Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Tips Mengelola Keuangan UKM
January 29, 2014
4

Dalam berbisnis, mengelola keuangan adalah salah satu kemampuan wajib yang harus dikuasai seorang pebisnis. Pada dasarnya, berapa pun penghasilan yang didapatkan dari suatu usaha, pebisnis tidak akan merasa untung jika tidak pandai mengatur keuangan. Terlebih pada skala kecil seperti Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian bangsa Indonesia.

Masalah manajemen keuangan selalu menjadi kelemahan utama para pengusaha UKM. Mereka selalu menggabungkan antara uang dari usaha dan uang keluarga sehingga tidak memiliki laporan keuangan secara nyata. Perilaku penduduk yang semakin bersifat konsumtif, semakin mengecilkan keuntungan yang seharusnya didapat oleh UKM. Menurut Fasilitator Start and Improve Your Bussiness (SIYB) Indonesia Yani Susanti di Bandung, Jumlah usaha di Jawa Barat yang telah memiliki laporan keuangan usaha yang terpisah dengan keluarga ditaksir hanya sekitar 30 persen dari total UKM. Sedangkan total UKM yang terdapat di Jawa Barat berjumlah sekitar 8,2 juta UKM.

Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola keuangan UKM sangat diperlukan sekali mengingat jumlah pengusaha UKM yang mengetahuinya juga terlampau sedikit. Beberapa langkah yang dapat dilakukan agar dapat mengatur keuangan dengan baik adalah sebagai berikut :

Fokus dan Spesifik

Sebagai awalan untuk mengatur semua hal seperti investasi, asuransi dll. sebaiknya dimulai dengan satu poin awal. Biasanya dimulai dengan laporan pendapatan dan pengeluaran yang terstruktur dengan rapi. Kemudian fokuskan untuk mengetahui perkembangan keuangan dengan melihat hasil keuntungan yang didapat.

Bertahap

Setelah mampu berfokus pada salah satu poin, maka secara bertahap berlanjut ke poin selanjutnya. Misalnya setelah merasa kondisi keuangan sudah dapat dikelola dengan baik, barulah berfokus pada hal lain seperti menyiapkan dana darurat atau investasi. Sebaiknya, dalam mengatur keuangan bisnis Anda maka perlu perasaan nyaman dan bahagia agar termotivasi untuk melakukannya dalam jangka waktu yang panjang.

Konsisten

Untuk menjaga keuangan agar tetap di jalan kesuksesan Anda, maka lakukan dengan konsisten. Semua rencana anggaran dan keuangan yang ditetapkan dalam jangka panjang, akan dapat tercapai jika dilakukan dengan konsisten. Jika berhenti di tengah jalan, maka peluang keberhasilan target akan semakin kecil.

Menjaga Arus Kas

Arus kas selalu terdiri dari dua hal yakni pengeluaran dan pemasukan. Semua pengusaha UKM jelas selalu mengusahakan agar pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Untuk mencapai hasil tersebut, ada tiga hal yang dapat dilakukan dalam pemasukan. Pertama, memperbanyak asal pemasukan itu didapatkan. Semakin banyak asal pemasukan tentunya semakin besar pemasukan yang akan didapat. Kedua, Berusaha agar total pemasukan bertambah setiap tahunnya. Disini perlu adanya kreatifitas untuk dapat menaikkan total pemasukan. Ketiga, selalu menambahkan nilai investasi saat pemasukan bertambah. Investasi sangat baik untuk menjaga kesehatan arus kas dalam jangka panjang.

5 Alasan Mengapa Bisnis Anda Bangkrut
January 25, 2014
0

Memiliki sebuah bisnis sendiri adalah impian bagi setiap orang yang menginginkan kesuksesan secara mandiri. Bisnis yang dikelola sendiri memungkinkan dapat memperoleh keuntungan tak terbatas. Keuntungan tak terbatas ini maksudnya adalah tidak ada seorang pun yang akan mengetahui seberapa besar keuntungan dari bisnisnya di masa depan, tak terkecuali bagi pemilik usaha itu. Bisa jadi di masa depan, bisnis yang dijalankan itu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Kemungkinan ini selalu ada dan menjadi harapan dan tujuan banyak pengusaha yang saat ini sedang menjalankan bisnisnya.

Kemungkinan baik selalu dibarengi dengan kemungkinan buruk. Jika ada kemungkinan di masa depan usahanya akan berkembang pesat, maka disitu juga terdapat kemungkinan usahanya akan bangkrut. kemungkinan akan bangkrutnya usaha yang telah dijalankan ini memang selalu menjadi mimpi buruk yang kadang-kadang menghambat kinerja pribadi. Sebagai seorang pengusaha mempertimbangkan kedua kemungkinan ini akan menjadi sangat penting. Salah satu cara untuk sedikit mengetahuinya adalah dengan mengetahui beberapa alasan kenapa sebuah usaha kecil tidak dapat berlanjut atau bangkrut.

Beberapa pengusaha muda yang baru terjun ke dunia wirausaha memiliki peluang bangkrut yang lebih besar. Alasannya jelas karena mereka belum memiliki pengalaman dalam mengelola sebuah usaha. Begitu juga para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) sering gulung tikar dari bisnisnya. Ada lima kesalahan mendasar yang sering dilakukan pengusaha muda atau UKM seperti yang dikutip dari CNBC.

Individualis tinggi

Kebanyakan pengusaha bisnis kecil memiliki keinginan untuk melakukan semuanya sendiri. Setelah mengeluarkan sebuah produk, maka seluruh tugas dilakukan oleh dirinya sendiri. Pada awalnya, semua permintaan dapat dilayani, tapi saat permintaan sudah mulai banyak pengusaha cenderung bekerja lebih keras daripada biasanya. Padahal dengan mencari sebuah karyawan untuk membantunya akan lebih efisien dan efektif

Kurangnya Pemasaran

Pengusaha muda cenderung malu-malu dan lebih bersikap pasif. Padahal untuk menjual sebuah produk, banyak orang yang harus tahu tentang produk tersebut. oleh karena itu, perlu membangun sebuah jaringan untuk pelanggan yang mendukung kehadiran produk Anda.

Tidak Mengerti Cara Menyusun Laporan Keuangan

Bisnis kecil sekalipun sangat perlu untuk menyusun sebuah laporan yang menjelaskan kondisi finansial perusahaannya. Dengan melihat laporan ini, semua keputusan yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan dapat diambil.

Meremehkan Keuntungan Kecil

Pengusaha cenderung meremehkan sisa produk, produk rusak atau membuang-buang energi. Padahal semua itu adalah sebuah keuntungan yang dapat diperoleh saat pengusaha dapat memaksimalkannya dengan baik.

Modal minim

Anggapan bahwa untuk memulai usaha, yang lebih penting adalah niat dan usaha keras, terkadang sering disalah artikan dengan langsung terjun ke dunia bisnis dengan modal seadanya. Padahal niat tersebut juga termasuk kondisi keuangan yang stabil sehingga perlu dipersiapkan cadangan dana yang cukup banyak terutama di tahun pertama bisnis berjalan.