Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Bisnis Sukses, Kuliah Lancar
January 10, 2014
0

Memiliki bisnis sendiri adalah impian bagi semua orang yang mengejar kesuksesan finansial. Terlebih lagi seorang mahasisiwa yang cenderung ingin mendapatkan pengakuan atas kemampuan dalam dirinya. Mahasiswa yang identik dengan keuangan yang tidak stabil ditambah dengan tugas kuliah yang tentunya memakan biaya, jelas memiliki keinginan untuk terbebas dari masalah keuangan. Sedangkan bagi mereka yang dibesarkan dari keluarga yang mampu secara finansial, keinginan untuk menjalankan bisnisnya sendiri merupakan salah satu bentuk kemandirian yang ingin dibuktikan.

Bisnis merupakan sebuah aktivitas mempertemukan antara penjual dan pembeli agar muncul sebuah transaksi yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Bagi kaum muda seperti mahasiswa, semangat berjuangnya yang tinggi dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi mereka untuk menggeluti bisnis sambil kuliah. Semangat berjuang tinggi pada usia kuliah dapat menjadi modal besar sukses dalam mengerjakan tugas kuliah dengan baik, bersosialisai dengan lingkungan dan menjalankan usahanya sekaligus. Kuncinya adalah manajemen waktu atau membagi waktu. Terbatasnya waktu yang dimiliki memang menjadi masalah yang penting. Namun dengan membagi waktu yang terbatas itulah yang mampu membedakan seorang mahasiswa yang sukses dengan sangat sukses.

Berikut ini ada beberapa tips dari motivator bisnis Joko Susilo dan BEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang dapat dilakukan agar mahasiswa sukses menjalankan bisnis sekaligus kuliah.

Bagi Waktu Dengan Menetapkan Prioritas

Karena semua mahasiswa memiliki waktu yang sama yakni 24 jam sehari, maka sebaiknya mulai dengan perencanaan yang matang. Kuncinya adalah disiplin dan setia untuk mematuhi perencanaan yang telah dibuat. Perencanaan yang dibuat diprioritaskan untuk mengerjakan tugas kuliah dan sebaiknya segera dilakukan. Rencana jangka panjang untuk tugas kuliah dimaksudkan untuk menyicil  tugas-tugas tersebut sebelum waktu pengumpulannya. Sebaiknya juga nonaktifkan akun-akun jejaring social selama beberapa hari agar focus untuk mengerjakan. Jika dalam suatu perjalanan atau waktu kosong, maka dapat dipergunakan untuk melanjutkan perencanaan yang telah dibuat. Prinsipnya adalah menggunakan waktu seefektif mungkin.

Memanfaatkan Link di Tempat Kuliah

Saat menempuh pendidikan di bangku kuliah, dukungan dari lingkungan menjadi poin yang sangat penting. Teman-teman kuliah akan menjadi target pemasaran yang tepat dan menjanjikan. Mahasiswa yang menjadi teman kuliah akan dengan senang hati membantu bisnis jika memang dirasakan menguntungkan bagi diri mereka sendiri. Karena umumnya berasal dari daerah yang berbeda-beda, mereka yang tertarik akan menyebarkan secara otomatis ke tempat asalnya. Selain itu, teman-teman yang memiliki pemikiran yang sejalan dan dapat dipercaya dapat dijadikan sebagai partner dalam menjalankan masa permulaan suatu bisnis .

Memilih Jenis Bisnis yang Tidak Menyita Banyak Waktu

Jika sudah berkomitmen dari awal untuk memulai bisnis semasa kuliah, maka dapat dimulai dari jenis bisnis yang tidak menyita banyak waktu. Cukup 1-3 jam sehari. Contohnya menjalankan bisnis online seperti reseller kebutuhan mahasiswa.  Menjual produk sepatu dan baju serta kaos secara online juga dapat menjadi pilihan awal berbisnis yang menjanjikan bagi mahasiswa. Selain itu modal awal yang dibutuhkan dalam berbisnis online relatif lebih kecil dibandingkan dengan bisnis offline, sehingga sangat cocok untuk ukuran kantong mahasiswa.

Mereka Pengusaha, Mereka Juga Mahasiswa
January 4, 2014
0

Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan mengail sebanyak-banyaknya ilmu, kebijaksanaan, dan pengalaman tidak terlupakan sebagai fase menuju seorang dewasa yang matang. Mengembangkan diri sekaligus berkontribusi untuk orang-orang di sekitarnya adalah ciri mahasiswa yang membawa kemajuan. Salah satu pengalaman pendewasaan mahasiswa adalah melalui bisnis. Selain menjadi mahasiswa di kampus, seorang anak muda juga bisa menjadi pengusaha dalam waktu bersamaan.

Selain itu, persaingan hidup yang kian ketat menuntut pemuda untuk bertindak lebih guna memperoleh pencapaian terbaik untuk karirnya. Lapangan pekerjaan tidak selalu menjanjikan, sehingga menjadi wirausahawan sejak dini menjadi alternatif menarik dan menantang.

Tampaknya sulit membagi waktu dan pikiran untuk kuliah dan pekerjaan. Kekhawatiran akan kondisi akademis dan waktu bermain terkadang menjadi kendala mahasiswa untuk berbisnis. Namun, kemauan mengalahkan segala kendala. Buktinya, banyak mahasiswa yang berhasil dalam menjalankan bisnis sambil kuliah. Simak cerita mereka berikut ini :

1.    Ratno Ari Pratama, Universitas Hassanudin

Mahasiswa sekaligus pengusaha sukses ini telah memiliki outlet Tahu Tek Cak Ari sebanyak 20 buah. Baginya, walaupun awalnya sulit membagi waktu antara kuliah dengan bisnis, semangatnya tidak padam karena adanya usaha untuk selau mencoba. Tahu Tek Cak Ari merupakan bisnis yang omzetnya kini telah mencapai 300 juta per bulan. Modal awalnya hanya Rp 4,2 juta. Sebelumnya, dia pernah menjajali beberapa usaha yaitu menjadi distributor kopi Toraja dan menjalankan usaha waralaba makanan cepat saji di Makassar.

2.    M,.Ramadhika Raja, Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Bogor

‘Brother Denim’ adalah merek yang dimiliki oleh Dhika, bermodalkan Rp 3- 4 juta. Mulanya ketika memasuki perkuliahan tingkat dua, Dhika belajar memilih bahan yang baik untuk celana berbahan denim serta memilih model yang cocok dengan perkembangan zaman. Produk denim ini dipasarkan seharga Rp 180- 250 ribu, terjangkau untuk anak muda. Dengan karyawan sejumlah 4 orang sebagai penjahit, Dhika mampu meraup untung Rp 5- 7 juta per bulannya. Mimpinya tidak pernah berhenti dan menjadi bahan bakar dalam berbisinis. Dhika ingin usahanya berkembang dengan diversifikasi model yang lebih banyak dan segera memiliki outlet sendiri.

3.    Andi Nata, Universitas Indonesia

Bisnis yang diusung Andi Nata cukup berbeda dengan pilihan pebisnis muda lainnya. Mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2007 ini memilih berbisnis makanan aqiqah, yaitu penyembelihan kambing pada hari ke tujuh kelahiran seorang anak muslim sebagai bentuk rasa syukur. Andi memulai bisnis denga modal 8 juta saja, kemudian berhasil memiliki empat rumah, satu mobil pick up, satu mobil pribadi, tujuh motor, serta memberangkatkan orang tua naik haji ketika usianya 23 tahun. Sejumlah 20 karyawan berkerja pada Andi, membawa bisnisnya semakin menanjak dan mengalami peningkatan omzet yang cepat. Omzet Andi kini mencapai puluhan juta per bulan dan miliaran rupiah per tahun.