Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Tips Membuat Proposal Bisnis Untuk Investor

Pilihan cara mengawali sesuatu sangat menentukan bagaimana kesuksesan sesuatu itu pada akhirnya. Begitu pula dengan berbisnis. Menyusun perencanaan bisnis untuk dipresentasikan ke investor adalah bagian yang amat penting dalam memulai bisnis. Tujuan membuat proposal bisnis untuk investor adalah dalam rangka memperoleh modal sesuai dengan kebutuhan bisnis. Simak tips-tips ampuh berikut ini untuk menyusun proposal bisnis terbaik di mata investor.

1.    Kerangka Penyusunan yang jelas

Buatlah kerangka penyusunan yang jelas dalam menulis proposal agar terstruktur dan mampu menyampaikan tujuan yang dimaksud. Proposal bisnis yang baik setidaknya terdiri dari bagian pendahuluan (latar belakang, tujuan, lingkup, dan manfaat), perencanaan implementasi (pendekatan bisnis, tim bisnis, biaya), dan pengendalian bisnis (pengawasan performa bisnis dan strategi keberlanjutan). Tambahkan bagian yang relevan dengan bisnis bila diperlukan.

 2.    Perencanaan Bisnis yang terfokus

Abraham Lincoln pernah berkata, “Seandainya saya mempunyai waktu sepuluh jam untuk menebang pohon, saya akan melewatkan delapan jam pertama untuk mengasah kapak saya.” Sepenting itulah perencanaan dalam berbisnis. Business plan harus bisa menjawab unsur what, where, when, who, why, kemudian how dari sebuah bisnis. Tentunya, meliputi seluruh aktivitas bisnis termasuk sumber modal. Melalui pelaksanaan perencanaan bisnis yang matang, sebuah bisnis memiliki peluang lebih banyak untuk jadi berhasil.

 3.    Langkah konkret

Bila proposal bisnis sudah menjawab unsur what, where, when, who, why, serta how, selanjutnya sebuah proposal harus mampu menjelaskan langkah konkret dari pelaksanaan bisnis. Penyusun proposal harus meliputi deskripsi yang jelas tentang apa saja yang dimaksudkan dalam proposal, tidak sekedar menjabarkan penjelasan generalnya. Misalnya, dalam menentukan tujuan (objectives) bisnis, lebih baik menuliskan “Menciptakan lapangan pekerjaan untuk 20 orang pengangguran sebagai penjahit tas daur ulang” daripada “Menciptakan kesejahteraan untuk masyarakat sekitar”.

 4.    Kenali siapa investornya

Sesuaikanlah investor yang dipilih sebagai target pengajuan proposal bisnis kita dengan jenis bisnis yang diajukan. Investor memiliki program kerja dan visi perusahaan yang bisa saja terkait dengan investasi. Selaraskanlah nilai-nilai yang ingin dicapai dalam proposal bisnis dengan nilai-nilai yang diemban investor. Misalnya, bila investor mengedepankan bisnis yang melibatkan masyarakat, maka tekankan poin tersebut dalam proposal. Atau, bila investor bertujuan melestarikan lingkungan melalui berinvestasi melalui pemberian modal bisnis, maka tekankan pada bagian keberlanjuatan lingkungan yang diusung proposal bisnis.

 5.    Buat investor mengerti

Menulis proposal bisnis haruslah bisa menyampaikan maksud perencana bisnis. Buatlah proposal yang mudah dipahami. Alih-alih menjabarkan dalam paragraf panjang, cobalah persingkat dan perjelas melalui pembuatan tabel-tabel. Beberapa bagian yang dapat dipermudah melalui pembuatan tabel adalah komponen aktivitas bisnis, bahan baku, perencanaan pencapaian jangka pendek-menengah-panjang, manfaat bisnis, garis waktu (timeline), analisis dampak, tim bisnis, rangkuman biaya, aktivitas pengawasan bisnis, dan analisa biaya bisnis. Selain itu, diagram alir juga bisa membantu pada bagian-bagian seperti business flow, SOP, diagram alir produksi, pengadaan, dan identifikasi stakeholders.

Selamat mencoba membuat proposal bisnis yang baik para calon wirausaha muda!


  1. Eshaa said on 29/01/2014

    Kalau proposal kerjasama gimana?

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *