Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in comments
Search in excerpt
Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
5 Tips Memulai Bisnis Sampingan
April 11, 2014
0

Banyak wirausaha muda yang keluar dari pekerjaan mereka untuk merintis usaha mereka sendiri, namun tidak semuanya memiliki privilege untuk melakukan itu karena berbagai faktor seperti keberanian, uang, koneksi ataupun pengalaman. Karena itu bagi kamu yang belum siap untuk membangun usaha dari nol dan meninggalkan pekerjaan full-time, kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki bisnis sampingan yang menghasilkan uang.

Memiliki bisnis sampingan sudah menjadi hal yang umum bagi banyak orang dan bahkan sudah menjadi trend masa kini terutama di kalangan anak muda. Banyak orang yang saya kenal memiliki bisnis sampingan selain pekerjaan full time yang mereka punya. Selain memberikan pemasukan tambahan, bisnis kecil yang mereka punya juga memberikan kepuasan tersendiri dan tentunya memberikan banyak pengalaman.

Tertarik untuk memulai bisnis sampingan? Berikut adalah 5 tips yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memulainya:

1. Tentukan apa yang bisa kamu tawarkan. Sebelum memulai bisnismu, sangatlah penting untuk mengetahui keadaan market secara keseluruhan dan dimana kamu bisa fit-in. Kamu bisa cek website freelancer seperti elance atau freelancer.com untuk melihat bagaimana orang lain mendapatkan uang. Dengan memeriksa online marketplaces, kamu bisa memiliki pengetahuan dan gambaran yang lebih baik tentang jasa unik apa yang bisa ditawarkan dan bagaimana cara menetapkan harga yang cocok untuk itu.

2. Hentikan pengeluaran yang tidak perlu. Banyak wirausaha yang mengeluarkan terlalu banyak uang untuk bisnis baru mereka. Karena itu pastikan kamu mengatur keuanganmu dengan hati-hati dan memotong pengeluaran yang tidak diperlukan. Contohnya bila kamu tertarik dengan bisnis E-Commerce, buatlah toko onlinemu di website E-Commerce populer seperti eBay atau Amazon. Dengan begitu kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membangunnya dari awal dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada di sana.

3. Tahu kelemahanmu. Kamu mungkin adalah seorang graphic designer yang ahli , namun kamu tidak memiliki pengalaman marketing atau sales. Setelah kamu tahu kekuranganmu, kamu bisa berhubungan dengan wirausaha online lainnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuanmu tentang bidang tersebut.

4. Tes marketplace yang ada. Sudah bukan rahasia bahwa sulit untuk memprediksi apa yang customer inginkan. Karena itu kamu harus mengumpulkan feedback dari klienmu untuk membantu mengetahui apa yang cocok bagi target audiencemu. Dengan mengetahui apa yang pelangganmu inginkan, kamu bisa mulai mengatur strategi bisnis yang sekiranya bisa diterima oleh mereka dan menghasilkan keuntungan.

5. Menikmati tantangan yang ada. Bila ini kali pertama kamu memulai bisnis, tentu akan banyak kesulitan dan tantangan yang kamu temui. Namun kamu tidak boleh membiarkan tantangan tersebut membuatmu jadi down. Membuat sebuah bisnis bahkan sekecil apapun pasti akan menemui penolakan dan itu berarti kamu harus membuat perubahan pada jasa atau produk yang kamu tawarkan.

Apa Kamu Sudah Siap Untuk Keluar Dari Pekerjaanmu?
March 15, 2014
0
Are you ready to quit your job?

Sebelum kamu memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu, apa kamu sudah yakin dengan kemampuanmu? Apa keadaan keuanganmu sudah cukup stabil untuk menyokong bisnismu sekarang? Apa kamu sudah siap dengan semua resiko yang harus dihadapi setelah memutuskan untuk keluar dari pekerjaanmu?

Kita semua tahu keluar dari pekerjaan dan menjalankan bisnis dengan konsep yang belum diuji beserta keuntungan yang belum stabil adalah sebuah resiko besar. Namun banyak wirausaha yang tetap nekat menjalankannya karena komitmen mereka pada bisnis yang sudah dibangun. Dan bagi mereka yang ingin mendapatkan investor, meninggalkan pekerjaan adalah sesuatu yang wajib dilakukan sebagai jaminan pada investor-investor itu bahwa kamu akan fokus sepenuhnya pada bisnismu.

Bila kamu masih belum yakin untuk tetap bekerja sambil menjalankan usahamu atau meninggalkan pekerjaanmu sepenuhnya. Berikut adalah empat langkah yang bisa kamu lakukan sebelum mengambil keputusan. Sekaligus faktor yang bisa menjadi indikator apakah kamu sudah mampu berkomitmen seratus persen pada bisnis yang kamu jalankan atau kamu harus kembali lagi ke garis awal.

1. Kumpulkan pernyataan keuangan. Kamu setidaknya harus membuat 3 dokumen pernyataan keuangan untuk bisnismu: pernyataan untung dan rugi, neraca keuangan dan pernyataan cash flow. Dokumen pertama akan menunjukkan apa kamu menghasilkan uang atau sebaliknya, sedangkan neraca keuangan akan memberimu info seberapa banyak uang yang kamu punya dan dokumen yang terakhir akan membuatmu tahu dari mana saja sumber uangmu.

2. Membuat prakira kinerja bisnis. Dengan dokumen pernyataan keuangan yang sudah terkumpul, buatlah prakira yang realistis tentang kinerja bisnismu tiap bulannya. Kamu perlu tahu berapa banyak uang yang akan kamu hasilkan dan keluarkan. Saat membangun bisnis, kamu perlu memasukkan faktor pertumbuhan sales beserta pengeluaran tambahannya. Hindari prakira yang terlalu optimis dan berusahalah serealistis mungkin. Karena pada umumnya para wirausaha amatir cenderung untuk terlalu optimis dengan kinerja dan penghasilan mereka.

3. Hitung pengeluaran pribadimu. Saat kamu berhenti dari pekerjaanmu, kamu tentu ingin membuat bisnismu terus berjalan namun jangan lupa menghitung pengeluaran pribadimu juga. Buat daftar pengeluaran bisnismu seperti gaji, biaya travel dan pengeluaran lainnya bagi dirimu dan pegawai yang bekerja untukmu. Lupakan dulu pengeluaran yang bisa dipikirkan di masa depan seperti asuransi kesehatan atau peralatan baru, karena hal tersebut tidak relevan dengan tujuanmu yang sekarang yaitu keluar dari pekerjanmu.

4. Meminta second opinion. Sebelum kamu melangkah ke level selanjutnya, sebagai wirausaha kamu harus meminta pendapat pada orang lain. Mungkin kamu bisa bertanya pada rekan kerja atau teman yang kamu percayai sekaligus kompeten di bidang yang kamu geluti. Meminta pendapat mereka sangatlah penting supaya mereka bisa memberi saran yang objektif tentang rencana dan proyeksi keuanganmu, untuk meyakinkan bahwa kamu tidak terlalu optimis dan berlebihan dalam melihat prospek masa depan bisnismu.

3 Cara Mengembangkan Bisnis Dengan Fokus Pada Pelanggan
March 12, 2014
0
Customer Focused Business

Setiap bisnis di generasi modern harus menghadapi berbagai macam tantangan karena itu banyak yang dengan mudahnya tenggelam dan gagal begitu saja. Dan lebih parahnya banyak perusahaan yang beroperasi hanya untuk bertahan tiap harinya. Mereka memotong budget marketing, memecat pegawai dan bahkan lebih memikirkan penghasilan yang didapat daripada pelanggan yang mereka miliki. Padahal pada kenyataannya dalam bisnis pelanggan itu lebih penting dari apapun, dan percaya atau tidak, menjangkau pelanggan dan klien tidaklah sesusah yang kamu bayangkan.

Perlu diingat bahwa kamu hanya perlu fokus pada pelangganmu saja. Ini bukan nasihat yang baru terutama di era teknologi seperti sekarang. Bisnis-bisnis yang sudah ada sekarang banyak yang bekerja secara online dan menggunakan media sosial karena mereka bisa fokus sepenuhnya pada pelanggan mereka dengan metode tersebut. Ini bukan lagi tergantung pada gambar, links atau memastikan bahwa iklanmu muncul 87 kali dalam seminggu. Dengan metode online, pelanggan akan selalu menjadi fokus utama dan melayani mereka adalah prioritas nomor satu dalam perusahaanmu.

Sebagai pemilik bisnis yang sedang mencari penyegaran atau mungkin kebangkitan dalam usahamu, coba lihat kembali pada apa yang membawamu pada posisimu sekarang. Jangan pernah lupa pada apa yang membuat seorang pelanggan paling merasa penting, jangan lupa juga pada jam-jam lemburmu untuk mencari sebuah ide unik sehingga pelangganmu bisa merasa spesial. Strategi ini akan membuat bisnismu bertahan walaupun orang lain menutup perusahaan mereka satu per satu dan berseru “Krisis Ekonomi!”

Berikut adalah 3 strategi yang akan membuat bisnismu bertumbuh dengan instant, dengan mengembalikan fokusmu pada pelanggan.

1. Buatlah percakapan dengan pelangganmu. Gunakan Sosial Media untuk berhubungan langsung dengan klienmu. Jangan menggantungkan diri pada alat otomatis yang akan mengerjakan semua itu untukmu. Jalinlah hubungan dengan pelangganmu seperti kamu menjalin hubungan dengan temanmu. Jawab dan beri respon. Berhenti mengirimkan pesan sales lewat Sosial Media sebanyak 800 kali seminggu. Belajar peduli pada orang lain dan berikan jawaban untuk pertanyaan mereka. Engagement yang sesungguhnya bukanlah sebanyak apa linkmu diklik atau like pada gambar yang kamu post, ini tentang orang yang peduli untuk menjawab, merespon dan memiliki hubungan denganmu.

2. Kunjungi toko stationery. Ingin meningkatkan kesetiaan pelanggan dan memastikan mereka membaca email dari perusahaanmu? Mulailah mengirimkan kartu ucapan terima kasih yang ditulis dengan tangan pada setiap orang yang membeli sesuatu darimu, walaupun itu produk digital sekalipun. Apa yang kamu lakukan setiap hari pada klien mempengaruhi email campaign yang sedang kamu jalankan.

Sangatlah penting untuk menjadi seorang pengirim yang disukai oleh pelangganmu. Jadilah pengirim yang beritanya ditunggu-tunggu seperti searang teman baik. Email dari perusahaanmu harus menjadi favorit mereka. Kamu ingin mendengar pelanggan berkata seperti, “Aku punya folder spesial untuk email-emailmu jadi aku tidak akan ketinggalan sesuatu!” Ini berarti kamu sudah berhasil meraih loyalitas mereka.

3. Terobsesi tentang mereka. Ingin mengalahkan kompetitormu dan meningkatkan penjualan? Mulailah memiliki obsesi pada pelangganmu dan stop mengkhawatirkan pendapatanmu tiap harinya. Pelangganmu adalah fokus utamamu. Dan bila kamu tidak memperdulikan mereka lagi, bisnis kamu bisa dipastikan akan cepat gagal.

Di dalam diri tiap wirausaha ada mimpi yang bisa diwujudkan dan dunia bisa mendapatkan banyak keuntungan dari mimpi tersebut. Percayalah bahwa membangun bisnis bukanlah hanya melulu tentang uang dan kembalinya sebuah investasi, namun ini lebih tentang perubahan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan menciptakan dunia yang lebih baik. Karena pada akhirnya kekayaan akan mengikuti para wirausaha yang menghindari status quo dan melakukan apapun yang mereka bisa untuk melayani dengan baik.

Berikanlah yang lebih sebagai sebuah perusahaan. Pelangganmu berhak menerimanya.

Belum Menjadi Wirausaha? Act Like One!
March 2, 2014
0
Act Like an Entrepreneur

Banyak pegawai biasa yang merasa tidak mampu untuk menjadi wirausaha karena mereka menganggap bahwa berwirausaha itu adalah membangun perusahaan atau mengelola bisnis sendiri. Padahal pada kenyataannya seorang pegawai biasa pun bisa menjadi seorang wirausaha bagi pekerjaan mereka sendiri. Ingin tahu bagaimana caranya? Langkah pertama adalah dengan mengubah sikap dan pandangan terhadap pekerjaan yang mereka lakukan sekarang.

Apa bagian terbaik dalam berwirausaha? Bila kamu tanyakan hal ini kepada para pengusaha, kebanyakan dari mereka pasti menjawab bagian terbaiknya adalah menjadi bos untuk diri sendiri. Kebebasan dalam proses bekerja dan mengambil keputusan juga merupakan faktor yang paling dinikmati. Namun bila sekarang kamu masih bekerja untuk orang lain bukan berarti kamu tidak bisa bersikap seperti seorang wirausaha. Tidak perduli kamu bekerja untuk siapa, kamu harus memiliki mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri dan pekerjaan yang kamu lakukan sekarang adalah untuk masa depanmu nantinya.

Anggap sekarang kamu adalah CEO untuk pekerjaanmu sendiri, tentunya kamu harus memiliki tujuan personal dan professional yang cakupannya lebih besar untuk melebarkan sayap perusahaanmu. Dengan kata lain kamu harus memiliki ownership dalam pekerjaanmu, tinggalkan kebiasaan yang menganggap kamu hanya perlu menyelesaikan pekerjaanmu sesuai dengan apa yang disuruh atasanmu. Bersikaplah seperti wirausaha yang tiap detiknya memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk mengembangkan bisnisnya. Mulailah menganalisa sisi apa yang bisa dikembangkan dalam pekerjaanmu sehingga apa yang kamu kerjakan sekarang tidak menjadi kegiatan monoton yang tidak memberi pengaruh apa-apa pada perkembangan karirmu.

Membuat usaha sendiri tidaklah mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Karena itu bila kamu memang ingin serius belajar menjadi wirausaha, kamu bisa mulai bersikap seperti itu dalam pekerjaanmu sekarang. Anggap saja ini langkah awal sebelum membangun usahamu sendiri, buktikanlah kamu bisa menjadi CEO untuk pekerjaanmu sendiri sebelum melangkah ke proyek yang lebih besar.

Bila sekarang kamu bekerja untuk perusahaan yang memberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan menunjukkan kreatifitasmu. Kamu sangat beruntung. Berarti ini adalah kesempatanmu untuk berkembang dan menjadi produktif. Seraplah banyak ilmu dari pekerjaanmu sekarang dan bangunlah network dengan kolega maupun client yang kamu temui. Intinya jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan walaupun kamu hanya seorang pegawai biasa. Buatlah juga rencana jangka panjang untuk membangun karir ataupun usahamu dan semua ini harus kamu lakukan dengan mindset bahwa kamu adalah bos untuk dirimu sendiri.

Jadi tunggu apalagi? Mulailah bersikap dan berpikir seperti wirausaha walaupun kamu masih menjadi seorang pegawai, dengan membiasakan diri dengan mindset seperti ini pada akhirnya kamu pun bisa mengembangkan dirimu untuk tantangan yang lebih besar seperti membangun bisnis sendiri di masa depan.