Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Mereka Pengusaha, Mereka Juga Mahasiswa
January 4, 2014
0

Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan mengail sebanyak-banyaknya ilmu, kebijaksanaan, dan pengalaman tidak terlupakan sebagai fase menuju seorang dewasa yang matang. Mengembangkan diri sekaligus berkontribusi untuk orang-orang di sekitarnya adalah ciri mahasiswa yang membawa kemajuan. Salah satu pengalaman pendewasaan mahasiswa adalah melalui bisnis. Selain menjadi mahasiswa di kampus, seorang anak muda juga bisa menjadi pengusaha dalam waktu bersamaan.

Selain itu, persaingan hidup yang kian ketat menuntut pemuda untuk bertindak lebih guna memperoleh pencapaian terbaik untuk karirnya. Lapangan pekerjaan tidak selalu menjanjikan, sehingga menjadi wirausahawan sejak dini menjadi alternatif menarik dan menantang.

Tampaknya sulit membagi waktu dan pikiran untuk kuliah dan pekerjaan. Kekhawatiran akan kondisi akademis dan waktu bermain terkadang menjadi kendala mahasiswa untuk berbisnis. Namun, kemauan mengalahkan segala kendala. Buktinya, banyak mahasiswa yang berhasil dalam menjalankan bisnis sambil kuliah. Simak cerita mereka berikut ini :

1.    Ratno Ari Pratama, Universitas Hassanudin

Mahasiswa sekaligus pengusaha sukses ini telah memiliki outlet Tahu Tek Cak Ari sebanyak 20 buah. Baginya, walaupun awalnya sulit membagi waktu antara kuliah dengan bisnis, semangatnya tidak padam karena adanya usaha untuk selau mencoba. Tahu Tek Cak Ari merupakan bisnis yang omzetnya kini telah mencapai 300 juta per bulan. Modal awalnya hanya Rp 4,2 juta. Sebelumnya, dia pernah menjajali beberapa usaha yaitu menjadi distributor kopi Toraja dan menjalankan usaha waralaba makanan cepat saji di Makassar.

2.    M,.Ramadhika Raja, Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Bogor

‘Brother Denim’ adalah merek yang dimiliki oleh Dhika, bermodalkan Rp 3- 4 juta. Mulanya ketika memasuki perkuliahan tingkat dua, Dhika belajar memilih bahan yang baik untuk celana berbahan denim serta memilih model yang cocok dengan perkembangan zaman. Produk denim ini dipasarkan seharga Rp 180- 250 ribu, terjangkau untuk anak muda. Dengan karyawan sejumlah 4 orang sebagai penjahit, Dhika mampu meraup untung Rp 5- 7 juta per bulannya. Mimpinya tidak pernah berhenti dan menjadi bahan bakar dalam berbisinis. Dhika ingin usahanya berkembang dengan diversifikasi model yang lebih banyak dan segera memiliki outlet sendiri.

3.    Andi Nata, Universitas Indonesia

Bisnis yang diusung Andi Nata cukup berbeda dengan pilihan pebisnis muda lainnya. Mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2007 ini memilih berbisnis makanan aqiqah, yaitu penyembelihan kambing pada hari ke tujuh kelahiran seorang anak muslim sebagai bentuk rasa syukur. Andi memulai bisnis denga modal 8 juta saja, kemudian berhasil memiliki empat rumah, satu mobil pick up, satu mobil pribadi, tujuh motor, serta memberangkatkan orang tua naik haji ketika usianya 23 tahun. Sejumlah 20 karyawan berkerja pada Andi, membawa bisnisnya semakin menanjak dan mengalami peningkatan omzet yang cepat. Omzet Andi kini mencapai puluhan juta per bulan dan miliaran rupiah per tahun.