilakukan Steve Jobs dengan produk Apple. Jadilah independent thinker dengan menghasilkan ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh orang lain.

3. Fokus pada hasil bukan gaya. Menurut penelitian, hal terpenting yang bisa dilakukan seorang pemimpin adalah memotivasi para pekerjanya. Menanamkan kepercayaan diri dan memberikan inspirasi kepada timmu akan menciptakan antusiasme pada pekerjaan dan loyalitas terhadap perusahaan. Dengan kedua faktor tersebut produktivitas akan meningkat dan tercermin dari hasil yang diperoleh.

4. Terus mengimprovisasi diri. Jangan pernah puas dengan dirimu, teruslah belajar untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Faktanya memang ada beberapa orang yang memiliki bakat kepemimpinan alami, namun bakat alami saja tidak akan cukup. Semua kemampuan seorang individu harus selalu ditingkatkan dengan kedisplinan dan praktek dalam keseharian mereka di lingkungan kerja.

5. Belajar bersikap menjadi introvert dan ekstrovert. Dunia bisnis tidak pernah ramah kepada para introvert. Namun pada kenyataannya 4 dari 10 top eksekutif dunia, termasuk Larry Page, co-founder sekaligus CEO Google adalah seorang introvert. Berdasarkan penelitian, introvert bisa menciptakan lingkungan tim yang lebih kondusif dibandingkan rekan-rekan ekstrovert mereka. Namun perlu dicatat bahwa introvert yang paling sukses adalah mereka yang sudah menguasai cara bersikap sebagai ekstrovert. Karena itulah penting untuk belajar menjadi keduanya sehingga kamu bisa tahu bagaimana cara berpikir dan bersikap di tiap situasi bisnis yang berbeda.

6. Bersikap dermawan dan murah hati.  Dengan bersikap dermawan dan murah hati kepada para pekerjamu, tingkat kebahagiaan dan loyalitas mereka pun akan meningkat. Dengan penghargaan yang setimpal, mereka akan merasa pekerjaan mereka berarti sehingga mereka bisa mendapatkan kepuasan dari pekerjaan tersebut. Produktivitas kerja mereka pun akan meningkat dan hal ini bisa menginspirasi inovasi baru yang berguna untuk kemajuan bisnis yang kamu pimpin.

Belum Menjadi Wirausaha? Act Like One!
March 2, 2014
0
Act Like an Entrepreneur

Banyak pegawai biasa yang merasa tidak mampu untuk menjadi wirausaha karena mereka menganggap bahwa berwirausaha itu adalah membangun perusahaan atau mengelola bisnis sendiri. Padahal pada kenyataannya seorang pegawai biasa pun bisa menjadi seorang wirausaha bagi pekerjaan mereka sendiri. Ingin tahu bagaimana caranya? Langkah pertama adalah dengan mengubah sikap dan pandangan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sekarang.

Apa bagian terbaik dalam berwirausaha? Bila kamu tanyakan hal ini kepada para pengusaha, kebanyakan dari mereka pasti menjawab bagian terbaiknya adalah menjadi bos untuk diri sendiri. Kebebasan dalam proses bekerja dan mengambil keputusan juga merupakan faktor yang paling dinikmati. Namun bila sekarang kamu masih bekerja untuk orang lain bukan berarti kamu tidak bisa bersikap seperti seorang wirausaha. Tidak perduli kamu bekerja untuk siapa, kamu harus memiliki mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri dan pekerjaan yang kamu lakukan sekarang adalah untuk masa depanmu nantinya.

Anggap sekarang kamu adalah CEO untuk pekerjaanmu sendiri, tentunya kamu harus memiliki tujuan personal dan professional yang cakupannya lebih besar untuk melebarkan sayap perusahaanmu. Dengan kata lain kamu harus memiliki ownership dalam pekerjaanmu, tinggalkan kebiasaan yang menganggap kamu hanya perlu menyelesaikan pekerjaanmu sesuai dengan apa yang disuruh atasanmu. Bersikaplah seperti wirausaha yang tiap detiknya memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk mengembangkan bisnisnya. Mulailah menganalisa sisi apa yang bisa dikembangkan dalam pekerjaanmu sehingga apa yang kamu kerjakan sekarang tidak menjadi kegiatan monoton yang tidak memberi pengaruh apa-apa pada perkembangan karirmu.

Membuat usaha sendiri tidaklah mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Karena itu bila kamu memang ingin serius belajar menjadi wirausaha, kamu bisa mulai bersikap seperti itu dalam pekerjaanmu sekarang. Anggap saja ini langkah awal sebelum membangun usahamu sendiri, buktikanlah kamu bisa menjadi CEO untuk pekerjaanmu sendiri sebelum melangkah ke proyek yang lebih besar.

Bila sekarang kamu bekerja untuk perusahaan yang memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan menunjukkan kreatifitasmu. Kamu sangat beruntung. Berarti ini adalah kesempatanmu untuk berkembang dan menjadi produktif. Seraplah banyak ilmu dari pekerjaanmu sekarang dan bangunlah network dengan kolega maupun client yang kamu temui. Intinya jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan walaupun kamu hanya seorang pegawai biasa. Buatlah juga rencana jangka panjang untuk membangun karir ataupun usahamu dan semua ini harus kamu lakukan dengan mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri.

Jadi tunggu apalagi? Mulailah bersikap dan berpikir seperti wirausaha walaupun kamu masih menjadi seorang pegawai, dengan membiasakan diri dengan mindset seperti ini pada akhirnya kamu pun bisa mengembangkan dirimu untuk tantangan yang lebih besar seperti membangun bisnis sendiri di masa depan.