Search in posts
Search in pages
Search in groups
Search in users
Search in forums
Filter by Categories
Announcements
Community
Entrepreneur
Internet
Motivation
Opportunity
People
Tips and Tricks
Tips Memilih Partner Usaha

Memilih mitra kerja dalam berbisnis mirip dengan memilih pasangan hidup. Jangan pernah berpikir untuk bercerai kalau sudah memutuskan untuk menikah. Jangan pernah berpikir untuk pecah kongsi bila sudah memutuskan untuk bekerjasama dengan seseorang. Oleh karena itu, berhati-hati dalam memilih rekan usaha mutlak dilakukan. Bila dalam perjalanannya muncul masalah berkaitan dengan cara komunikasi, karakter yang kurang cocok, atau faktor lainnya, sebelum memutuskan untuk ‘bercerai’, lebih baik didiskusikan dulu dengan kepala dingin. Namun masalahnya jadi beda bila yang menyebabkan terputusnya kerjasama, bahkan merembet ke masalah hukum, adalah karena faktor penipuan.

Nah, agar pembaca tidak salah memilih mitra, berikut kami share pengalaman seorang sarjana yang mencoba terjun di dunia wirausaha tahun 2002-2003 dan tertipu oleh empat mitra bisnis sekaligus di Bandung.

Pilih karena profesional, bukan karena teman

Ini adalah ‘penyakit’ seorang investor pemula. Karena percaya sama teman sekolahnya, dia berani menanam modal sekian juta rupiah untuk bisnis yang dijalankan temannya tersebut. Hal ini sebenarnya tidaklah masalah dengan syarat bahwa hubungan sang investor dan teman sekolah/masa kecilnya itu tidak terputus. Misalnya dia bersahabat dengan si A yang merupakan teman waktu SMP, lalu ketika keduanya pindah kota, mereka tidak bertemu hingga 15 tahun kemudian.  Si A sedang berbisnis dan menawarkan investasi kepada investor tersebut. Padahal dalam kurun waktu yang lama tersebut, terjadi perbedaan karakter, sikap, dan miss-informasi tentang si A, namun sang investor menggunakan kerangka pola pikir yang sama ketika ia SMP bahwa temannya ini adalah orang yang baik. Jauh lebih bijaksana kalau investor tersebut menanam uangnya karena melihat profesionalitas kawannya ini, bukan karena keakraban di masa lalu.

Mendatangi Tempat Usaha, Tidak Menjamin Tidak Nipu

Saat wirausaha muda ini berinvestasi pada sebuah usaha roti rumahan, ia mendatangi rumah pemiliknya, melihat produksinya, dan menyaksikan pemasarannya. Ternyata itu pun tidak menjamin kalau pemiliknya tidak bakal kabur dari rumah. Bersama seorang investor lainnya, ia terpaksa mengejar si pemilik hingga masuk ke daerah pegunungan di kawasan Bale Endah, Bandung. Bahkan terpaksa mendatangi orang tuanya di daerah Riung. Meski dibanding yang lain investasinya terbilang kecil, tapi tetap saja hitungannya adalah rugi karena ia bahkan belum mendapatkan bagi hasil yang dijanjikan. Sama juga dengan usaha handphone bekas yang sudah didatangi lokasinya, melihat operasional sehari-hari, silaturahmi ke rumah ownernya, dan ternyata tetap saja kabur ketika jatuh tempo pembayaran tidak bisa dipenuhi. Jadi, melihat langsung usaha calon mitra merupakan salah satu ikhtiar untuk meminimalisir penipuan, namun tidak menjamin seratus persen kalau kita tidak ditipu.

Ramai yang Percaya, Tidak Berarti Tidak Nipu

Kalau yang ini, rasanya pembaca sudah tidak perlu mempertanyakan lagi. Kasus-kasus seperti PT. QSAR, investasi bebek Add Farm, arisan lebaran dan lainnya menunjukkan bahwa banyaknya investor tidak berarti sebuah usaha layak dipercaya. Apalagi kalau investor-investor tersebut rata-rata adalah masyarakat yang awam dalam berbisnis, sekalipun di dalamnya ada pejabat pemerintah maupun kalangan artis. Sebuah usaha baru bisa dikatakan ‘aman’ kalau memiliki dewan komisaris yang terdiri dari para investor-investor. Itulah sebabnya kenapa perusahaan-perusahaan Tbk boleh dikatakan steril dari unsur penipuan meski menghimpun dana masyarakat. Salah satunya adalah karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki dewan komisaris.

Jadi, sebelum terjun dan bermitra dengan seorang pengusaha, perhatikan dulu tips-tips di atas agar uang Anda yang sudah ditabung bertahun-tahun selamat dari usaha penipuan terselubung. Sukses buat Anda!


Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *